Maraknya Kasus Kekerasan pada Anak Ancam Peringkat KLA Sragen

Bupati Sragen mengakui maraknya kasus kekerasan terhadap anak bisa menurunkan peringkat Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diterima Sragen.

 Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) menyampaikan evaluasi terhadap kinerja Gugus Tugas KLA Sragen yang berhasil membawa Sragen mendapatkan predikat KLA tingkat nindya di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (26/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) menyampaikan evaluasi terhadap kinerja Gugus Tugas KLA Sragen yang berhasil membawa Sragen mendapatkan predikat KLA tingkat nindya di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (26/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Maraknya kasus kekerasan terhadap anak berpotensi mengancam status Kabupaten Layak Anak (KLA) yang baru saja diraih di Kabupaten Sragen. Bumi Sukowati meraih predikan KLA kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada Jumat (22/7/2022).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan merekrut psikolog yang bertugas mendampingi korban kasus-kasus kekerasan dan melakukan pencegahan agar tak muncul kasus yang sama.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, jumlah kasus kekerasan terhadap anak mencapai 11 kasus pada 2021. Kemudian pada Januari-Juli 2022, terdapat tujuh kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan semakin banyak kasus kekerasan terhadap anak maka skor indikator dalam penilaian KLA semakin turun. Yuni, sapaan akrab Bupati, harus mengambil kebijakan secara makro agar kasus-kasus kekerasan terhadap anak tidak merebak.

Baca Juga: Waspada, Tren Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sragen Naik!

“Beberapa kasus [kekerasan terhadap anak] saat di Sragen saat ini masih dikawal dan didampingi terus. Dalam pendampingan kasus itu ternyata Sragen belum memiliki psikolog khusus. Sekarang memang sudah ada petugas pendamping tetapi latar belakang pendidiknya berbeda, bukan psilokog,” ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela evaluasi KLA di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (26/7/2022).

Yuni akan membuka lowongan psikolog pada perekrutan CPNS berikutnya untuk mengisi kekosongan itu. Lebih jauh ia  mengatakan Sragen sebenarnya memiliki psikiater. Tetapi tugasnya sebagai konsultan, tidak mendampingi kasus seperti yang dilakukan psikolog.

Yuni mendorong kepada Kemen PPPA supaya ada insentif bagi daerah yang mendapatkan predikat KLA Nindya, seperti halnya ketika daerah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) lima tahun berturut-turut.

Baca Juga: 188 Pegiat P4A Sragen Dilatih Tangani Kekerasan Pada Perempuan & Anak

“Dana insentif itu bisa digunakan untuk memenuhi fasilitas anak. Di Soloraya itu satu-satunya kabupaten yang mendapatkan predikat KLA Nindya hanya Sragen. Banyak kebijakan yang diambil untuk meraih predikat nindya itu, mulai dari standarnya, syaratnya, sumber daya manusianya, dan seterusnya membutuhkan keseriusan,” ujarnya.

Sebagai informasi Nindya itu predikat tertinggi kedua KLA setelah Utama. Urutannya adalah Pratama, Madya, Nindya, dan Utama.

Dia mengatakan kalau ada dana insentif maka bisa juga digunakan untuk memenuhi area bermain anak yang masih kurang, ruang ekpresi anak yang belum ada seperti sanggar dan lainnya.

Baca Juga: 168 Desa dan Kelurahan di Sragen Sudah Punya P4A, 40 Lainnya Belum

“Untuk mempertahankan KLA nindya itu kuncinya di kolaborasi. Kalau naik ke utama cukup berat karena skor di nindya mepet. Tahun depan bisa bertahan di nindya dengan nilai gemuk sudah bagus,” kata Bupati.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Jatinom Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Jatinom, Klaten.

    Rumah dan Kandang di Tanon Sragen Terbakar, 1 Ekor Sapi Terpanggang

    Rumah dan kandang ternak milik warga Dukuh Dayan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (7/8/2022).

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan untuk Rel Layang, Catat Jadwalnya!

    BTP Jabagteng telah menyiapkan linimasa pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, yang salah satunya berdampak penutupan total simpang tujuh itu selama tiga bulan.

    Pengumuman! Ndarboy Genk Manggung di Stadion Trikoyo Klaten Malam Ini

    Ruas Jl. Pemuda Klaten bakal diberlakukan dua arah, Minggu (7/8/2022) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB.

    Ini Tren Make Up yang Digandrungi Kawula Muda di Sragen

    Paguyuban Perias Widuri Sragen menyebut jenis make up yang menjadi tren dan digandrungi kawula muda di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Minim Siswa, SMP Negeri di Jumapolo-Jatipuro Karanganyar bakal Digabung

    Pemkab Karanganyar berencana me-regrouping atau menggabungkan sejumlah SMP negeri di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

    DLH Usulkan CFD Solo Tanpa Pedagang, Menurutmu Bagaimana Lur?

    DLH Solo mengusulkan penyelenggaraan Car Free Day atau CFD di Jl Slamet Riyadi tanpa pedagang, paling tidak satu kali dalam sebulan.

    Menhub dan Gibran Cek Simpang Joglo Solo: Waspadai Titik Macet Baru!

    Menhub Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengecek progres pekerjaan di lokasi proyek rel layang Simpang Joglo.