Mantan Bupati Sragen Hibahkan Tanah Untuk DPC PDIP, Segini Luasnya

DPC PDIP Sragen mendapatkan hibah tanah dari mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, seluas 652 meter persegi. Tanah itu akan dibangun kantor DPC PDIP Sragen.

 Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati (kiri), bersama Sekretaris DPC PDIP Sragen Suparno menunjukkan sertifikat hibah tanah dari keluarga mantan Bupati Untung Wiyono kepada DPP PDIP di ruang kerja Bupati Sragen, Rabu (3/8/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati (kiri), bersama Sekretaris DPC PDIP Sragen Suparno menunjukkan sertifikat hibah tanah dari keluarga mantan Bupati Untung Wiyono kepada DPP PDIP di ruang kerja Bupati Sragen, Rabu (3/8/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Keluarga mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, menghibahkan tanah seluas 652 meter persegi yang terletak di Jl. Sukowati, Sine, Sragen Kota, Sragen kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sertifikat tanah hibah itu sudah diatasnamakan PDIP yang nantinya dipergunakan untuk pembangunan Kantor DPC PDIP Sragen.

Penjelasan hibah tanah itu diungkapkan Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati, yang tidak lain putra Untung Wiyono.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Pada momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-77 RI ini, proses hibah tanah untuk PDIP selesai. Lahan tersebut akan menjadi lokasi pembangunan Kantor DPC PDIP Sragen. Dengan adanya Kantor DPC bisa menyuarakan aspirasi. Ini jadi wahana kami untuk berpartisipasi di perpolitikan,” ujarnya, Bowo, sapaan akrabnya disaksikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Kerja Bupati, Rabu (3/8/2022).

Bowo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sragen, yang tidak lain kakak kandungnya, dalam membantu dan mendukung proses balik nama hibah tanah untuk PDIP dari keluarga Untung Wiyono. Rencana peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDIP Sragen akan dilakukan oleh DPD, kemungkinan pada Agustus ini.

Baca Juga: PDIP Incar Kursi Bupati Karanganyar di Pilkada 2024

“Pembangunan Kantor DPC itu minimal dua lantai. Tidak perlu terlalu mewah tetapi yang penting fungsinya. Tempatnya bisa muat banyak kader. Untuk joglo yang ada di Kantor DPC sekarang ikut dipindah ke lokasi baru karena ada nilai sejarahnya. Sumber dananya dilakukan secara gotong-royong,” ujarnya.

Detail engineering design (DED) pembangunan Gedung DPC PDIP, menurut Bowo, sudah jadi. Kebutuhan anggarannya, ujar dia, tidak sampai Rp3 miliar dan diharapkan selesai pada awal 2023 agar bisa digunakan menyiapkan Pemilu 2024.

Bowo menambahkan, PDIP menargetkan bisa meraih 23 kursi di DPRD Sragen pada Pemilu 2024 nanti. Saat ini PDIP meraih 13 kursi. Target tambahan 10 kursi itu menyebar di semua daerah pemilihan (dapil).

Tempati Lahan Pemkab

Bupati Yuni menyampaikan Kantor DPC PDIP Sragen sekarang masih menempati lahan milik Pemkab. Setelah kantor DPC PDIP Sragen pindah, lahannya akan digunakan untuk optimalisasi pelayanan di Kelurahan Sragen Wetan karena lokasinya bersebelahan dengan kantor kelurahan tersebut.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Sragen Tak Setujui Penggabungan SD Minim Siswa

“Pembangunan Kantor DPC itu awal 2023 harus jadi. Kalau tidak, maka bisa mengganggu konsentrasi persiapan Pemilu 2024. Harapannya Agustus ini bisa peletakan batu pertama. Semua kader PDIP bergotong-royong membangun kantor supaya ada rasa memiliki. Rohnya kebersamaan,” kata Yuni, sapaan akrabnya.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Suparno, yang ada di ruangan itu menyampaikan soal berapa nilai tanah yang dihibahkan tidak penting. Yang penting manfaatnya bisa digunakan seterusnya untuk parpol.

“Prinsipnya kader PDIP di bawah siap diajak gotong-royong untuk membangun kantor DPC. Apalagi PDIP punya kader terbaik, Bupati Sragen. Kebutuhan anggarannya hampir mencapai Rp3 miliar,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.