Mantul, Penyandang Disabilitas di Klaten Belajar Bikin Pupuk Organik

Penyandang disabilitas di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Klaten, berlatih membuat pupuk organik untuk mendukung ketahanan pangan di desa setempat di tengah pandemi Covid-19.

 (Espos/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - (Espos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 20 penyandang disabilitas belajar membikin pupuk organik di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Rabu (27/10/2021). Keberadaan pupuk organik dinilai dapat mendukung ketahanan pangan di desa setempat di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, praktik membikin pupuk organik berlangsung di depan Balai Desa Gatak, Rabu (27/10/2021). Turut hadir dalam praktik membikin pupuk organik itu, Kepala Desa (Kades) Gatak, Walino, beberapa perangkat desa (perdes) di Gatak dan tamu undangan lainnya.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Palar Klaten Berdaya: Bentuk Komunitas Demi Gali Potensi Diri

Di kesempatan tersebut, pupuk organik yang dibikin penyandang disabilitas memanfaatkan sisa-sisa sayuran di tingkat rumah tangga seperti kubis, sawi, dan lainnya. Selanjutnya, sisa-sisa sayuran itu dicampurkan dengan tanah sebelum dicampur dengan air dan cairan fermentasi. Pupuk organik yang sudah jadi langsung dibagikan ke para penyandang disabilitas di Delanggu.

“Kegiatan ini [membikin pupuk organik] baru kali pertama digelar. Ini lingkup peruntukannya masih pekarangan rumah. Di sini, para penyandang disabilitas belajar cara membikinnya. Begitu sudah tahu, bisa memanfaatkan sisa-sisa sayuran di rumah untuk dijadikan sebagai pupuk organik,” kata Ketua Paguyuban Penyandang Disabilitas di Gatak, Kecamatan Delanggu, yakni Fauziah Erfani, saat ditemui di sela-sela pelatihan membikin pupuk organik di desa setempat, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Jelan, Potret Kaum Difabel Klaten yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Fauziah Erfani mengatakan para penyandang disabilitas di Gatak telah tertarik menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan/pekarangan rumah. Selain menjadi aktivitas sehari-hari, kegiatan itu juga ditujukan mendukung ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Masing-masing peserta pelatihan akan memperoleh pot juga. Nanti bisa dioptimalkan [sebagai tempat/media tanam sayuran]. Sementara ini, kami berpikir pupuk organik yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi ke depan, tak menutup kemungkinan bisa dijual juga. Melalui kegiatan ini, para penyandang disabilitas semoga bisa mandiri dan berdaya guna. Istilahnya punya keterampilan,” katanya.

Baca Juga: Kisah Ardha, Bocah Difabel Klaten Bersuara Merdu Hingga Bikin Didi Kempot Terenyuh

Hal senada dijelaskan Kades Gatak, Kecamatan Delanggu, Walino. Pemerintah Desa (Pemdes) Gatak memberikan dukungan penuh ke para penyandang disabilitas di daerahnya agar selalu maju dan berkembang di waktu mendatang.

“Hasil koordinasi dengan para penyandang disabilitas, ternyata teman-teman itu menginginkan adanya pelatihan pembuatan pupuk organik. Kami pun mendukung penuh gagasan itu,” katanya.

Walino mengatakan pupuk organik dinilai sangat ramah lingkungan. Di samping itu, pembuatan pupuk organik sangat murah karena memanfaatkan sampah organik. Pupuk organik pun sangat dibutuhkan tanaman.

Baca Juga: Cerita Momen Indah Ardha Bocah Difabel Klaten Rekaman Bareng Didi Kempot

“Jika memang berkembang, bisa saja digunakan para petani di sini. Prinsipnya, melalui kegiatan tersebut, para penyandang disabilitas memiliki kegiatan positif. Arahnya untuk peningkatan kesejahteraan bagi para penyandang disabilitas juga,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

+ PLUS Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Berita Terkini

Boyolali jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Ada 2 Event Internasional Di Solo, 796 Personel Keamanan Dikerahkan

Polresta Solo siap menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan dua event internasional yakni pertemuan G20 dan ASEAN Paragames, Juli ini.

Ternyata Tak Boleh Beri Nama Anak Cuma Satu Kata, Ini Kata Disdukcapil

Disdukcapil Karanganyar meminta warga untuk tidak memberi nama anak mereka dengan hanya satu kata. Ada aturan yang melarang memberi anak dengan hanya satu kata.

Jadi Daerah Wabah PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Pasar Hewan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memutuskan untuk memperpanjang penutupan seluruh pasar hewan. Menyusul adanya penetapan Boyolali sebagai Daerah Wabah PMK.

Gibran Soal Pelecehan Seksual Personel JKT 48: Protesnya Ke Saya Semua!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapat protes dari banyak pihak soal kasus pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo.

Pemkab Karanganyar Bagi-Bagi 20 Domba Kurban, Siapa yang Dapat?

Pemkab Karanganyar kembali akan membagi-bagi hewan kurban ke sejumlah daerah dan lembaga. Hewan kurban yang dibagi-bagi berupa domba.

Warga Grogol Terseret Ombak Pantai Drini, Ternyata Kakak Beradik

Dua wisatawan asal Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang terseret ombak di Pantai Drini merupakan kakak beradik.

Kisah Misteri Suara Kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu

Kisah misteri kali ini tentang penampakan kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu.

Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hasil tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Wabah PMK (foot and mouth disease).

PPDB SMA/SMK Jateng Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Hasil Sementara

Hasil seleksi PPDB SMA/SMK negeri di Jateng tahun ajaran 2022/2023 akan diumumkan pada Senin (4/7/2022) paling lambat pukul 23.55 WIB.

Selamat! SSB New Tugu Muda Semarang Jawara Kapolres Sukoharjo Cup 3

Sekolah Sepak Bola (SSB) New Tugu Muda Semarang  menyabet Juara 1 dalam turnamen sepak bola Kapolres Sukoharjo Cup 3, yang digelar di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Misinformasi, Gibran Sebut Bupati Karanganyar Tak Setuju BST

Disebut tak izinkan Batik Solo Trans (BST) masuk karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menduga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menerima informasi yang salah.

Gibran Sebut Bupati Karanganyar Tolak BST, Pemkab Langsung Ngetwit Ini

Cuitan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang menyebut Bupati Karanganyar tak menyetujui BST ditanggapi Pemkab Karanganyar.

Akun Calon Siswa SMAN 1 Gondang Sragen Dibajak, Kok Bisa?

Akun milik calon siswa di SMAN 1 Gondang Sragen dibajak orang tak bertanggung jawab dan akibatnya terlempar dari zonasi SMAN 1 Gondang.

Hingga Mei, Penyaluran Elpiji 3kg di Sukoharjo Capai 41,07 Persen

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bersama PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan elpiji 3 kg hingga akhir tahun.