Tutup Iklan
Guru SDN 2 Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, mengecek ruang komputer yang dibobol maling.

Solopos.com, KLATEN - Aksi pencurian marak terjadi di Klaten menjelang Lebaran 2019. Aksi https://soloraya.solopos.com/read/20171120/493/870470/pencurian-klaten-begini-kronologi-pencurian-uang-rp300-juta-dengan-pecah-kaca-mobil-di-ceper" title="PENCURIAN KLATEN : Begini Kronologi Pencurian Uang Rp300 Juta dengan Pecah Kaca Mobil di Ceper">pencurian itu menyasar ke sekolah dasar (SD), bengkel cat kendaraan, dan tempat pencucian kendaraan di dekat permukiman warga, Sabtu-Minggu (18-19/5/2019).

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, SDN 2 Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, dibobol kawanan maling, Sabtu (18/5/2019) malam. Kawanan pencuri menggondol sembilan layar monitor komputer dan satu unit proyektor. Delapan layar monitor komputer di ambil di ruang komputer. Satu layar monitor komputer lainnya dan satu unit proyektor diambil di ruang guru/kepala sekolah.

Ruang komputer dengan ruang guru saling bersebelahan. Kawanan pencuri diduga masuk ke masing-masing ruangan itu dengan mencongkel ventilasi udara yang sudah diteralis besi dan ditutup fiber berwarna putih. Aksi pencurian itu kali pertama diketahui, orang tua penjaga sekolah bernama Purnomo, yakni Ny. Harto Lasono. Saat itu, saksi bersih-bersih di belakang ruang guru.

Di lokasi yang bersebelahan dengan sawah warga tersebut, saksi melihat dua central processing unit (CPU) tergeletak di tanah. Tak jauh dari lokasi itu, Saksi melihat teralis ventilasi udara di ruang guru/kasek dalam kondisi jebol. Hal serupa juga menimpa ventilasi udara di ruang komputer. Selanjutnya, Saksi melaporkan hal itu kepada Purnomo sebelum ke Polsek Gantiwarno.

“Ini kejadian kali pertama. Di sini tak dijaga penjaga sekolah saat malam hari dan tak ada kamera closed circuit television [CCTV]. Sebenarnya, Sabtu (18/5/2019) malam ada pengajian di masjid desa yang bersebelahan dengan SDN 2 Ceporan. Tapi, tak ada yang melihat aksi itu. Soalnya, lokasi ventilasi udara di bagian belakang tak terlihat dari depan sekolah,” kata salah satu guru di SDN 2 Ceporan, Maryono, saat ditemui wartawan, di sekolahnya, Senin (20/5/2019).

Kepala SDN 2 Ceporan, Warsini, mengaku sudah melaporkan aksi pencurian itu ke Polsek Gantiwarno. Sebelum ruang guru dan ruang komputer dibobol maling, pengelola sekolah sebenarnya sudah berencana memasang kamera CCTV.

“Kami sudah ada rencana memasang kamera CCTV, menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, sekitar dua hari lalu. Belum sempat dipasang, ruang komputer dan ruang guru sudah dibobol. Sekitar 2-3 bulan lalu, aksi https://soloraya.solopos.com/read/20180909/493/938775/perampokan-klaten-sekeluarga-diikat-rp300-juta-disikat" title="Perampokan Klaten: Sekeluarga Diikat, Rp300 Juta Disikat">pencurian juga terjadi di SDN 1 Mlese yang berjarak satu kilometer dengan SDN 2 Ceporan,” katanya.

Kanitreskrim Polsek Gantiwarno, Aiptu Agus S., mewakili Kapolsek Gantiwarno, AKP Kanang Asiyanto, mengatakan sudah mengolah tempat kejadian perkara (TKP) di SDN 2 Ceporan. Di samping itu, polisi juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi.

“Kami menduga pencuri di sini pasti lebih dari satu orang. Pencuri ini sepertinya spesialis layar monitor komputer. Kerugian ditaksir senilai Rp3 jutaan,” kata Aiptu Agus S., yang juga mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi.

Aksi pencurian juga terjadi di bengkel cat kendaraan dan tempat pencucian kendaraan di Jonggrangan, Klaten Utara, Minggu (19/5/2019) malam. Lokasi bengkel cat Mulyo Motor dengan tempat pencucian kendaraan Gemilang saling berdekatan. Kedua lokasi itu berada di Jl. Manahan. Bengkel cat Mulyo Motor berada di Dukuh Belangkulon. Sedangkan, tempat pencucian kendaraan Gemilang berada di Dukuh Panahan.

Di bengkel cat Mulyo Motor, kawanan pencuri menggasak sejumlah alat perbengkelan, seperti dua unit dinamo, dua unit gerinda, satu unit mesin ples, satu unit las listrik, dan lain sebagainya. Total kerugan senilai Rp15 juta. Sedangkan di tempat pencucian kendaraan Gemilang milik Heni Kusuma P., kawanan pencuri menggasak kompresor dan peralatan pencucian kendaraan. Kerugian yang dialami pemilik tempat pencucian kendaraan Gemilang berkisar Rp5 juta.

“Lokasi bengkel saya di utara jalan [Jl. Manahan]. Lokasi tempat pencucian Gemilang di selatan jalan. Kalau di bengkel saya, pencuri masuk dengan merusak blower yang ada di bagian belakang bengkel. Di sini sebenarnya ada kamera CCTV, tapi sudah rusak. Pencuri juga sempat memberi lem alteco di lubang gembok pintu utama. Bengkel ini buka Senin-Sabtu, pukul 07.30 WIB-16.00 WIB,” kata pemilik bengkel cat Mulyo Motor, Kusnan.

Kapolsek Klaten Utara, AKP I Wayan Nartha, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengaku sudah menerima laporan aksi pencurian di tempat pencucian kendaraan milik Heni Kusuma P., warga Jonggrangan.

“Kasus itu masih dalam penyelidikan. Pencuri di tempat pencucian kendaraan itu sempat merusak teralis besi sebelum mengambil kompresor dan lainnya. Kami sudah mengimbau warga melalui kepala desa agar selalu waspada dan hati-hati terhadap aksihttps://soloraya.solopos.com/read/20190124/493/967341/komplotan-pencuri-motor-dicokok-polisi-klaten-2-orang-ditembak" title="Komplotan Pencuri Motor Dicokok Polisi Klaten, 2 Orang Ditembak"> pencurian. Kami juga sudah memasang spanduk yang intinya meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten