Mangkir, 2 Pejabat Pemkab Sukoharjo Kembali Dipanggil Bawaslu
Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot/Pemkab. (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo kembali melayangkan surat pemanggilan kepada dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Pemanggilan ini untuk klarifikasi dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) sebagaimana rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Dua pejabat ini adalah AS (eselon II) dan MS (eselon III). Surat pemanggilan kembali dilayangkan Bawaslu lantaran keduanya mangkir pada pemanggilan pertama.

Dapat 38.743 Dukungan, Abah Ali-Gus Amak Mantap Maju Jalur Independen Pilkada Solo 2020

“Surat pemanggilan meminta klarifikasi sudah kami layangkan tadi. Besok [Selasa] mereka kami minta datang ke Bawaslu,” kata Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Sukoharjo Muladi Wibowo ketika dijumpai di kantornya, Senin (24/2/2020).

Dia mengatakan dua pejabat itu dipanggil dalam waktu berbeda yakni pukul 10.00 WIB dan pukul 13.00 WIB.

Namun demikian dia tidak memerinci lebih lanjut siapa pejabat yang dipanggil pagi dan siapa yang siang hari.

Pernah Uji Nyali di Jembatan Maut Ngete Colomadu Karanganyar? Begini Kondisinya Sekarang

Yang jelas, Muladi menyampaikan pemanggilan kedua bagi dua pejabat ini dilakukan karena sebelumnya mereka mangkir pemanggilan Bawaslu.

Total ada lima ASN yang dipanggil Bawaslu. Mereka yakni AS dan NH yang merupakan pejabat eselon II dan MS, WAS, dan DE yang merupakan pejabat eselon III.

"DE dan WAS sudah memenuhi panggilan Bawaslu. Sedangkan NH, kami rasa sudah cukup dari data pendukung. Besok AS dan MS,” katanya.

PDIP Terlalu Kuat di Pilkada Boyolali 2020, Calon Independen Ini Pilih Mundur

Menurut Muladi, lima ASN itu diduga melanggar netralitas dengan peran dan dugaan pelanggaran yang berbeda-beda.

Karena itu, pemanggilannya pun dalam konteks meminta klarifikasi berbeda satu sama lain.

Pemanggilan ini pula bukan koridor menentukan seseorang melanggar regulasi atau tidak.

“Jadi dugaan bisa benar bisa salah. Kehadiran mereka sangat membantu untuk menjernihkan yang sebenarnya terjadi. Mereka juga bisa membela diri, member alasan sampai terjadi demikian dan lainnya,” katanya.

Pakde Kampret, Bakul Hik Pikul Nyentrik di Mangkunegaran Solo

Dia menuturkan pemanggilan lima ASN menindaklanjuti surat Komisi ASN (KASN) yang diterima Bawaslu. S

urat nomor B-480/KASN/2/2020 diterima Bawaslu pada 14 Februari 2020.

Surat dari KASN tersebut meminta Bawaslu Sukoharjo melakukan klarifikasi pada ASN yang dianggap KASN melanggar netralitas.

"Jadi kami tidak salah sasaran ya. Kami memang diminta KASN untuk klarifikasi dan diminta memberikan hasil kajian apakah ada pelanggaran atau tidak," ungkapnya.

Mengintip Koleksi Mobil 4 Calon Bupati di Soloraya

Ditanya jika nantinya dalam pemanggilan kedua ASN bersangkutan tak datang, Muladi mengatakan Bawaslu tidak akan melayangkan surat pemanggilan ketiga.

“Kalau tidak datang ya sudah kami melakukan kajian sesuai data yang dikumpulkan,” katanya.

Hasil kajian tersebut selanjutnya akan diserahkan Bawaslu ke KASN. Penentuan sanksi adanya pelanggaran atau tidak, ranahnya ada di tangan KASN.

Kepala SMP Kristen Kalam Kudus Solo Dilaporkan Wali Murid Ke Polisi

Ketua Bawaslu Bambang Muryanto mengatakan surat edaran yang dilayangkan kepada Pemkab sebagai upaya pencegahan netralitas ASN.

Surat tersebut mengacu pada UU No. 10/2016 bahwa ASN bisa dikenakan sanksi pidana jika ketahuan melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu pihak peserta Pilkada.

"Hal tersebut sebagai upaya pencegahan saja. Agar ASN bisa menjaga netralitasnya. Maka Bawaslu Sukoharjo mengimbau Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian untuk menjaga netralitas ASN,” katanya.

KPU Solo Butuh 41 Jam Untuk Cek Syarat Dukungan Paslon Independen Bajo

Selain Bupati, Bawaslu juga menyurati jajaran TNI dan Polres Sukoharjo. Menurutnya, netralitas melekat pada diri setiap abdi negara sejak mereka diangkat sebagai ASN.

“Jadi bukan sebatas pemilu, tapi melekat pada diri ASN,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho