Tutup Iklan
Marak Pencurian Sepeda, Kapolsek Laweyan Solo: Pengamanannya Harus Lebih Ketat Dibanding Motor!
Ilustrasi bersepeda. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Meningkatnya tren penggunaan sepeda kayuh dan aktivitas gowes di Solo berbanding lurus dengan meningkatnya peluang kejahatan pencurian sepeda.

Terkait itu, Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono mengingatkan warga yang memiliki sepeda untuk memberikan pengamanan ekstra. AKP Ismanto mengatakan sepeda kayuh tidak memiliki register data.

Akibatnya ketika sepeda itu dicuri akan sulit untuk melacaknya. Pemilik sepeda wajib menambahkan alat pengaman untuk menghindari pencurian. Bahkan, pengamanan sepeda harus lebih ketat dibandingkan pengamanan sepeda motor.

Kasus Baru! Perempuan Lansia Purwosari Jadi Pasien Positif Covid-19 Ke-43 di Solo

“Saat ini kan baru booming orang bersepeda atau gowes. Terbukti orang mau beli sepeda antre banyak. Peluang kejahatan pencurian sepeda turut meningkat pula,” papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai, Kamis (2/7/2020).

Ia menambahkan jajaran Polsek Laweyan sudah intensif berpatroli siang maupun malam. Namun, masyarakat juga dapat menjadi polisi untuk diri sendiri dengan cara mewaspadai segala bentuk kejahatan.

Dia mengakui hingga saat ini jajaran Polsek Laweyan belum pernah menerima laporan pencurian sepeda di wilayah itu. Namun, bukan berarti pencurian itu tidak ada. Masyarakat harus tetap waspada.

Setahun Meninggal Akibat Tabrak Lari di Flyover Manahan Solo, Keinginan Retnoningtri Akhirnya Terwujud

Seperti diberitakan, peristiwa yang diduga pencurian sepeda oleh seorang laki-laki terekam kamera pengawas di Jl Sidoasih Timur, Mangkuyudan, Laweyan, Solo. Video aksi diduga pencurian itu dibagikan akun Instagram ics__infocegatansolo pada Selasa (30/6/2020).

Tertangkap Kamera

Dalam video itu, seorang lelaki memakai jaket hitam, celana pendek putih, dan memakai masker tampak berjalan di trotoar. Beberapa saat kemudian, pria yang sama kembali tertangkap kamera mengendarai sepeda BMX untuk anak.

Pria itu terlihat berusaha memacu sepeda berukuran kecil itu dengan cepat keluar dari kompleks perkampungan. Sebelumnya, seorang perempuan berinisial DTS, 25, juga menjadi korban pencurian sepeda lipat pada di rumah indekosnya, Jl Kahuripan Timur, Sumber, Banjarsari, Solo.

Railbus Batara Kresna Rute Solo-Wonogiri Disetop Per Juli 2020, Kenapa?

Padahal, sepeda lipat jenis Ecosmo Z8 berwarna oranye itu baru dibeli korban sebulan sebelumnya. Korban pencurian, DTS, kepada Solopos.com, Selasa (16/6/2020), mengatakan ia meletakkan sepeda lipat itu di tempat parkir indekosnya.

Menurutnya, ia meletakkan sepeda lipat itu di paling ujung cukup tersembunyi. Ia menduga pencurian itu terjadi pada dini hari menjelang subuh.

“Saya baru sebulan beli sepeda lipat itu senilai Rp3,5 juta. Tapi malah dicuri orang lain, semoga ini menjadi pembelajaran masyarakat Kota Solo agar lebih waspada,” papar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho