Masalah Klasik Viaduk Gilingan Solo: Banjir hingga Pemerasan
Petugas mengawasi arus lalu lintas di viaduk Gilingan, Banjarsari, Solo, yang tergenang seusai hujan deras, Minggu (7/3/2021) siang. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Banjir di bawah Viaduk Gilingan, Solo, Jawa Tengah, sering kali terjadi saat musim penghujan tiba. Jika hujan deras turun, jalan di bawah rel kereta api itu digenangi air sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.

Pada Minggu (7/3/2021) kemarin Viaduk Gilingan Solo tergenang air dengan ketinggian hingga 90 cm akibat hujan deras. Arus lalu lintas di kawasa tersebut sempat dialihkan karena adanya genangan air.

Banjir di Viaduk Gilingan Solo sebenarnya bukan hal baru, karena masalah ini telah terjadi sejak lama dan selalu menjadi keluhan. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo pun meninjau langsung kawasan Viaduk Gilingan bersama Kepala DPU, Endah Sutaresmi.

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Jawab Soal Viaduk Gilingan Kerap Banjir, Ini Katanya

Melalui akun Instagram pribadinya @gibran_rakabuming, Gibran berjanji segera memperbaiki drainase di kawasan Viaduk Gilingan Solo. Perbaikan tersebut bakal menjadi catatan khusus bagi Pemkot Solo.

"Saya bersama Kepala DPU menjadikan ini catatan khusus, tentu percepatan perbaikan drainase harus segera dilakukan," tegas Gibran.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, banjir di kawasan Viaduk Gilingan Solo selalu menjadi keluhan warga. Jl Ahmad Yani yang berada di sekitar viaduk sering tergenang air saat hujan deras.

Baca juga: Gibran Pengin Berantas Prostitusi Online, Ini Jumlah PSK di Solo

Pemerasan

Kondisi ini jelas membahayakan pengguna jalan yang melintasi wilayah tersebut. Tak jarang, beberapa kendaraan roda dua yang nekat menerjang genangan tersebut mogok.

Bahkan ada beberapa warganet yang mengeluh sering diperas oknum tidak bertanggung jawab berkedok membantu pengendara yang terjebak banjir di Viaduk Gilingan Solo. Cerita itu pun sudah tersebar luas di kalangan masyarakat.

Pada 4 April 2019 lalu ada sekitar lima orang yang memalak pengendara mobil di kawasan tersebut. Mereka berpura-pura membantu mendorong mobil yang mogok di tengah banjir dan meminta uang mulai Rp200.000 hingga Rp500.000.

Baca juga: Misteri Waduk Cengklik Boyolali: Peri Cantik hingga Tumbal

Padahal, mogoknya mobil itu disebabkan ulah para pemalak itu sendiri. Dengan menyumbat knalpot mobil dengan kaki atau air, mobil mogok kemudian didorong dan akhirnya si pengemudi dipalak sejumlah uang dengan dalih sebagai imbalan.

Bahkan ada pula rumor yang menyebut ada oknum yang sengaja menutup lubang drainase di viaduk dengan batu, sehingga membuat aliran air tersumbat.



Berita Terkini Lainnya








Kolom