Taman Lampion dan Taman Pelangi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Solo. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO —Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo berencana membangun gedung kantor baru yang berada di lokasi TSTJ. Pembangunan gedung kantor baru tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelontorkan dana senilai Rp3 miliar yang diambil dari APBD Kota Solo.

Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan pihaknya sudah melaporkan rencana adanya pembangunan kantor baru kepada Pemkot Solo. Hal ini lantaran Pemkot Solo merupakan pemilik saham 100 persen TSTJ Solo.

“Kami dalam rapat umum pemilik saham [RUPS] TSTJ melaporkan rencana apa yang akan kami lakukan pada 2019 ini. Salah satunya adalah merencanakan pembangunan gedung kantor baru TSTJ Solo,” ujar dia saat ditemui Solopos.com di ruangannya Kamis (28/2/2019).

Menurut Bimo, saat ini proses perencanaan pembangunan gedung kantor baru sudah memasuki tahap proses perencanaan detail engineering design [DED]. Nantinya, setelah DED selesai dirancang, proyek pembangunan gedung kantor baru segera dilelang. Sehingga, proses pembangunan bisa segera direalisasikan.

“Salah satunya revitalisasi beberapa aspek dan pembangunan gedung kantor yang baru. Saat ini sudah masuk perencanaan DED dan nanti kalau sudah selesai segera dilelang,” imbuh dia.

Sementara itu, Pengawas TSTJ Solo Sutarto mengatakan pembangunan gedung kantor baru dianggarkan senilai Rp3 miliar. Dana tersebut diambil dari anggaran penyertaan modal yang dimasukkan di APBD Pemkot Kota Solo.

Menurut Sutarto, pembangunan gedung kantor baru TSTJ akan dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo. Proses tersebut meliputi perancangan DED, lelang, dan pengerjaan. Nantinya, gedung kantor yang baru juga berada di lokasi TSTJ di sebelah gedung kantor TSTJ yang lama.

“Untuk pembangunan gedung kantor baru, pihak TSTJ tidak ikut. Mulai dari perencanaan DED, lelangm dan pengerjaan dilakukan DPUPR Solo. Kami hanya melihat hasilnya. Untuk lokasi gedung yang baru tetap di TSTJ tetapi agak mundur sekitar 10 meter sampai 20 meter dari gedung kantor yang lama,” jelas dia.

Terkait dana penyertaan modal, Sutarto mengatakan Pemkot berencana menggelontorkan dana senilai Rp5 miliar kepada TSTJ Solo. Namun, dana yang sudah dicairkan baru Rp3 miliar yang digunakan untuk membangun gedung kantor yang baru. Sedangkan dana Rp2 miliar, Sutarto mengaku masih dalam proses analisis tim independen.

“Jadi totalnya dana penyertaan modal senilai Rp5 miliar. Baru cair Rp3 miliar untuk pembangunan gedung kantor baru. Untuk yang Rp2 miliar saat ini sedang dalam proses,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten