Mantap! Desa Kemudo Klaten Gandeng Klinik dan Siapkan 16 Tracer Untuk Percepat Penanganan Covid-19

Upaya mempercepat pelacakan kontak erat diberlakukan di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, dengan menyiapkan 16 tracer.

 Ketua BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, mengunjungi Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan guna memantau posko PPKM yang ada di desa tersebut, Rabu (28/7/2021). (Istimewa/Kodim Klaten)

SOLOPOS.COM - Ketua BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, mengunjungi Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan guna memantau posko PPKM yang ada di desa tersebut, Rabu (28/7/2021). (Istimewa/Kodim Klaten)

Solopos.com, KLATEN — Upaya mempercepat pelacakan kontak erat diberlakukan di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Pemerintah desa setempat bekerja sama dengan klinik kesehatan serta memiliki 16 tracer.

Kepala Desa Kemudo, Klaten, Hermawan Kristanto, mengatakan kerja sama dengan klinik kesehatan itu sudah dilakukan sejak ada kasus Covid-19 di desa setempat. Begitu pula dengan persiapan tracer.

Para tracer terdiri dari seluruh ketua RW, Bidan Desa, serta sukarelawan desa. Ketika ada satu warga terkonfirmasi positif Covid-19, para tracer bisa segera melacak kontak erat dari warga itu. Selanjutnya, mereka yang menjadi kontak erat dilakukan tes antigen dari petugas klinik yang sudah bekerja sama dengan desa.

Baca Juga: 2 Atlet Panahan Indonesia Gugur di 64 Besar Olimpiade Tokyo 2020

“Misalkan ada yang positif, saat itu juga petugas bergerak melacak kontak erat dan segera dilakukan tes. Seluruh tes dibiayai dari desa,” kata Hermawan, Kamis (29/7/2021).

Hermawan menuturkan kecepatan tes dan pelacakan kontak erat itu diperlukan untuk segera memutus mata rantai penularan. Warga yang terdeteksi kontak erat dengan pasien positif bisa segera diketahui kondisi mereka dan segera dilakukan edukasi untuk karantina mandiri.

“Dampaknya kecepatan pelacakan kontak erat itu mengurangi kepanikan warga. Jadi mereka bisa tetap tenang sekaligus menjadi cara untuk edukasi kaitannya isolasi mandiri dan pencegahan persebaran Covid-19,” urai dia.

Soal jumlah kontak erat dari setiap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, Hermawan menuturkan beragam. Dari satu kasus positif Covid-19, jumlah kontak erat pernah mencapai 20-30 orang.

Terkait warga yang menjalani isolasi mandiri, Hermawan mengatakan desa menyiapkan tempat isolasi terpusat berkapasitas tempat tidur. Sementara, warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah tetap dalam pengawasan Satgas Covid-19.

Hermawan menuturkan logistik sepenuhnya ditanggung dari desa serta sumbangan sukarelawan dari warga di setiap RT/RW. Kebutuhan logistik dipasok PKK desa yang menyediakan bahan mentah untuk dimasak warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Elpiji juga disiapkan jika sewaktu-waktu kebutuhan gas rumah tangga di rumah warga yang menjalani isolasi mandiri habis.

“Logistik kami sediakan dalam bentuk bahan mentah biar warga juga tidak jenuh di rumah. Mereka punya kesibukan setidaknya dengan memasak,” jelas dia.

Warga yang isolasi mandiri juga bisa request bahan mentah apa saja yang bakal dimasak. Pernah ada yang meminta bisa dibelikan siomai. “Tetap kami penuhi permintaannya,” ungkap dia.

Baca Juga: 50 PKL Sragen Dites Swab Antigen Dulu Sebelum Ambil Bantuan Sembako

Soal anggaran desa untuk penanganan Covid-19, Hermawan mengatakan menggunakan alokasi dana delapan persen dari dana desa. Selain itu, penanganan Covid-19 mengandalkan dana dari Pendapatan Asli Desa (PAD) bersumber dari hasil usaha BUM desa.

Hermawan menuturkan kasus Covid-19 di Kemudo pernah mencapai 200 orang terkonfirmasi positif sekitar tiga hingga empat pekan lalu. Saat ini, tersisa 16 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Saat itu karena di satu RT yang paling banyak kasusnya, kami berlakukan lockdown RT. Warga benar-benar isolasi di rumah selama 10 hari dan logistik kami penuhi,” jelas dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.

Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Para penambang pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen mengaku sulit menghilangkan bau badan akibat terkena air sungai yang tercemar limbah.

150 Siswa SMKN 2 Solo Tiba-Tiba Dites Swab, Ada Apa?

Sekitar 150 siswa dan para guru SMKN 2 Solo mengikuti tes swab di sekolah mereka, Rabu (22/9/2021).

Berbulan-Bulan Nunggu, Siswa SLB-B YAAT Klaten Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

SLB B YAAT Klaten menjadi satu-satunya SLB yang menggelar simulasi PTM mulai Senin (20/9/2021), dari total 14 SLB di Klaten.