Tutup Iklan

MASALAH PERKEBUNAN : Petani Tebu Curhat kepada Gubernur Jateng

MASALAH PERKEBUNAN : Petani Tebu Curhat kepada Gubernur Jateng

SOLOPOS.COM - Ilustrasi petani tebu (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis Indonesia)

Masalah perkebunan tebu yang dihadapi petani beragam seperti anjloknya harga saat panen.

Solopos.com, PURWOKERTO-Puluhan petani tebu yang mewakili beberapa wilayah di Keresidenan Banyumas mengadukan berbagai masalah seputar tebu yang dihadapi di lapangan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sedikitnya ada lima masalah utama yang dihadapi para petani tebu dan disampaikan langsung kepada Gubernur Jateng pada acara Ngopi Bareng Ganjar sebagai bentuk diplomasi penyelesaian berbagai masalah di masyarakat itu, di Purwokerto, Jumat (29/5/2015).

Seorang petani tebu dari Desa Srowok, Sarno, mengeluhkan harga tebu saat musim panen yang sangat rendah atau sekitar Rp180 per kilogram. Menurut dia, hal tersebut mengurangi minat para petani untuk menanam tebu dan beralih ke tanaman ketela.

"Kami juga kesulitan memperoleh bibit tebu karena bibit tanaman dari pemasok sering terlambat, sedangkan kami belum bisa membudidayakan bibit sendiri," katanya.

Petani tebu yang lain, M. Sabidin mengadukan mekanisme pembayaran hasil panen tebu oleh pabrik gula yang dinilai memberatkan para petani tebu.

"Kami kesulitan memasarkan hasil panen tebu selain kepada pabrik gula sehingga tidak mempunyaj pilihan," ujarnya.

Senada dengan Sabidin, Rasno juga menyayangkan pembayaran hasil panen tebu yang tidak lancar oleh pabrik gula. Rasno bahkan mengaku pembayaran hasil panen kebun tebunya sebesar puluhan juta rupiah belum dibayar oleh pabrik gula.

"Pabrik gula tidak bisa membayar hasil panen tebu para petani secara 'sukses', melainkan dengan cara diangsur beberapa kali," katanya.

Dalam kesempatan bertatap muka langsung dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu, para petani tebu juga mengharapkan ada inovasi teknologi dalam memanen hasil kebun tebu.

Hingga saat ini para petani tebu masih menggunakan cara manual dalam memanen tebu dan harus mengeluarkan biaya Rp100/kg tebu untuk memanen.

Para petani tebu di Jateng juga sudah berupaya mengolah tebu menjadi gula merah, namun kesulitan dalam pemasarannya karena tidak mempunyai jaringan pemasaran.

Menanggapi berbagai keluhan para petani tebu tersebut, Ganjar meminta koperasi dan kelompok petani tebu ditata sehingga benar-benar dari, oleh, dan untun petani tebu.

"Para petani tebu juga dituntut berinovasi dalam mengolah hasil panen tebu," ujarnya.

Ganjar menjelaskan bahwa kebutuhan tebu di tingkat nasional masih kurang sehingga petani tebu di Indonesia tidak boleh dilemahkan dan harus diperkuat.

"Kalau petani tebu di Indonesia, khususnya di Jateng, tidak mau menanam tebu lagi karena berbagai masalah yang dihadapi itu maka para pedagang gula kan senang karena ada alasan untuk melakukan impor gula," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Perkuat Pendidikan Dini, UTP Solo Gandeng SEAMEO CECCEP

UTP Solo terus mendorong adanya transformasi pendidikan sedini mungkin salah satunya dengan menggandeng SEAMEO CECCEP.

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Perketat PPKM Mikro

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Boyolali melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Pemkab Boyolali pun memperketat aturan PPKM berskala Mikro.

Positif Covid-19, Hanung Bramantyo Awalnya Tunjukkan Gejala Ini

Di unggahan Instagram, Zaskia juga mengungkap kronologis sampai Hanung dinyatakan positif Covid-19.

Pemkab Klaten Hibahkan Lahan untuk Polsek Ngawen, Kapan Ditempati?

Selain lahan seluas 700 m2 sebagai Polsek Ngawen, Pemkab Klaten juga menyerahkan tiga unit kendaraan operasional ke Polres Klaten.

Islam Aboge, Akulturasi Dakwah dengan Muatan Budaya Lokal

Islam Jawa atau yang dikenal dengan Islam Kejawen sejak lama telah dikenal sebagai akomodatif dengan muatan budaya lokal.

Kades dan Carik Tenggak Sragen Positif Covid-19, Balai Desa Tetap Buka

Kepala Desa atau Kades Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Setyanto, terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status tanpa gejala. Ia harus menjalani isolasi mandiri.

Vaksin Ampuh, 90% Nakes di Kudus yang Terpapar Covid-19 Sembuh

90% Tenaga kesehatan (nakes) di Kudus yang sempat terpapar Covid-19 akibat menangani pasien berangsur pulih, mereka sebelumnya sudah menjalani vaksinasi.

Stripe Baru Bikin Tampilan Honda New CB150 Verza Makin Segar

Honda New CB150 Verza dapat sentuhan terkini oleh PT Astra Honda Motor (AHM) berupa stripe baru untuk menonjolkan kesan gagah.

Jadwal Euro 2020 Malam Ini, Inggris Vs Skotlandia Main Pukul 02.00 WIB

Inggris dan Skotlandia acapkali disebut punya rivalitas tertua di dunia, keduanya melakoni duel pertama pada 30 November 1872.

Underpass Makamhaji Sukoharjo Rawan Kecelakaan, Banyak Pengemudi Tak Melihat Beton Pembatas Jalan

Kecelakaan lalu lintas kerap kali terjadi di area Underpass Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Terbaru, mobil menabrak beton pembatas jalan.

Waduh! Kasus Covid-19 Naik Tajam, Mungkinkah RI Susul India?

Meski kasus Covid-19 naik tajam, sayangnya masih saja ada warga RI yang abai akan protokol kesehatan.

Gara-Gara Covid-19 Meningkat, 1 Gang di Selokaton Karanganyar Lockdown

Lockdown diberlakukan di salah satu gang perkampungan di Ngangkruk, Selokaton, akibat kasus Covid-19 cukup tinggi.