Mantul! Sragen Disemprot Disinfektan Pakai Drone
Drone sprayer menyemprotkan cairan disinfektan di area Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, Sabtu (28/3/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN – Dua unit pesawat tanpa awak, drone sprayer, milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dikerahkan untuk menyemprotkan disinfektan dari udara di wilayah Kota Sragen, Sabtu (28/3/2020).

Adapun sasaran penyemprotan disinfektan melalui udara itu adalah sejumlah ruang publik seperti Alun-Alun Sasana Langen Putra, Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Pasar Bunder, Pasar Kota Sragen, Pasar Nglangon, dan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro.

Sekjen MUI Sarankan Indonesia Segera Di-Lockdown

Dua unit drone bernama Spraying Robot Indonesia (SRI) I dan II itu masing-masing berkapasitas 25 liter dan 10 liter. Drone sprayer itu sebetulnya biasa difungsikan untuk menyemprotkan pestisida ke area perkebunan.

Tetapi drone itu juga bisa dipakai untuk menyemprotkan disinfektan demi mencegah persebaran virus corona di Sragen. Dua pesawat tanpa awak itu terbang paling lama 20 menit. Jangkauan kontrol drone sprayer itu bisa mencapai radius 3 km.

Round Up Darurat Bencana Corona Jateng: 55 Positif, 349 PDP, 6.192 ODP

“Ini adalah bagian dari pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. UMM hadir setiap kali dibutuhkan masyarakat. Kami datang jauh dari Malang karena ada permohonan dari Bupati Sragen yang sangat proaktif dalam memerangi virus corona,” jelas Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, David Hermawan, saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Corona Indonesia: Pakar UI Prediksi 2,5 Juta Orang Kena Corona, Kematian Capai 240.244

Sterilisasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mengatakan sebelumnya belum ada pemberitahuan kepada para pedagang terkait penyemprotan disinfektan melalui udara itu. Dia mengakui penyemprotan disinfektan melalui dua unit drone spraying itu terbilang mendadak.

“Tiga hari lalu kami mengajukan permohonan kepada UMM. Dan pada hari ini mereka datang ke Sragen. Kita tinggal action saja. Mau tidak mau, pedagang harus siap. Ini kami lakukan demi kebaikan masyarakat Sragen, bukan dalam rangka mengusir mereka dari pasar,” terang Tatag.

Selain menyemprotkan disinfektan dari udara, Pemkab Sragen juga membagikan 10.000 liter disinfektan kepada warga secara gratis.

Cerita Pasien Pertama Corona di Wuhan

Pengambilan disinfektan itu dilayani di halaman Setda Sragen. Pembagian disinfektan itu dilayani dalam dua tahap.

“Rencana awal kami hanya menyiapkan 5.000 liter. Karena cepat habis, sementara masih ada warga yang terus berdatangan, kami tambah lagi 5.000 liter sehingga totalnya jadi 10.000 liter disinfektan,” papar Tatag.

#MediaLawanCovid19: Sayangi Keluarga, Plis Jangan Mudik!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho