Markas Kodim 0728 Wonogiri Ternyata Bangunan Cagar Budaya, Dulu Pabrik Jamu
Markas Kodim 0728/Wonogiri, Jumat (5/3/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bangunan yang saat ini dijadikan Markas Kodim 0728 Wonogiri merupakan salah satu bangunan cagar budaya. Bangunan yang saat ini masih berdiri kukuh itu dulu merupakan pabrik Jamu Jago.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi mengatakan bentuk bangunan Markas Kodim 0728/Wonogiri dari dulu tidak berubah, karena bangunan itu merupakan cagar budaya. "Sebagian sudah ada yang direnovasi. Namun bentuk aslinya tidak boleh dibuah-ubah," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Walah, Harga Cabai Rawit Merah di Klaten Ternyata Setara Daging Sapi

Menurut Imron, kemungkinan markas kodim itu dibangun sebelum 1965. Hal itu diperkuat dengan adanya prasasti yang ada di dalam kompleks kodim yang menunjukkan pada 1968 ada pemugaran bangunan. Sehingga dimungkinkan bangunan itu telah ada jauh sebelum 1968.

"Jadi bangunan ini ada sebelum berdirinya Korem 074/Warastrama Surakarta pada 1965. Bahkan dimungkinkan jauh sebelum itu atau pada masa penjajahan pemerintahan Belanda di Indonesia," ungkap dia.

Markas Kodim Wonogiri (2)
Foto Markas Kodim 0738/Wonogiri pada masa lalu. (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Imron mengatakan bangunan yang berada di kawasan perkotaan Wonogiri itu dahulu digunakan untuk pabrik Jamu Jago, perusahaan asal Semarang. Namun pabrik jamu itu tidak hanya di kawasan markas kodim, melainkan memanjang ke selatan hingga bangunan tua yang saat ini tertutup seng (Selatan perempatan gudang seng).

Penelusuran

Dia menuturkan sebelum masuk jajaran Korem 074/Warastrama, dulu Kodim 0728/Wonogiri masuk di bawah komando Korem 072 Pamungkas Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, tetap di bawah komando Kodam IV Diponegoro.

Saat ini, Imron tengah melakukan penelusuran sejarah tentang Markas Kodim 0728 Wonogiri. Pihaknya tengah mengumpulkan dokumentasi foto masa lalu markas kodim, marakas koramil hingga kegiatan prajurit TNI pada masa lalu.

"Ada puluhan foto zaman dahulu yang direpro kemudian kami beri bingkai. Saya coba kumpulkan foto-foto itu sebagai bukti. Namun ada beberapa foto yang sudah dimakan rayap," ujar dia.

Baca Juga: Diklaim Sukses Tekan Covid-19, PPKM Mikro di DIY Akan Diperpanjang Lagi

Hingga kini, lanjut Imron, pihaknya belum selesai dalam mengumpulkan dokumen foto tempo dulu. Jika sudah selesai, foto akan dipajang dan dijejer di sekitar markas kodim layaknya museum.

"Tujuan itu untuk memberi edukasi kepasa masyarakat tentang sejarah markas Kodim. Di sisi lain sebagai bentuk menjaga warisan cagar budaya," kata Imron.



Berita Terkini Lainnya








Kolom