Malu, Ibu Muda Wonogiri Buang Bayi di Saluran Irigasi
Warga bersama polisi mengecek lokasi temuan bayi di tepi saluran irigasi di Slogohimo, Wonogiri, Minggu (30/12/2018). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang ibu muda di Slogohimo, Wonogiri, NKN, 21, tega membuang bayinya yang baru lahir di tepi saluran irigasi areal persawahan tak jauh dari rumahnya, Minggu (30/12/2018) pukul 05.30 WIB.

Atas perbuatannya itu kini dia harus berhadapan dengan hukum. Kasubag Humas Polres Wonogiri, Kompol Hariyanto, kepada Solopos.com, Minggu sore, mengatakan identitas NKN terungkap setelah polisi menelusuri jejaknya dari ceceran darah setelah mendapat laporan kasus temuan bayi laki-laki, Minggu pukul 07.00 WIB.

Saat ini NKN menjalani perawatan di rumah sakit di Slogohimo. Bayi itu lahir prematur.

“Saat ditemukan bayi masih hidup. Dia sempat dirawat bidan. Setelah itu dibawa ke RS untuk dirawat lebih lanjut. Sekarang kondisi kesehatannya membaik meski saat ditemukan mengalami hipotermia,” kata Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Dia melanjutkan bayi laki-laki seberat 2 kg dengan panjang 46 cm itu ditemukan dua warga sekitar lokasi temuan, Sarni dan Suyanto. Saat itu Sarni melihat ceceran darah di pinggir jalan dan mendengar suara tangis bayi.

Setelah itu dia memberi tahu Suyanto. Kemudian keduanya mencari bayi tersebut. Mereka menelusurinya berdasar suara tangis yang berasal dari areal persawahan.

Benar saja, setelah beberapa lama mereka menemukan bayi laki-laki yang masih memiliki ari-ari atau plasenta. Informasi temuan itu dengan cepat menyebar. Warga pun berdatangan ke lokasi.

Kapolsek Slogohimo, AKP Kukuh Wiyono, bersama jajarannya, Camat Slogohimo Khamid Wijaya dan Kepala Desa (Kades) Waru Wisnu Sejati, turut mengecek lokasi. Mereka mengumpulkan informasi untuk menelusuri keberadaan orang tua bayi.

Ada warga yang mengaku melihat ceceran darah di kamar mandi milik satu warga dusun. Setelah ditelusuri lebih lanjut polisi menemukan orang tua bayi tersebut, yakni NKN.

Rumah ibu muda itu masih satu wilayah rukun tetangga (RT) dengan lokasi temuan, yakni RT 001/RW 007. Kapolsek Slogohimo, AKP Kukuh Wiyono, menambahkan penyelidikan akan dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Wonogiri.

NKN akan dimintai keterangan lebih lanjut setelah kondisinya sudah memungkinkan. Dari pendalaman materi awal, NKN tak mau merawat bayinya karena merasa malu dengan para tetangga.

Saat ini dia memiliki anak yang masih berusia setahun. NKN menceritakan saat itu dia berjalan ke areal persawahan dengan menggendong anak pertamanya dan mengalami kontraksi. Dia pun akhirnya melahirkan di tepi saluran irigasi. Setelah itu dia meninggalkan bayinya.

“Bayi lahir saat kandungannya berusia delapan bulan. Peristiwa itu dilakukan ibu si bayi tanpa sepengetahuan suaminya yang sedang bekerja di luar Slogohimo,” ucap Kapolsek.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom