Mangkrak, Pasar di Desa Gaum Disulap Jadi Pusat Kuliner
Lokasi Pasar Desa Gaum yang mangkrak selama 14 tahun akan disulap menjadi pusat kuliner Gaum Garden dalam waktu dekat. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemerintah Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, melalui BUM Desa Usaha Pratama memanfaatkan area pasar yang mangkrak selama 14 tahun terakhir menjadi pusat jajanan kuliner. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar yang terdampak akibat Covid-19.

Kades Gaum, Edi Susanto, mengatakan pihaknya berusaha menggali potensi yang ada di Desa Gaum. Salah satunya menghidupkan kembali pasar yang sudah lama mangkrak. Sehingga lokasi tersebut bisa dijadikan kembali sebagai pusat perputaran uang di sektor perdagangan.

“Pasar itu sudah mangkrak 14 tahun. Itu dulu kan pasar desa, kami coba kembali hidupkan kembali, tapi konsepnya beda. Kami menggandeng UMKM warga dengan membuatnya jadi pusat foodcourt. Nanti rencananya ada dua sif. Pagi dan sore,” ujar dia kepada Solopos.com, Selasa (10/11/2020).

48 Kontak Erat Kades Tlobo Jatiyoso Karanganyar Negatif Covid-19

Lokasi pasar saat ini masih dalam proses pengembangan dengan cara beberapa bagian menjadi taman dan diberikan aksen tradisional seperti gubug jerami dan gapura bambu. Menurut Edi, hingga saat ini sudah ada 36 pedagang yang bergabung dan menjajakan berbagai jenis kuliner.

Soft launching pusat kuliner di bekas pasar Desa Gaum itu sudah dilakukan pada Minggu (8/11/2020) dan dijadwalkan diresmikan pada Sabtu (14/11/2020).

“Tetap ada pengembangan seiring waktu ada live musik juga. Ini masih penyempurnaan. Sampai Sabtu semua lapak ditutup dulu sementara karena menunggu peresmian. Soft launching hanya uji coba untuk lihat apa yang perlu disempurnakan,” imbuh dia.

Kisah Mbah Ratinem: 4 Kali Mengungsi Gegara Erupsi Merapi, Tahun Ini Beda Banget

Untuk mengembangkan hal tersebut Edi menjelaskan BUM Desa menggelontorkan modal sebesar Rp40 juta. Diharapkan upaya tersebut dapat membantu ekonomi masyarakat yang terdampak akibat adanya wabah Covid-19.

“Untuk modalnya Rp40 juta tapi baru kami gunakan Rp20 juta untuk pengembangan. Semoga saja bisa membantu masyarakat dan mengeluarkan semua potensi yang dimiliki warga termasuk kreatifitasnya,” beber dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom