Mantab, Batik Ciprat Karya ODGJ dan Difabel Klaten Laris di Pasaran

Sejumlah ODGJ dan penyandang disabilitas fisik atau difabel di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, mampu menciptakan batik ciprat yang laris di pasaran.

Ponco Suseno - Solopos.com
Kamis, 4 November 2021 - 16:19 WIB

SOLOPOS.COM - penyandang disabilitas di desa setempat. (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas fisik atau difabel di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, mampu menciptakan batik ciprat sejak, pertengahan September 2021. Batik ciprat bikinan ODGJ dan penyandang disabilitas di Kemudo tersebut ternyata laris manis di pasaran.

Kreativitas sejumlah ODGJ dan penyandang disabilitas di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, bermula setelah mengikuti pelatihan membikin batik ciprat yang difasilitasi Balai Kartini di Temanggung, Jateng. Pembuatan batik ciprat dinilai sangat sederhana. Hal itu dimulai dengan menyiapkan kain polos berwarna putih.

Baca Juga: Mulia, Kades di Klaten Ider Nasi ke Lansia, ODGJ dan Difabel Tiap Hari

Selanjutnya, batik itu diciprati dengan malam. Cipratan malam disesuaikan dengan kebutuhan. Terkadang dengan teknik vertikal, horizontal, atau pun secara asal atau sembarangan. Begitu sudah diwarnai, kain batik ciprat dikeringkan.

Satu potong batik ciprat berukuran 210 cm X 115 cm. Batik ciprat dengan motif satu warna dijual senilai Rp120.000. Sedangkan motif ciprat dengan dua warna atau lebih biasanya senilai Rp175.000. Sejak pertengahan September 2021 hingga sekarang, sejumlah ODGJ dan penyandang disabilitas sudah mencetak kurang lebih 100 potong.

“Ini bagian dari kegiatan Shelter Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati. Di dalamnya ada kegiatan membatik ciprat ini. Total ada 25 orang dari ODGJ dan penyandang disabilitas Desa Kemudo. Lima orang dari Desa Brajan [Prambanan]. Meski ada ODGJ dan penyandang disabilitas, yang ikut kegiatan di sini lebih banyak penyandang disabilitas,” kata Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Reni Susanti, saat ditemui wartawan di kompleks kantor desa setempat, Kamis (4/11/2021).

Baca Juga: Jelan, Potret Kaum Difabel Klaten yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Reni Susanti mengatakan dalam batik ciprat tak ada motif khusus. Pemasaran batik ciprat masih sebatas dilakukan di kawasan Kemudo dan sekitarnya. Pemasaran menyasar ke sejumlah pengunjung yang kebetulan studi banding atau pun kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kemudo.

“Ini menjadi aktivitas positif bagi ODGJ dan penyandang disabilitas di Kemudo. Yang tadinya hanya di rumah, saat ini bisa bersosialisasi dan membikin batik di sini. Biasanya aktivitas membikin batik ciprat berlangsung hari Selasa dan Kamis. Biasanya dimulai pukul 08.00 WIB-12.00 WIB. Hasil dari kegiatan ini, para ODGJ dan penyandang disabilitas memiliki pemasukan. Rencananya diambil Desember mendatang,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Kemudo, Kecamatan Prambanan, Hermawan Kristanto, mengatakan Pemdes Kemudo melakukan berbagai pendekatan ke anggota keluarga ODGJ dan penyandang disabilitas agar warga berkebutuhan khusus itu dapat berkreasi bersama.

Baca Juga: Cerita Momen Indah Ardha Bocah Difabel Klaten Rekaman Bareng Didi Kempot

“Dengan kegiatan ini, para ODGJ dan penyandang disabilitas yang hanya di rumah bisa berkarya di sini [selama mengikuti proses pembuatan batik ciprat berjalan lancar. Tak ada ODGJ yang mengamuk],” katanya.

Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti, mengapresiasi kegiatan positif para ODGJ dan penyandang disabilitas di Kemudo. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menginspirasi desa lainnya di Kecamatan Prambanan.

“Saya sendiri sudah memesan batik ciprat di sini [membantu promosi],” katanya.

Baca Juga: 50 Difabel Netra Karanganyar Dapat Bantuan Barang Senilai Rp2 Juta

Salah seorang penyandang disabilitas asal Kemudo, Kecamatan Prambanan, Novi Daniar, 33, mengaku senang mengikuti kegiatan membatik ciprat.

“Sebelumnya saya menjahit. Begitu punya anak, saya berhenti. Ternyata, di sini ada kegiatan batik ciprat. Saya ikut. Motif batik ciprat ini tidak ada yang salah. Cara membikinnya gampang,” katanya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif