Mantab, Batik Ciprat Karya ODGJ dan Difabel Klaten Laris di Pasaran

Sejumlah ODGJ dan penyandang disabilitas fisik atau difabel di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, mampu menciptakan batik ciprat yang laris di pasaran.

 penyandang disabilitas di desa setempat. (Solopos-Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - penyandang disabilitas di desa setempat. (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas fisik atau difabel di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, mampu menciptakan batik ciprat sejak, pertengahan September 2021. Batik ciprat bikinan ODGJ dan penyandang disabilitas di Kemudo tersebut ternyata laris manis di pasaran.

Kreativitas sejumlah ODGJ dan penyandang disabilitas di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, bermula setelah mengikuti pelatihan membikin batik ciprat yang difasilitasi Balai Kartini di Temanggung, Jateng. Pembuatan batik ciprat dinilai sangat sederhana. Hal itu dimulai dengan menyiapkan kain polos berwarna putih.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Baca Juga: Mulia, Kades di Klaten Ider Nasi ke Lansia, ODGJ dan Difabel Tiap Hari

Selanjutnya, batik itu diciprati dengan malam. Cipratan malam disesuaikan dengan kebutuhan. Terkadang dengan teknik vertikal, horizontal, atau pun secara asal atau sembarangan. Begitu sudah diwarnai, kain batik ciprat dikeringkan.

Satu potong batik ciprat berukuran 210 cm X 115 cm. Batik ciprat dengan motif satu warna dijual senilai Rp120.000. Sedangkan motif ciprat dengan dua warna atau lebih biasanya senilai Rp175.000. Sejak pertengahan September 2021 hingga sekarang, sejumlah ODGJ dan penyandang disabilitas sudah mencetak kurang lebih 100 potong.

“Ini bagian dari kegiatan Shelter Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati. Di dalamnya ada kegiatan membatik ciprat ini. Total ada 25 orang dari ODGJ dan penyandang disabilitas Desa Kemudo. Lima orang dari Desa Brajan [Prambanan]. Meski ada ODGJ dan penyandang disabilitas, yang ikut kegiatan di sini lebih banyak penyandang disabilitas,” kata Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Reni Susanti, saat ditemui wartawan di kompleks kantor desa setempat, Kamis (4/11/2021).

Baca Juga: Jelan, Potret Kaum Difabel Klaten yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Reni Susanti mengatakan dalam batik ciprat tak ada motif khusus. Pemasaran batik ciprat masih sebatas dilakukan di kawasan Kemudo dan sekitarnya. Pemasaran menyasar ke sejumlah pengunjung yang kebetulan studi banding atau pun kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kemudo.

“Ini menjadi aktivitas positif bagi ODGJ dan penyandang disabilitas di Kemudo. Yang tadinya hanya di rumah, saat ini bisa bersosialisasi dan membikin batik di sini. Biasanya aktivitas membikin batik ciprat berlangsung hari Selasa dan Kamis. Biasanya dimulai pukul 08.00 WIB-12.00 WIB. Hasil dari kegiatan ini, para ODGJ dan penyandang disabilitas memiliki pemasukan. Rencananya diambil Desember mendatang,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Kemudo, Kecamatan Prambanan, Hermawan Kristanto, mengatakan Pemdes Kemudo melakukan berbagai pendekatan ke anggota keluarga ODGJ dan penyandang disabilitas agar warga berkebutuhan khusus itu dapat berkreasi bersama.

Baca Juga: Cerita Momen Indah Ardha Bocah Difabel Klaten Rekaman Bareng Didi Kempot

“Dengan kegiatan ini, para ODGJ dan penyandang disabilitas yang hanya di rumah bisa berkarya di sini [selama mengikuti proses pembuatan batik ciprat berjalan lancar. Tak ada ODGJ yang mengamuk],” katanya.

Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti, mengapresiasi kegiatan positif para ODGJ dan penyandang disabilitas di Kemudo. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menginspirasi desa lainnya di Kecamatan Prambanan.

“Saya sendiri sudah memesan batik ciprat di sini [membantu promosi],” katanya.

Baca Juga: 50 Difabel Netra Karanganyar Dapat Bantuan Barang Senilai Rp2 Juta

Salah seorang penyandang disabilitas asal Kemudo, Kecamatan Prambanan, Novi Daniar, 33, mengaku senang mengikuti kegiatan membatik ciprat.

“Sebelumnya saya menjahit. Begitu punya anak, saya berhenti. Ternyata, di sini ada kegiatan batik ciprat. Saya ikut. Motif batik ciprat ini tidak ada yang salah. Cara membikinnya gampang,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

+ PLUS Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

Berita Terkini

Espos Plus: Tujuan Konser, Transformasi Jakarta hingga Jackson Effect

Berita terkait tujuan digelarnya konser musik pada zaman dulu dan sekarang, transformasi Jakarta serta The Jackson Effect di hari kematian sang Raja Pop menjadi sajian menu Espos Plus edisi Minggu (26/6/2022).

Sapi Suspek PMK di Karanganyar Dijual Murah, Begini Komentar DPRD

Sejumlah peternak di Karanganyar, Jawa Tengah rela menjual murah ternak sapi lantaran khawatir mati di kandang gara-gara sakit.

Begini Keseruan Ganjar-Rudy Nonton Denny Caknan di Vastenburg Solo

Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo alias Rudy tampak menikmati keseruan konser Trisakti Bulan Bung Karno yang menghadirkan penyanyi Denny Caknan di Benteng Vastenburg Solo.

Beda dari Lainnya! Bugisan Klaten Bikin Paket Wisata Pengelolaan Sampah

Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan berkeinginan menjadi desa wisata di tengah potensi wilayah yang dikelilingi candi dan kental dengan potensi budaya. Namun, keinginan menjadi desa wisata itu terganjal permasalahan sampah.

Jelang Penutupan Untuk Revitalisasi, TSTJ Solo Malah Tambah Ramai

Jumlah pengunjung TSTJ atau Jurug Solo Zoo justru semakin ramai menjelang penutupan untuk revitalisasi yang direncanakan mulai 1 Juli 2022.

Tahap I, Boyolali Peroleh 1.900 Dosis Vaksin dari Kementan

Kabupaten Boyolali mendapatkan dropping 1.900 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (24/6/2022) sore.

Misterius! Sungai Mungkung Sragen Tercemar Berat, Pemerintah Cari Tahu

DLH Kabupaten Sragen menyebut tingkat pencemaran di Sungai Mungkung Sragen cukup berat apabila dibandingkan dengan sungai lain di Kabupaten Sragen.

Vaksinasi PMK Boyolali Dimulai Besok, Sapi Perah Jadi Prioritas

Vaksinasi menanggulangi persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Boyolali dimulai, Senin (27/6/2022). Vaksinasi PMK di Boyolali diperkirakan akan diselesaikan dalam dua hari.

Lepas 111 Calhaj Menuju Donohudan, Ini Pesan Wabup Boyolali

Pemkab Boyolali melepas 111 calon jemaah haji (calhaj) di kompleks Kantor Bupati Boyolali, Minggu (26/6/2022) pagi.

Karanganyar Akan Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Sapi Ini Jadi Prioritas

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan alokasi 2.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Cerita Bocah Pemulung Cilik Solo: Cari Rongsokan Sejak Usia 3 Tahun

Bocah pemulung cilik di Solo menceritakan kisahnya ikut mencari rongsokan sejak berusia tiga tahun.

Geronjal! Jalan di Palang Sepur Dagen Berbatu & Sempit

Kondisi palang sepur di Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, terus menjadi keluhan warga.

Bupati Karanganyar: Palang Sepur Dagen Sering Macet, Dibaikan PT KAI

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, curhat keluhannya tentang palang sepur Dagen selama tujuh tahun terakhir diabaikan PT KAI.

Ribuan Honda CB Nangkring di Terminal Tirtonadi Solo, Ngapain Ya?

Ribuan sepeda motor Honda CB memenuhi di kawasan Terminal Tirtonadi Kota Solo, Minggu (26/6/2022).

Mau Keliling Soloraya Naik Bus Wisata Solo? Segini Tarifnya

Tarif menyewa bus wisata Dishub Solo untuk berwisata keliling Soloraya ternyata cukup ramah di kantong.