Dua orang petugas kamar mayat sibuk menjahit tubuh korban kecelakaan asal Bonagung, Tanon, Sragen di Ruang Penyucian Jenazah Kamar Mayar RSUD Sragen, Jumat (23/11/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Seorang petani asal Dukuh Sedadi RT 004, Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Marijem, 57, meninggal dunia secara mengenaskan setelah digilas truk tronton bermuatan gandum curah di Jalan Pungkruk-Gabugan, tepatnya di depan Pasar Gabugan, Tanon, Sragen, Jumat (23/11/2018) pagi. Marijem terlindas truk saat membeli makanan untuk para buruh tani yang menyiangi rumput di sawahnya.

Peristiwa itu sempat menggemparkan para pedagang dan pengunjung Pasar Gabugan. Semula para warga sekitar tidak mengetahui identitas Marijem. Bahkan para kepala desa (kades) se-Kecamatan Tanon sempat diminta untuk mengidentifikasi perempuan korban kecelakaan itu. Kepala Desa Bonagung, Suwarno, saat ditemui Solopos.com di depan kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Jumat siang, mengatakan awalnya tidak menyangka kalau perempuan korban kecelakaan itu Marijem.

“Yang menolong korban itu awalnya Sugiman, 53, yang juga adik kandung Marijem. Sugiman pun saat ikut mengevakuasi korban juga tak mengenali jenazah korban. Sugiman sempat mencari-cari Marijem karena pamitnya beli makanan ke pasar tidak pulang-pulang. Sugiman baru tahu kalau korban kecelakaan itu Marijem setelah mengetahui sepeda onthelnya tertinggal di pasar dan memastikan ke kamar mayat RSUD bersama saudaranya Wagiman dan saya pada pukul 11.00 WIB,” ujar Suwarno.

Suwarno menjelaskan Sugiman mengenali jenazah Marijem setelah melihat langsung muka korban yang tergeletak di kamar mayat. Dia menjelaskan Marijem ke Pasar Gabugan sebenarnya untuk membeli makanan untuk sarapan para buruh tani yang bekerja menyiangi sawahnya. Jarak sawah dan pasar sekitar 2 km.

“Saya tidak tahu kronologi persisnya tetapi yang jelas Marijem meninggal setelah terlindas ban trum tronton. Truk yang katanya bermuatan gandum curah itu berjalan lambat dari arah barat (Sumberlawang) dan bersimpangan dengan truk boks dari arah timur. Entah bagaimana kejadiannya, tahu-tahu Marijem terjatuh dan terlindas truk,” ujar Suwarno yang dibenarkan warga lain yang menunggu proses pengurusan jenazah di kamar mayat.

Truk tronton itu berwarna merah dan diduga berpelat nomor K 1314 QP yang kini ditahan di Unit Laka Satlantas Polres Sragen. Seorang tukang ojek di Pasar Gabugan, Tanon, Suparno, saat diwawancara wartawan mengaku mendengar suara saat Marijem terlindas truk tetapi tidak mengetahui kronologi pastinya. Dia menyebut kejadian itu terjadi pada pukul 05.30 WIB.

“Korban meninggal dunia seketika karena tubuhnya tidak utuh tapi kepalanya masih utuh,” ujarnya.

Petugas kamar mayat RSUD Sragen, Dedy, menyampaikan jenazah tiba di kamar mayat pada pukul 06.30 WIB oleh mobil polisi dari Polsek Tanon. “Kronologi singkat yang kami dapat, korban berjalan dan selendangnya tersangkut truk. Korban terjatuh dan kemudian terlindas truk. Hingga pukul 14.00 WIB, saya masih menjahit tubuh korban yang tidak utuh,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten