Kategori: Solo

Mas Wali Gibran Rampung Divaksin Covid-19, Wawali Teguh Malah Ngantuk


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, telah menjalani vaksinasi Covid-19. Keduanya memeroleh vaksin sebelum resmi menjabat sebagai Wali Kota maupun Wawali Kota Solo. Bahkan, putra Presiden Joko Widodo tersebut telah merampungkan vaksinasi sebanyak dua kali.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan ia sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelum resmi dilantik sebagai wali kota pada Jumat (26/2/2021). Bahkan anak sulung Presiden Jokowi tersebut sudah menerima vaksin sesuai aturan, yakni sebanyak dua kali dosis.

“Sebelum pelantikan saya sudah dua kali vaksinasi. Saya di DKT [RST Slamet Riyadi Solo] pada Februari [13 Februari]. Iya berdua [istrinya, Selvi Ananda],” ujar dia, kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: BMKG Semarang: Cuaca Ekstrem Landa Sebagian Besar Jateng

Gibran menambahkan vaksinasi untuk orang lanjut usia (Lansia) juga telah dibuka pendaftarannya. Menurutnya, vaksinasi bagi warga Lansia tersebut dimulai Senin (1/3/2021). Program vaksinasi Lansia ini bisa diakses warga pada link dinkes.surakarta.go.id/pendaftaran-vaksinasi-lansia-kota/surakarta.

Wawali Solo, Teguh Prakosa, menambahkan ia juga telah menerima vaksin untuk suntikan pertama beberapa waktu lalu. Teguh pun dijadwalkan mendapat dosis kedua pada 16 Maret 2021 mendatang. Teguh menambahkan warga Lansia dipersilakan mendaftarkan diri untuk vaksinasi pada Dinas Kesehatan Kota (DKK).

“Saya masuk lansia di atas 60 tahun, jadi jeda vaksinasinya berbeda dengan normalnya. Saya di atas 28 hari baru disuntik lagi, jadwalnya nanti 16 Maret 2021. Setelah suntik pertama, saya ngantuk banget. Saya berangkat sendiri [di Rumah Sakit Bung Karno] lalu disuntik nunggu 30 menit kemudian pulang,” papar dia.

Baca juga: Merusak Toko dan Poskamling, Sembilan Preman di Solo Ditangkap Polisi, 10 Buron

Berbeda dengan Gibran, Teguh menjalani vaksinasi Covid-19 di RS BK sendiri. Sementara sang istri, Serrly Yusnita, absen. Hal ini lantaran Serrly pernah terkena Covid-19, tapi sudah sembuh beberapa waktu lalu. Alhasil, ia baru boleh divaksin enam bulan kemudian.

“Ibu enggak boleh, karena habis kena Covid-19. Jadi setelah 6 bulan baru boleh vaksin. Bagi saya apa yang sudah dilakukan dan diusahakan pemerintah terkait vaksinasi ini demi kebaikan bersama. Terutama bagi lansia supaya bisa mengikuti. Hal terpenting harus jujur ada penyakit bawaan atau tidak. Kami mendorong lansia untuk tetap bisa mengikuti vaksin,” jelas dia.

 

Share