Tersangka selaku Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (tengah) tiba di kantor KPK, Jakarta, Senin (15/10/2018). (Antara-Sigid Kurniawan)

Solopos.com, BANDUNG -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan dakwaan terhadap lima terdakwa kasus suap proyek Meikarta. Total nilai suap mencapai Rp16.182.020.000 dan SGD270.000.

Terdakwa menerima suap untuk memuluskan perizinan mega proyek tersebut dengan besaran yang berbeda-beda. Selain para terdakwa, jaksa juga menyebut sejumlah pejabat lain yang menikmati uang suap tersebut.

"Para terdakwa telah menerima uang seluruhnya sejumlah Rp16.182.020.000 dan SGD270.000," kata jaksa dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/2/2019).

Lima terdakwa yang didakwa yakni, eks Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin; Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludin; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pemkab Bekasi, Dewi Tisnawati; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat Maju Banjarnahor; dan Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili.

Sedangkan, rincian fulus yang diterima oleh masing-masing terdakwa yakni Neneng Hasanah Yasin menerima Rp10.830.000.000 dan SGD90.000, Jamaludin menerima Rp1,2 miliar, Dewi Tisnawati menerima Rp1 miliar dan SGD90.000, Sahat Maju Banjarnahor menerima Rp952.020.000, dan Neneng Rahmi Nurlaili menerima Rp700 juta.

Dalam dakwaan, selain para terdakwa yang disebut menerima suap, ada juga pejabat lain yang saat ini masih belum ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa yang menerima Rp 1 miliar.

Selain itu ada nama Daryanto yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bekasi yang menerima Rp500 juta. Ada juga nama Tina Karini Suciati Santoso sebagai Kepala Bidang Bangunan Umum Dinas PUPR Pemkab Bekasi yang menerima Rp700 juta.

Selanjutnya, Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/Bappeda Pemkab Bekasi E Yusup Taupik menerima Rp500 juta. Terakhir, Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang atau BMPR Pemkab Bekasi Yani Firman yang menerima SGD90.000.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten