Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menelepon Direktur Utama PT RUM, Pramono, saat mediasi antara PT RUM dan masyarakat Wonogiri di Gedung Setda Wonogiri, Jumat (22/11/2019). (Istimewa/Humas Setda Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, tak mampu membendung kemarahannya saat mendengar penjelasan yang berbelit-belit dari General Manager (GM) PT RUM, Haryo Ngadiyono, dalam audiensi di Kantor Setda Wonogiri, Jumat (22/11/2019).

Audiensi itu digelar lantaran ada aduan dari warga Selogiri dan Wonogiri yang mencium bau tak sedap diduga dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Wilayah Nguter berbatasan langsung dengan Selogiri. Warga di wilayah tersebut juga sudah berbulan-bulan mengeluhkan bau limbah PT RUM.

Audiensi itu bukan yang pertama digelar. Sebelumnya, pada 23 Oktober, audiensi serupa sudah pernah digelar di ruangan yang sama yakni Ruang Kahyangan Setda Wonogiri.

Musim Durian Wonogiri Sudah Tiba, Saatnya Berburu!

Namun, sebulan setelah mediasi, bau itu masih tercium dan meresahkan masyarakat di Selogiri dan Wonogiri. Dalam mediasi Jumat itu, Joko Sutopo alias Jekek sempat menyodorkan buah durian kepada General Manager PT RUM, Haryo Ngadiyono.

Dianggap Sudutkan Kaum Hawa, Penulis Nakhoda Kapal Pecah Diserang Netizen

Aroma buah itu tercium ke seluruh ruangan. Baik perwakilan PT RUM maupun perwakilan warga mencium bau yang sama. Kesamaan aroma yang dicium ramai-ramai menunjukkan indera penciuman peserta audiensi semuanya berfungsi dengan baik.

Di Balik Viralnya Es Teh Rp2.500 Di Purwodiningratan Solo, Seenak Itukah?

Pada kesempatan itu, Haryo memaparkan soal hasil uji emisi yang dilakukan PT RUM terkait produksi. Dalam tiga pekan terakhir, PT RUM sempat mengurangi volume produksi yang diindikasi dapat mengurangi penguapan gas H2S yang ditimbulkan akibat proses pengolahan limbah.

Jokowi Tunjuk 7 Staf Khusus Presiden dari Milenial, Ini Tugasnya

PT RUM juga menambah pipa pengisap penguapan gas H2S dari IPAL dialirkan ke wet scrubber serta menambah mesin blower baru dengan kapasitas lebih besar.

Laris Manis, Warung di Sragen Ini Jual Nasi Soto Rp1.000/Mangkok

“Terjadinya kondisi gangguan aroma di lingkungan akibat ada trouble produksi atau gangguan peralatan. Jika kondisi normal tidak menimbulkan gangguan di lingkungan,” ujar Haryo seraya menunjukkan slide berisi grafik dan angka-angka hasil uji emisi kepada hadirin.

Mulai 2020, Pengangguran Digaji Pemerintah Hingga Rp7 Jutaan

Paparan Haryo dirasa tak memuaskan. Hadirin menuntut agar bau itu hilang. Jekek juga menagih konsekuensi atas adanya dugaan wanprestasi dari perizinan yang diterima PT RUM lantaran ada dampak yang timbul di luar ketentuan.

“Jadi pilihannya mau tutup atau ada gerakan sosial? Kami butuh jawaban ya atau tidak!” cecar Jekek.

Khasiat Habbatussauda Diklaim Sembuhkan Segala Penyakit Kecuali Kematian

Namun, Haryo hanya diam. Jekek berulang kali menanyakan hal serupa. Haryo hanya membalas, “Soal keputusan ini bukan kewenangan saya. Saya sampaikan kepada pimpinan kami,” ujar dia sembari memainkan ponselnya.

Waduh, Kalori Kerupuk Setara Sepiring Nasi

Kesal dengan jawaban Haryo, Jekek meminta Haryo menelepon atasannya, Direktur Utama PT RUM, Pramono. Jekek dan Pramono kemudian berbicara lewat telepon namun tidak jelas apa isi percakapan keduanya.

Prabowo: Presiden Tegas ke Saya, Tak Boleh Bocor!!!

“Kalau serius, saya minta Pak Pram datang ke sini sekarang,” ujar Jekek sebelum menutup telepon.

Gubernur Jateng Izinkan PNS Kerja di Rumah, Ini Syaratnya...

Setelah itu Jekek berkata kepada Haryo, “Kalau [Pramono] tidak datang, kamu tidak boleh meninggalkan ruangan ini. Biar saja kalau mau dianggap penyekapan. Sama Wonogiri kok main-main,”

Komisaris Utama Pertamina, Penghasilan Ahok Bakal Lebih Gede dari Anies Baswedan

Saat menunggu kedatangan Pramono, mediasi itu diskors hingga Salat Jumat selesai. Namun, ditunggu hingga pukul 13.30 WIB, Pramono tak kunjung datang. Mediasi itu pun ditutup.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten