Marak Kasus Kekerasan Seksual di Jepara, Mayoritas Korban Anak di Bawah Umur

Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), tergolong tinggi dengan hampir seluruh korban merupakan anak di bawah umur.

 Ilustrasi (freepik.com).

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (freepik.com).

Solopos.com, JEPARA –– Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), terbilang memprihatinkan. Hal ini dikarenakan jumlah kasus tersebut tergolong tinggi. Tak hanya itu, mayoritas korban kekerasan seksual di Jepara juga berasal dari kalangan anak di bawah umur.

Data Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara, sejak Januari hingga September 2022, terdapat 22 kasus kekerasan seksual di wilayah tersebut. Dengan kata lain, setiap bulan ada setidaknya dua hingga tiga kasus kekerasan seksual di Jepara.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Setiap bulan kami mengungkap kasus kekerasan seksual. Jumlahnya beragam, tapi paling banyak di bulan Maret 2022. Ada lima kasus kekerasan seksual,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Fachrur Rozi, dikutip dari Murianews.com, Jumat (7/10/2022).

Rozi mengungkapkan dari 22 kasus kekerasan seksual di Jepara itu, 21 di antaranya merupakan kekerasan atau pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak di bawah umur. Sedangkan satu kasus lainnya dialami orang dewasa.

Rozi mengungkapkan, pelaku kekerasan seksual sebagian besar adalah orang dekat korban. Baik kedekatan itu atas dasar ikatan keluarga atau hubungan pertemanan. Pelecehan seksual yang dilakukan pelaku atas dasar ikatan keluarga itu seperti ayah merudapaksa anak tirinya. Salah satunya kasus kekerasan seksual yang dialami gadis SMA oleh ayah tiri sebanyak empat kali.

Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Seksual, Bocah di Medan Terinfeksi HIV/AIDS

Selain itu ada juga kasus pencabulan yang dialami anak perempuan di bawah umur oleh delapan pria. Sebagian pelakunya bahkan masih berada di bawah umur juga. Kasus ini menimpa korban asal Kecamatan Pecangaan pada April lalu.

Rozi mengatakan kasus-kasus kekerasan seksual di Jepara dilakukan dengan beragam modus. Rata-rata, pelaku menggunakan kuasanya untuk memperdayai korban hingga mau menuruti perilaku bejatnya.

Sejauh ini, Satreskrim Polres Jepara menerapkan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU Nomor 17/2016 tentang perlindungan anak dalam menjerat pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah uumur. ”Berdasarkan pasal itu, ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun,” pungkas Rozi.

Sumber: Murianews.com

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Misteri Pembunuhan Keluarga di Magelang Mulai Terkuak, Pelaku Diduga Anak Kedua

      Teka-teki seputar kasus pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), mulai terkuak.

      24 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Belajar Kerja Sama Sister City dari Magelang

      Kerja sama antara Kota Magelang dan Kota Tula, Rusia menjadi salah satu bahasan pada Rapat Koordinasi Kerja Sama Daerah dengan Pihak Luar Negeri, yang diselenggarakan di Hotel Aston Inn, Senin (28/11/2022).

      Liburan ke Benteng Portugis Jepara, Bangunan Bersejarah di Tepi Jawa

      Benteng Portugis merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jepara yang menyajikan perpaduan bangunan bersejarah dengan panorama alam di tepi laut.

      Ada Pemeliharaan, Cek Jadwal Pemadaman Listrik Semarang Hari Ini (29/11/2022)

      Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada hari ini, Selasa, 29 November 2022.

      Perhatian! Ini Cara Urus BLT Tidak Cair di Semarang karena NIK Ganda

      Sejumlah warga Kota Semarang penerima manfaat kesulitan mencairkan bantuan langsung tunai atau BLT karena mengalami NIK ganda.

      3 Orang Sekeluarga di Magelang Diracun, Pelaku Ditangkap

      Polisi telah menangkap terduga pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap tiga orang sekeluarga dengan cara memberikan racun.

      Innalillahi, Tabrak Truk, Pelajar Perempuan Kudus Meninggal Dunia

      Seorang pelajar perempuan di Kudus meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan maut menabrak sebuah mobil truk boks.

      Cekcok, Suami di Batang Tembak Istri dengan Airsoft Gun

      Seorang suami di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), tega tembak istri dengan airsoft gun setelah keduanya terlibat pertengkaran.

      Pameran Fotografi di Salatiga, Sajikan Kondisi Rawa Pening Terkini

      Sebuah pameran fotografi yang membahas seputar problematika di Rawa Pening digelar di Salatiga.

      Berakhir, GIIAS Semarang Tarik Minat 30.000 Pengunjung

      GIIAS The Series 2022 di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), ternyata sanggup menarik perhatian 30.000 lebih pengunjung.

      Bus Trans Semarang Ramah Disabilitas Resmi Mengaspal, Begini Tampilannya

      Bus Trans Semarang yang ramah bagi penyandang disabilitas resmi meluncur di Kota Semarang.

      Tetapkan UMP Jateng 2023 Naik 8,01%, KSPI: Ganjar Belum Berpihak ke Buruh

      Serikat buruh yang tergabung dalam KSPI Jateng menilai kenaikan UMP 2023 sebesar 8,01 persen belum mengakomodasi kelompok buruh.

      Diduga Diracun, 3 Orang Sekeluarga di Magelang Meninggal

      Tiga orang dalam satu keluarga di Magelang meninggal dunia setelah dibunuh dengan cara diracun.

      Ganjar Sebut Backingan Tambang Ilegal Gede-Gede, Tapi Tidak Tahu Siapa

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membenarkan adanya peran 'orang besar' sebagai backing tambang ilegal di wilayahnya.

      Ngaku, Bupati Pemalang Terima Uang dari Promosi Jabatan

      Bupati nonaktif Pemalang, Mukti Agung Wibowo, mengaku telah menerima uang setoran dari para pejabat Pemkab Pemalang yang menjadi terdakwa atas kasus suap jual beli jabatan.