Tutup Iklan

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

 Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iqbal Alqudusy. (Bidhumas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iqbal Alqudusy. (Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Seniman mural asal Soloraya mendominasi ajang Bhayangkara Mural Festival tingkat Jawa Tengah (Jateng) yang diselenggarakan Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, 27 September-17 Oktober 2021.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, mengatakan total ada 74 peserta yang mengikuti ajang Bhayangkara Mural Festival tingkat Jateng. Dari 74 peserta itu, dipilih 11 peserta terbaik untuk bersaing merebut satu tiket ke tingkat nasional.

“Untuk tingkat Jateng, Bhayangkara Mural Festival diikuti 74 kelompok peserta. Saat ini sudah memasuki tahap akhir. 11 peserta sudah terpilih, lima terbaik di antaranya akan kami kirim datanya ke Mabes Polri. Nanti dari lima terbaik ini akan dipilih satu yang berhak tampil di ajang Bhayangkara Mural Festival tingkat Nasional di Jakarta,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis kepada Solopos.com, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Polri Gelar Lomba Mural, Peserta Bebas Kritik Polisi

mural polres solo
Salah satu karya seniman mural asal Solo yang tampil pada Bhayangkara Mural Festival Polda Jateng. (Bidhumas Polda Jateng)

Iqbal mengatakan 11 kontestan terbaik itu mayoritas berasal dari Soloraya. Posisi lima teratas ditempati Garis Cakrawala Indonesia dari Solo, Suprihadi-F. Wisnu (Sragen), Tofazani Arifin (Cilacap), Adnan N.H.-Ridho Abdillah (Sragen), dan Ahmad Kuntadi P. (Wonosobo).

“Sedangkan untuk ranking enam hingga 11 antara lain Tri Murdiyono [Kabupaten Semarang], Fauzi P.R.-Pria E.A. [Wonogiri], Guruh Purwa [Banjarnegara], Mewarnai Indonesia [Solo], Lintas Seni [Pemalang], dan Igul Pambudi [Kota Magelang],” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan Bhayangkara Mural Festival tingkat nasional akan digelar di Jakarta, 30 Oktober mendatang. Perwakilan dari Jateng akan bersaing dengan wakil daerah lain di Indonesia memperebutkan hadiah total senilai Rp90 juta.

Sementara untuk 10 peserta terbaik yang tidak terpilih mewakili Jateng di tingkat nasional akan berkompetisi di tingkat Jateng. Kompetisi tersebut juga akan digelar pada 30 Oktober di halaman Mapolda Jateng, Kota Semarang.

Baca juga: Baru! Mural “Tuhan Kami Lapar” Mejeng di Flyover Janti Jogja

Sementara itu, pada ajang Bhayangkara Mural Festival kali ini Mabes Polri akan mengusung tema “Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi Positif di Masa Pandemi Covid-19”.

“Polri berharap festival ini bisa menjadi wadah masyarakat dalam berkarya dan berkreasi di masa pandemi Covid-19. Harapannya, festival ini bisa mengobarkan semangat kemerdekaan, nasionalisme, dan optimisme di masa pandemi Covid-19,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Surakarta itu.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Hidden Canyon, Mutiara Tersembunyi di Kaki Pegunungan Muria

Alasan penamaan tersebut karena ngarai tersebut berada di tempat tersembunyi dan memang belum banyak diketahui keberadaanya oleh banyak orang karena akses jalannya yang sulit.

Januari 2022 Puncak Musim Hujan, Jateng Siaga Banjir

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari 2022 dan mengingatkan warga Jateng waspada karena termasuk wilayah siaga banjir.

Saung Diterjang Banjir, Kakek di Brebes Terseret Arus Sungai Pemali

Seorang kakek di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dikabarkan hanyut akibat banjir yang melanda Sungai Pemali.

Innalillahi! Bus Rombongan Warga Toroh Grobogan Nyemplung ke Sungai

Bus rombongan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh terguling dan masuk sungai di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bus Sudiro di Tol Semarang-Solo

Bus PO Sudiro Tungga Jaya jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kebakaran di tol Semarang-Solo, Bergas, Kabupaten Semarang.

Angkut 30 Penumpang, Bus Sudiro Tunggal Kebakaran di Tol Semarang-Solo

Gangguan mesin menyebabkan bus PO Sudiro Tunggal mengalami kebakaran saat melintasi tol Semarang-Solo, tepatnya di Kabupaten Semarang.

PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik (molis) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada pelaku UKM di Jateng untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Polres Kudus Gerebek Tempat Produksi Minuman Keras Jenis Arak

Jajaran Polres Kudus menggerebek tempat produksi minuman keras atau miras di sebuah gudang, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sidak Wali Kota Semarang Viral, Warganet Ramai Ikutan Usul Ini

Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan sidak di Kantor Kelurahan Bulusan, di akun instagram pribadinya mendadak viral.

Sejarah Vihara Buddhagaya Semarang

Vihara Buddhagaya di Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang karena didirikan sejak 500 tahun lalu, tepatnya saat keruntuhan Majapahit.

Indahnya Sunrise di Taman Posong Lereng Sindoro Temanggung

Wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki pesona wisata alam yang indah dan masih baru seperti Taman Posong.

Wisata Makam Apung di Pantai Sayung, Tak Tersentuh Air Laut

Demak memiliki objek wisata religi berupa makam apung milik Mbah Mudzakir yang konon tidak pernah terendam air laut meski terjadi gelombang tinggi.

Tragedi Berdarah! 5 Warga Slawi Tewas Diracun Dukun Pengganda Uang

Kisah tragis kali ini tentang tragedi berdarah yang merenggut lima nyawa warga Slawi akibat ulah dukun pengganda uang.

Banyak Tambang Ilegal di Merapi Rusak Lingkungan, Ganjar Pranowo Pusing

Gubernur Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak sembarangan menerbitkan izin usaha penambangan karena banyak yang merusak lingkungan dan membuatnya pusing.

Kontroversi Gelar Kartini, Mestinya R. Ay Bukan RA, Begini Ceritanya

Gelar RA yang disematkan kepada Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia kurang tepat, karena dalam budaya Jawa gelar Kartini mestinya R.Ay.

Wisata Seru ke Wonosobo: Romantis, Eksotis & Magis

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memiliki sederet objek wisata alam yang romantis, eksotis, dan magis.