Tutup Iklan

Masa Tenang Datang, Bawaslu Sukoharjo Fokus 3 Hal Ini

Bawaslu Sukoharjo fokus mengawasi tiga hal saat masa tenang pemilu selama tiga hari mulai 14 April-16 April, yakni pencopotan APK, kegiatan kampanye dan politik uang

Masa Tenang Datang, Bawaslu Sukoharjo Fokus 3 Hal Ini

SOLOPOS.COM - Pegawai Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kudus bersama Satpol PP setempat menurunkan alat peraga kampanye yang dianggap melanggar ketentuan. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, SUKOHARJO –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo fokus mengawasi tiga ancaman serius saat masa tenang pemilu selama tiga hari mulai 14 April-16 April. Ketiga ancaman itu yakni pencopotan alat peraga kampanye (APK), kegiatan kampanye dan politik uang atau money politic.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, saat ditemui Espos di kantornya, Kamis (11/4/2019). Ada tiga fokus utama pengawasan saat masa tenang pemilu yakni penertiban APK, kegiatan kampanye dan politik uang.

Rencananya, Bawaslu Sukoharjo bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo bakal melakukan penertiban APK yang dipasang di pinggir ruas jalan pada Minggu (14/4/2019).  “Jika ada caleg atau tim pemenangan berkampanye saat masa tenang maka bisa diseret ke ranah hukum. Ini pelanggaran pidana pemilu,” kata Bambang, Kamis.

Anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan petugas pengawas pemilu tingkat desa/kelurahan bakal mengawasi apabila ada kegiatan kampanye pemilu di wilayahnya masing-masing. Masyarakat diminta proaktif ikut melakukan pengawasan partisipatif di lingkungannya.

Apabila ada kegiatan kampanye yang dilakukan partai politik (parpol) atau caleg segera dilaporkan kepada petugas pengawas tingkat desa. “Proses pengusutan dilakukan posko penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) lantaran merupakan kasus pidana pemilu. Saya berharap para caleg dan parpol mematuhi aturan itu,” ujar dia.

Begitu pula praktik politik uang atau money politic bakal diawasi secara ketat selama masa tenang pemilu. Apabila ada anggota tim pemenangan caleg yang membagi-bagikan amplop berisi uang kepada masyarakat bakal diproses secara hukum.

Bambang menegaskan tidak akan tebang pilih dalam mengusut pelanggaran pidana pemilu. “Kami selalu berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo dan Polres Sukoharjo jika ada laporan dugaan pelanggaran pidana pemilu. Siapa pun yang terbukti melakukan politik uang bakal ditindak tegas.”

Sementara itu, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sukoharjo, Rohmad Basuki, menyatakan bakal menggelar apel akbar pengawasan pemilu di Alun-alun Satya Negara pada Jumat (12/4). Kegiatan itu bakal diikuti ribuan petugas pengawas pemilu di Sukoharjo. Mereka bakal disebar untuk mengawasi masa tenang pemilu dan melaporkan ke Bawaslu jika menemukan kasus dugaan pelanggaran pemilu.

Berita Terkait

Berita Terkini

4 Jam Galang Dana Untuk Palestina, Sukarelawan Muhammadiyah Sragen Himpun Rp51,7 Juta

Sukarelawan Muhammadiyah Sragen berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan lebih dari Rp51 juta yang akan dikirim ke Palestina.

Roro Mendut, Kisah Romansa Legendaris dari Pesisir Utara Jawa

Kota pesisir pantura, Pati, memang memiliki beragam kisah legenda dan mitologi, salah satunya adalah Roro Mendut.

Tak Boleh di Rumah, Warga Solo Positif Covid-19 Wajib Karantina di Asrama Haji Donohudan

Mulai Senin (17/5/2021) warga Solo yang positif Covid-19 dilarang karantina mandiri di rumah, tetapi wajib ke Asrama Haji Donohudan.

129 ASN Sragen Absen Kerja di Hari Pertama Masuk Setelah Lebaran 2021

Sebanyak 129 ASN di lingkungan Pemkab Sragen absen pada hari pertama masuk kerja setelah Lebaran 2021 karena izin dan cuti.

650 Personel TNI AU Disuntik Vaksin Astrazeneca Di RSAU Solo, Ada Efeknya?

RSAU Solo di Colomadu, Karanganyar, sudah menyuntikkan 1.300 dosis vaksin Covid-19 dari Astrazeneca kepada 650 personel TNI AU.

KUA Pondok Gede Tanggapi Isu Rencana Pernikahan Ayus dan Nissa Sabyan

Sebagaimana diketahui KUA Pondok Gede merupakan daerah domisili Nissa Sabyan.

Dies Natalis ke-21, FISKOM UKSW Bantu Mahasiswa NTT

Pandemi Covid-19 yang terjadi telah mendorong FISKOM UKSW Salatiga melakukan berbagai adaptasi.

Insiden Perahu Terbalik Kedungombo, Pemkab Boyolali: Posisi Kami Serba Repot

Pemkab Boyolali mengatakan dalam posisi serba repot terkait insiden perahu terbalik di Waduk Kedungombo yang menewaskan sembilan orang.

Ruko Dua Lantai Terbakar di Mergangsan, Diawali Ledakan

Kebakaran awalnya diketahui oleh pedagang bakmi yang berjualan di depan ruko

Catat Lur! Ini Daftar Formasi CPNS & P3K Wonogiri

Berikut daftar formasi CPNS dan P3K Wonogiri beserta jadwal seleksinya pada 2021.

Sering Meniup Makanan/Minuman Panas? Awas Ada Bahaya Mengintai

Kebiasaan meniup makanan panas ternyata tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Underpass Makamhaji Rusak Lagi, Pemkab Sukoharjo Mikir Ulang Terima Aset Dari Pusat

Pemkab Sukoharjo berpikir ulang untuk menerima aset underpass Makamhaji, Kartasura, karena kondisinya rusak lagi setelah diperbaiki Maret.