Mangkrak, 23 Gerobak Ditarik dari Galabo Solo
Tim dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo bersama anggota Linmas mengangkut gerobak dari Gladak Langen Bogan (Galabo), Jumat (9/6/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Sebanyak 23 gerobak ditarik dari galabo karena mangkrak.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota Solo menarik 23 gerobak dari Gladak Langen Bogan (Galabo) Jl. Mayor Sunaryo Solo, Jumat (9/6/2017), karena tak lagi dimanfaatkan pedagang. Penarikan 23 gerobak itu atas perintah Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, pascasidak ke Galabo pada Selasa (6/6/2017) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima solopos.com, Wali Kota datang ke Galabo bersama tim dari Dinas Perdagangan (Disdag). Wali Kota geram mendapati ada puluhan gerobak bantuan dari pemerintah pusat itu mangkrak, tidak dipakai, kumuh, kotor, bahkan rusak.

“Yang mangkrak langsung dicoret diberi tanda silang pakai pilok oleh Pak Wali, dan menginstruksikan kami untuk menarik gerobak,” kata Kasi Pembinaan PKL Disdag Solo, Didik Anggono, saat ditemui di Galabo, Jumat. Penarikan gerobak melibatkan tim dari Disdag Solo, Satpol PP, dan anggota Linmas.

Gerobak itu sedianya diperuntukkan bagi pedagang di Galabo yang berjualan malam hari. Menurut Didik, pedagang tak mau lagi berjualan dengan alasan sepi. Pemkot berencana memperbaiki 23 gerobak itu dan memberikannya kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Didik menyebut dengan penarikan 23 gerobak, jumlah pedagang di Galabo yang aktif berjualan pada malam hari tinggal 33 orang. Pemkot Solo berencana menata kembali kawasan itu dan membuat beberapa program untuk meramaikan kembali Galabo pada malam hari.

Koordinator PKL Jl,Mayor Sunaryo, Siska Agus Andriyanto, berharap dengan penarikan 23 gerobak mangkrak bisa mengurangi kesan kumuh di kawasan Galabo.

"Nantinya pedagang yang masih aktif berjualan bisa menempati selter tanpa terganggu adanya gerobak yang mangkrak di selter," kata dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom