Mantan Bupati Sragen: Politik Dinasti Sah-Sah Saja, Tapi....

Mantan Bupati Sragen Agus Fathur Rahman menilai politik dinasti sah-sah saja jika memang melalui proses demokrasi yang sah.

SOLOPOS.COM - Agus Fatchur Rahman. (Solopos/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Mantan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, menyampaikan pendapatnya terkait politik dinasti. Bupati Sragen periode 2011-2016 itu menilai politik dinasti sah-sah saja karena kepala daerah itu dipilih secara lektoral dan melalui proses berdemokrasi.

Namun, dia menilai politik dinasti merupakan upaya untuk menumpuk kekuasaan yang kontraproduktif dengan masa depan demokrasi dan masa depan masyarakat.

"Ada dua pandangan berbeda soal politik dinasti. Tapi itu hanya soal persepsi saja," papar politisi Partai Golkar itu saat ditemui Solopos.com di kediamannya di Kampung Kuwungsari, Sragen, Senin (3/8/2020).

Isu terkait politik dinasti selalu mencuat dalam setiap pergelaran Pilkada Sragen. Pada Pilkada 2011 lalu, Kusdinar Untung Yuni Sukowati harus mengakui kekalahannya dari Agus Fatchur Rahman dalam menjadi orang nomor wahid di Pemkab Sragen.

Hari Ini Dalam Sejarah: 4 Agustus 1915, Jerman Menguasai Warsawa

Konon, salah satu penyebab kekalahan Yuni pada masa itu adalah munculnya serangan isu politik dinasti. Yuni yang maju Pilkada pada waktu itu merupakan anak kandung dari Untung Wiyono yang menjadi Bupati Sragen selama dua periode, yakni 2001-2006 dan 2006-2011.

Pada Pilkada 2015 lalu, majunya Yuni sebagai penantang serius Agus Fatchur Rahman juga tidak luput dari serangan isu politik dinasti. Namun, Yuni yang berpasangan dengan Dedy Endriyatno pada waktu itu berhasil mengalahkan pasangan Agus Fatchur Rahman-Joko Suprapto.

Penilaian

Di sisi lain, mantan bupati Sragen tersebut memberikan penilaian terkait merapatnya sejumlah partai besar, termasuk Golkar Sragen, untuk mendukung duet Yuni-Suroto memenangi Pilkada Sragen 2020.

Praktis saat ini, hanya tersisa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra yang belum menunjukkan sikap politiknya dalam Pilkada Sragen.

Video "Skidipapap" Bareng Ericko Lim Viral, Listy Chan Minta Maaf

Dia menilai tidak adanya partai besar yang mau menjadi oposisi berdampak kurang baik bagi keberlangsungan pemerintahan.

"Kalau tidak ada kompetitor, evaluasi kinerja incumbent secara terbuka tidak akan terjadi. Tidak ada panggung untuk menyampaikan kritik atau evaluasi dari kinerja pemerintahan. Eksekutif akan merasa baik-baik saja karena tidak ada panggung untuk evaluasi kinerja. DPRD sendiri diisi oleh banyak incumbent. Jadi, DPRD-nya juga merasa baik-baik saja," ucap Agus Fatchur Rahman.

Berita Terbaru

Bukan Sri Mulyani, Ternyata Ini Calon Bupati Terkaya di Pilkada Klaten

Solopos.com, KLATEN — Arif Budiyono menjadi calon bupati (cabup) terkaya yang bertarung di Pilkada Klaten 2020. Di urutan kedua...

Bawaslu Siap Bubarkan Kampanye Pilkada Klaten 2020, Jika ...

Solopos.com, KLATEN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten mewanti-wanti setiap pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati wajib menaati protokol pencegahan...

Wow! Anggaran Pengamanan Pilkada Sragen Capai Rp2,5 Miliar

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 981 polisi dan 4.542 petugas perlindungan masyarakat (linmas) siap mengamankan Pilkada 2020. Hal itu diungkapkan...

Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tetap memasang target tinggi untuk tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada...

Unik! Cabup-Cawabup Wonogiri Bertukar Pasangan Saat Pengundian Nomor Urut

Solopos.com, WONOGIRI -- Hal-hal penuh kejutan dan unik mewarnai pengundian nomor urut pasangan calon di Pilkada Wonogiri 2020, Kamis...

Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Foto Yuni-Suroto Ada di Kanan Kotak Kosong

Solopos.com, SRAGEN — Pasangan calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto), mendapatkan posisi kanan dalam...

Polisi Bripda hingga Aiptu Tempel Ketat Calon Bupati-Wakil Bupati Klaten

Solopos.com, KLATEN — Belasan anggota Polres Klaten melakukan pengawalan melekat ke tiga pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada...

Kelar Pengundian Nomor Urut, 2 Paslon Peserta Pilkada Solo Langsung Umbar Optimisme

ASemSolopos.com, SOLO -- Dua pasangan calon atau paslon peserta Pilkada Solo 2020 langsung mengumbar optimisme begitu acara pengundian nomor...

Anggota Komisioner KPU Wonogiri Pakai Pakaian Adat Saat Pengundian Nomor, Ini Maknanya

Solopos.com, WONOGIRI -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Wonogiri mengusung konsep budaya dan seni dalam melaksanakan tahapan pengundian nomor...

Bupati Klaten Sri Mulyani Segera Cuti, Siapa Pejabat Sementara Penggantinya?

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang menjadi peserta Pilkada 2020, segera ambil cuti, namun, hingga saat ini...