Mantan Pebasket Asal Gandekan Solo Tertangkap Konsumsi Sabu-Sabu, Ngakunya Karena Depresi
Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono (kiri) menunjukkan barang bukti kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu oleh mantan pebasket asal Gandekan, Jebres, di Mapolsek Laweyan, Solo, Kamis (26/11/2020). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Seorang mantan pebasket asal Gandekan, Jebres, Solo, berinisial IAK, 33, ditangkap polisi karena mengonsumsi sabu-sabu di salah satu indekos harian kawasan Karangasem, Laweyan, Solo, Minggu (15/11/2020) malam.

IAK mengaku nekat mengonsumsi sabu-sabu karena depresi dengan permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya.

Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono kepada wartawan di Mapolsek Laweyan, Kamis (26/11/2020), mengatakan penangkapan IAK berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas penggunaan sabu-sabu dalam kamar indekos.

Wali Kota Solo Minta Jokowi Angkat Lagi Susi Pudjiastuti Jadi Menteri

Saat Unit Reskrim menyelidiki informasi itu, mereka mencurigai aktivitas IAK. Benar saja, saat digerebek di kamar, mantan pebasket asal Gandekan, Solo, itu kedapatan memiliki dua plastik berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 1 gram.

Kepolisian juga menemukan satu alat isap, satu pipet, serta satu cepuk kecil untuk menyimpan sabu-sabu. “Tersangka mengonsumsi sendirian. Kamar indekos itu disewa harian,” paparnya mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Kecelakaan Maut di Timuran Solo: Identitas Pengendara MX King Masih Misteri

Mengakui Kesalahan

Sementara itu, mantan pebasket asal Solo itu mengaku nekat mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu karena depresi dengan persoalan rumah tangganya. Pria dengan tinggi badan 194 sentimeter itu pun mengakui kesalahannya karena lari ke sabu-sabu.

Ia mengaku merupakan mantan pebasket di dua klub besar asal Solo dan Surabaya. Namun, belum sempat mengenyam karier profesional, ia memutuskan hengkang.

IAK bercerita mulai mengonsumsi sabu-sabu pada tahun 2017 di Surabaya. Namun, pada tahun itu ia sempat berhenti mengonsumsi sabu-sabu karena rekannya tertangkap polisi.

Sebulan Naik 1.000 Kasus Covid-19, Wali Kota Solo Ancam Tutup Pusat Kuliner

Mantan pebasket itu mengaku sangat ketakutan melihat rekannya tertangkap polisi karena sabu-sabu sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Solo. Sempat berhenti mengonsumsi sabu-sabu, ia kembali mencoba lagi barang haram tersebut.

Ia pun mengaku mengonsumi sabu-sabu hanya saat sedang depresi. "Saya tidak terus menerus mengonsumsi sabu-sabu karena sempat berlayar. Saat mengonsumsi sabu-sabu, saya merasa semangat hidup lagi. Saya bisa melupakan masalah hidup saya, tetapi saya salah, dan semoga jangan ada yang meniru saya. Saat ada masalah jangan lari ke narkotika,”papar IAK.

Pergi Berlayar

IAK sempat menjadi seorang pebasket selepas SMA. Ia bergabung dengan klub besar asal Solo sebelum pindah ke Surabaya dan bergabung dengan beberapa klub kota itu. Namun, karena kebutuhan ekonomi ia memilih mencari pekerjaan sebagai seorang penjual mobil dan pergi berlayar.

Dirikan Perusahaan 2 Hari Sebelum Izin Ekspor Benur Dikeluarkan, Fahri Hamzah Mengaku Tahu Rencana Edhy Prabowo

IAK mengaku membeli sabu-sabu seharga Rp1 juta per gram kepada seseorang yang tidak ia kenal. Setelah mentransfer sejumlah uang, eks pebasket itu diberi tahu sebuah lokasi di Solo untuk mengambil sabu-sabu.

IAK mengaku memperoleh nomor itu dari rekannya yang sudah lebih dulu berhenti mengonsumsi sabu-sabu. “Teman saya sudah berhenti lama. Ia menyuruh saya berhenti menggunakan narkotika. Tapi saya ngeyel meminta nomor pengedar sabu-sabu. Hingga akhirnya saya terjerumus,” imbuh IAK.

Ia mengaku selalu berpindah-pindah saat mengonsumsi sabu-sabu. Hal itu lantaran ia masih tinggal bersama orang tuanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom