Pemain Chelsea merayakan kemenangannya atas Fulham dalam pertandingan ke-14 Liga Inggris musim 2018-2019 di Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (2/12/2018). (Reuters-Eddie Keogh)

Solopos.com, MANCHESTER - Sejak Chelsea dikuasai miliader Rusia, Roman Abramovich, pada 2003, tim asal London Barat ini menjadi langganan finis empat besar Liga Premier sekaligus lolos ke Liga Champions.

Tapi belakangan ini Chelsea kerap gagal mewakili Inggris di Liga Champions. Tim berjuluk The Blues tersebut dua kali gagal finis empat besar dan harus menerima kenyataan pahit absen di turnamen paling elite di Eropa dalam tiga musim terbaru. Masing-masing ketika dibesut Jose Mourinho dan Antonio Conte. Kedua pelatih itu akhirnya dipecat.

Musim ini, Chelsea pun harus berjuang mati-matian agar bisa finis di zona big four bersama pelatih baru mereka, Maurizio Sarri. Chelsea belum berada dalam posisi nyaman untuk mengunci empat besar dalam tiga laga tersisa. Mereka bertengger di batas terakhir zona big four, dengan hanya unggul satu poin atas Arsenal dan tiga poin atas Manchester United.

Chelsea sebenarnya memiliki pilihan menempuh jalan lain untuk kembali tampil ke Liga Champions musim depan, yakni dengan menjuarai Liga Europa. Namun, Chelsea belum tentu lolos lewat jalur yang tak kalah terjal ini. Mereka masih harus menyingkirkan tim Jerman, Eintracht Frankfurt, pada semifinal, kemudian menaklukkan Arsenal atau Valencia di partai puncak.

Wajar apabila Chelsea beambisi lolos ke Liga Champions lewat jalur finis empat besar Liga Premier. The Blues harus memenangi tiga laga tersisa. Salah satunya saat anak asuh Sarri melawat ke markas rival langsung mereka di perebutan empat besar, Manchester United, di Old Trafford, Manchester, Minggu (28/4/2019) pukul 22.30 WIB.

"Ini seperti final bagi kami. Sangat penting finis empat besar. Kami perlu menang di Manchester, namun kami tahu sulit bermain di sana," jelas winger Chelsea, Pedro, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/4/2019).

Sayangnya, Chelsea dibayang-bayangi kutukan di markas big six. N'Golo Kante dkk. selalu menelan kekalahan dalam enam kunjungan terbaru mereka di kandang tim peringkat enam besar di Liga Premier. Empat kekalahan di antaranya terjadi musim ini. Masing-masing tumbang 0-2 di markas Liverpool, dilumat 0-6 di markas Manchester City, takluk 0-2 di markas Arsenal, dan dibantai 1-3 di kandang Tottenham Hotspur. Total, Chelsea hanya memasukkan satu gol dan kebobolan 13 kali!

Setidaknya Chelsea mendapat angin segar dengan kekalahan 0-2 United dari Manchester City dalam pertandingan terbaru mereka di Old Trafford. Performa Setan Merah, julukan United, terus anjlok. Tim asal Manchester ini sempat tak terkalahkan dalam 12 laga pertama mereka bersama Ole Gunnar Solskjaer. Namun, tangan dingin pelatih asal Norwegia itu seakan menguap ketika dirinya dikontrak secara permanen, dengan dibuktikan empat kekalahan dalam enam laga terakhir.

"Ini musim yang emosional bagi klub karena kami mengalami pergantian pelatih di tengah jalan. Kami masih bersaing memperebutkan empat besar, dan kami harus fokus pada laga melawan Chelsea. Jika kami tampil bagus, kami tahu kami bisa mewujudkannya, kami tahu mereka lelah, kami tidak peduli karena masih ada tiga laga tersisa," jelas Solskjaer. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten