Manusia dan Ternak Berbagi Lewat Secuil Brem Wonogiri

Brem merupakan makanan khas Wonogiri, Jawa Tengah, yang menjadi sarana berbagi antara manusia dengan hewan ternak.

 Mulyati, 50, menjemur brem buatannya di halam rumahnya di Tukluk RT 001/RW 002, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Jumat (24/6/2016). (Solopos/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Mulyati, 50, menjemur brem buatannya di halam rumahnya di Tukluk RT 001/RW 002, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Jumat (24/6/2016). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI – Manis, asam, dengan sensasi dingin menjadi ciri khas camilan asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, bernama brem. Makanan dari sari pati ketan ini merupakan hasil ciptaan warga Dusun Tenggar, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi.

Rasanya sombong sekali jika menyantap makanan tanpa mengetahui asal-usulnya. Konon, makanan ini menjadi sarana berbagi antara manusia dengan hewan ternak seperti sapi dan kambing. Bagaimana kisahnya?

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Dilansir dari laman Institut Pertanian Bogor, Kamis (22/9/2022), brem merupakan pangan tradisional masyarakat Wonogiri. Produk ini merupakan bagian penting dari budaya, identitas, dan warisan nenek moyang yang berkontribusi pada sejarah perkembangan Wonogiri. Brem adalah produk makanan hasil fermentasi yang menghasilkan alkohol jenis etanol. Makanan ini diolah dari jus atau sari pati ketan yang telah difermentasikan.

Baca juga : Satria Piningit & Mitos Presiden RI Harus dari Jawa

Setidaknya ada tiga jenis brem di Indonesia, yaitu brem Madiun yang berwarna putih kekuningan, dengan citararasa asam-manis dan berbentuk balok berukuran 0.5 x 5 to 7 cm; brem Wonogiri berwarna putih, rasa manis, sangat mudah larut dan dibuat dalam bentuk balok bundar tipis berdiameter sekitar 5 cm; dan brem Bali merupakan minuman keras terkenal di daerah Bali.

Hasil penelitian mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berjudul Perkembangan Sentra industri Kecil Brem di Desa Gebang Kecamatan Nguntoronadi tahun 1990-2015 memberikan gambaran tentang proses produksi olahan kuliner khas tersebut. Penelitian itu menjelaskan belum diketahui pasti bagaimana awal mula pembuatan brem di sana. Namun, masyarakat setempat menyebut usaha brem merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang yang dikembangkan sekitar 1950-an.

Proses pembuatan makanan khas Wonogiri ini cukup panjang. Pertama, ketan yang akan dimasak menjadi brem dipilih dengan kualitas yang terbaik. Ketan kemudian direndam sekitar 30 menit agar lebih mengembang. Ketan kemudian dikukus sampai setengah matang, kemudian dicuci bersih. Selanjutnya ketan dikukus kembali sampai matang dan didinginkan. Lalu ketan ditaburi ragi berupa kapang Amylomyces rouxii dan kamir Endomycopsis burtonii menghidrolisis untuk mengubahnya menjadi maltosa dan glukosa.

Brem Buatan Warga Wonogiri
Warga Dusun Tenggar Lor, Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Wiyati, sedang melihat brem yang ia produksi di rumahnya, Senin (19/9/2022). (Solopos.com/Luthfi Shobri M.)

Proses fermentasi yang dilakukan selama lima hingga enam hari itu berguna memecah kandungan gula di dalam ketan menjadi etanol dan asam organik. Setelah tape ketan matang kemudian diperas untuk diambil sarinya dan kemudian dimasak kembali sampai mengental. Adonan itu kemudian dicetak dengan cetakan khusus berbentuk bulat pipih, selanjutnya dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dikemas.

Berbagi dengan Ternak

Proses pembuatan brem Wonogiri belum selesai sampai pada tahap pengemasan. Ampas brem tersebut masih bisa diolah kembali menjadi bahan yang dikonsumsi hewan ternak, seperti sapi, kambing, hingga ayam. Selain menjadi sentra industri brem, Dusun Tenggar juga menjadi tempat penggemukan sapi.

Sapi merupakan hewan ternak yang banyak dipelihara masyarakat dengan cara sederhana. Dalam beternak sapi, masalah pakan sering menjadi kendala bagi para peternak. Padahal, kesesuaian dan ketercukupan pakan menjadi penentu kesehatan hewan ternak. Jika sapi hanya diberikan pakan berupa dedaunan atau rerumputan, maka kebutuhan nutrisinya kurang terpenuhi. Sapi membutuhkan pakan tambahan berupa konsentrat yang harganya cukup mahal di pasaran. Guna mengatasi tingginya harga pakan konsentrat, maka diperlukan bahan pakan alternatif  penyusun konsentrat yang harganya lebih murah.

Baca juga : Isu Pertalite Lebih Cepat Menguap, Antara Sugesti atau Fakta

Dalam hal itu, ampas brem Wonogiri hadir sebagai solusi. Dikutip dari laman pakanternakinstan.com, kandungan bahan pakan ternak saat ini menjadi peranan terpenting dalam bidang peternakan besar maupun kecil. Pakan ternak harus mengandung banyak zat gizi dan nutrisi, agar perkembangan hewan ternak dapat berkembang biak dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, ampas brem dapat dijadikan campuran pakan ternak karena kandungan nutrisi di dalamnya. Ampas brem dengan kandungan berat kering (BK) 81,634%, memiliki protein kasar (PK)3,130%, lemak kasar (LK) 2,120%, serat kasar (SK) 2,111%, dan total digestible nutrient 55,826.

Gusti Putu Agus, dkk., dalam artikel berjudul Pengaruh Konsentrasi Substrat Tepung Limbah Brem dan Lama Fermentasi terhadap produksi Kalsium Sitrat dengan Menggunakan Aspergillus niger ATTC 16404 menjelaskan, ampas brem sejatinya merupakan limbah yang masih bisa diolah. Dari komposisinya, beras ketan yang menjadi brem hanya sekitar 75%, sedangkan 25% sisanya menjadi limbah. Limbah ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif ternak ruminansia alias hewan pemamah biak seperti sapi, domba atau kambing.

polisi cek sapi wonogiri
Polisi di Wonogiri mengecek kondisi sapi di kandang ternak milik warga, Senin (30/5/2022). (Istimewa/Polres Wonogiri)

Pada umumnya konsentrat terbuat dari bekatul, dedak, ampas singkong, ampas tahu, bungkil kelapa, tepung ikan, dan polard. Bahan yang paling sering digunakan untuk membuat konsentrat adalah limbah pertanian karena harganya jau mudah diperoleh dan berkualitas baik  lebih ekonomis. Berdasarkan hasil penelitian, dengan pemberian pakan berupa hijauan, konsentrat jadi, dan ditambah dengan ampas brem akan mendapat pertambahan bobot badan rata-rata 0,8 kg/hari.

Pada sapi peranakan ongole dan jantan sapi perah juga diperoleh rata-rata pertambahan bobot badan masing-masing adalah 0,52 kg/hari dan 0,4 kg/hari dengan hanya memberikan hijauan saja tanpa ada penambahan konsentrat. Apabila pakan yang diberikan hanya hijauan saja maka pertambahan bobot badan yang dicapai tidak akan setinggi pertambahan bobot badan yang mendapat pakan berupa hijauan dan konsentrat.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.

      Psikolog Dinsos Sebut Ibu Bunuh Anak Kemungkinan Alami Gangguan Jiwa

      Suwarni yang tega membunuh anaknya sendiri dianggap meyakini nilai-nilai yang salah memperlakukan anak yang membuat malu keluarga. Ada kemungkinan pelaku mengalami gangguan kejiwaan.