Para peserta pelatihan pengelolaan sampah plastik dengan metode ecobricks berfoto bersama di Aula Dinas Pendidikan Klaten, Selasa (23/7/2019). (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – PT Marimas Putera Kencana mengajak guru di Klaten mengelola sampah plastik dengan metode ecobricks. Selain mudah, tanpa biaya, dan tanpa mesin, pengelolaan dengan metode ecobricks menjadikan plastik bekas dapat berguna kembali.

Kampanye diet sampah tersebut dilakukan PT Marimas Putera Kencana yang bekerja sama dengan Solopos dan Dinas Pendidikan Klaten di aula kantor itu, Selasa (23/7/2019). Sepanjang kegiatan tersebut, sejumlah guru memperoleh edukasi tentang cara mengelola sampah plastik dengan metode ecobricks. Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Pendidikan Klaten, Wasono.

Metode ecobricks menjadi solusi pengelolaan sampah plastik dengan memasukkan dan memadatkan ke dalam botol plastik. Berbekal metode ecobricks, sampah plastik tidak meracuni bumi, udara, dan air.

“Kegiatan ini sangat menarik. Dengan mengelola sampah, bisa bermanfaat dan tak mengganggu lingkungan. Guru yang hadir di sini dapat menyampaikan hasil dari pelatihan ecobricks ini kepada para siswa di masing-masing sekolah,” kata Wasono, di sela-sela acara berlangsung.

Pejabat Humas PT Marimas Putera Kencana, Lantip Waspodo, mengatakan pelatihan kali ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian terhadap darurat sampah plastik di Tanah Air. Kegiatan ini juga sebagai bentuk tanggung jawab PT Marimas Putera Kencana yang produknya masih dikemas dengan plastik.

“Produk kami banyak dijual di kantin sekolah. Kami pun turut serta mengelola plastik di sekolah itu agar sekolah menjadi lebih bersih dan nyaman,” katanya.

Lantip Waspodo mengatakan pemanfaatan ecobricks paling gampang, cepat, dan asyik dapat dilakukan dengan membuatnya menjadi gugusan modular. Gugusan modular itu dapat menjadi kursi, meja, panggung, bangku, dan lain sebagainya. “Mari saatnya menghindari penggunaan plastik. Gunakan bahan-bahan yang mudah terurai,” katanya.

Pada kesempatan itu, PT Marimas Putera Kencana menantang guru yang menjadi peserta pelatihan agar dapat mengumpulkan ecobricks. Pada 2019, PT Marimas Putera Kencana menyiapkan 1.000 unit laptop gratis bagi siapa pun yang dapat menyetor minimal 100 botol ecobricks.

“Agar tak membahayakan lingkungan, lebih baik membawa tas sendiri saat berbelanja,” kata salah seorang peserta pelatihan, Wuryastuti.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten