Pemkot Madiun Percantik Ratusan Becak untuk Dukung Program Wisata
Wali Kota Madiun, Maidi, menumpang becak yang telah dilukis dengan motif bunga-bunga. (Istimewa-Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun sadar wilayahnya tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan sebagai tempat wisata. Atas kesadaran itu, Pemkot dalam dua tahun terkahir terus memperbaiki kota supaya lebih cantik serta layak dikunjungi wisatawan.

Salah satu keberhasilan Pemkot Madiun yaitu mengubah wajah Jl. Pahlawan yang kini di-branding menjadi Pahlawan Street Centre. Kawasan yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian ini semakin menawan. Trotoar di sepanjang Jl. Pahlawan disulap menjadi tempat asyik untuk bercengkerama.

Tak hanya itu, saat ini Pemkot Madiun juga masih terus mengembangkan tempat wisata buatan di Taman Sumber Umis. Nantinya ikon-ikon dunia akan ada di taman tersebut. Tentunya ini menjadi alternatif tempat wisata bagi masyarakat Madiun.

Alhamdulillah...Jatim Terbebas dari Zona Merah Covid-19

Bukan hanya mempercantik tata kotanya, Pemkot Madiun saat ini juga memberdayakan ratusan tukang becak untuk mendukung program wisata. Sekitar 250 becak yang biasanya beredar di Kota Madiun dilukis dengan cat warna-warni. Becak-becak ini akan menjadi salah satu transportasi wisata. Dengan dilukis, transportasi tradisional yang biasanya kumuh itu akan terlihat indah dan enak dipandang.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan ada sekitar 250 becak yang dilukis dengan cat warna-warni. Pihaknya menargetkan pengecetan rampung dalam dua pekan.

Dia menyampaikan saat ini Pemkota Madiun sedang gencar membangun tempat-tempat wisata. Nantinya becak ini tidak hanya menjadi alat transportasi umum, tetapi juga menjadi transportasi wisata.

Viral, Polisi Traktir Pengendara Ojol saat Demo di Surabaya

Seniman yang digandeng Pemkot Madiun melukis becak dengan cat warna-warni. (Istimewa-Pemkot Madiun)

Nilai Seni

Setelah program ini berjalan diharapkan tidak ada becak kumuh di Kota Madiun. Becak tersebut tidak hanya dicat warna-warni tanpa ada nilai seni. Tetapi pengecatan dilakukan oleh seniman sehingga hasilnya menarik.

“Pemilik becak tinggal bawa becaknya ke GOR Wilis. Nanti akan dicat oleh tim yang telah disiapkan,” Jelas dia.

Program pengecatan becak ini telah dimulai pada pekan lalu. Setelah seluruh becak dicat, kata dia, diharapkan tidak ada lagi becak yang tampilannya kumuh. Kalau ditemukan dengan kondisi tersebut, becak itu akan langsung dibawa ke GOR Wilis untuk dicat.

Dua Muncikari di Mojokerto Diringkus, Tawarkan Layanan Threesome Anak SMA

Tidak hanya itu, seluruh pengayuh becak juga mendapatkan kaus. Direncanakan ada beberapa kaus yang diberikan. Hal ini supaya pengyauh becak saat mencari penumpang juga harus tampil menarik.

“Penarik becak ini tidak hanya mengantar penumpang saja. Tetapi juga menjadi pemandu wisata. Artinya, mereka harus paham titik-titik destinasi wisata hingga tempat kuliner, oleh-oleh, dan UMKM,” ujar Maidi.

Kepala Disbudparpora Kota Madiun, Agus Purwowidagdo, mengatakan Pemkot telah menyiapkan tim yang siap mengecat seluruh becak itu. Untuk desain lukisan di becak disesuaikan dengan ikon Kota Madiun, seperti motif bunga hingga pendekar.

Demo di Kantor DPRD Jateng Rusuh, 1 Mahasiswa Kena Lemparan Besi

“Kami menggandeng komunitas pelukis untuk mengecat becak-becak ini. Temanya memang disesuaikan dengan identitas Kota Madiun seperti Kota Sejuta Bunga dan Kota Pendekar,” kata dia.

Nantinya, para pengayuh becak ini akan bertempat di pos mereka masing-masing. Karena becak ini bukan hanya berfungsi sebagai transportasi wisata, tetapi juga menjadi transportasi umum.

“Nanti para tukang becak ini akan dilatih wawasan kepariwisataan. Mereka ini juga akan menjadi pemandu wisata,” ujarnya. (ADV)

Wali Kota Madiun, Maidi, menyemprotkan cat di salah satu becak. (Istimewa-Pemkot Madiun)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom