Malaysia Lockdown Total 1-14 Juni

Kerajaan Malaysia melakukan penguncian wilayah atau total lockdown secara nasional sebagaimana diuumumkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. 

 Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Twitter.com)

SOLOPOS.COM - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Twitter.com)

Solopos.com, JAKARTA — Kerajaan Malaysia resmi melakukan penguncian wilayah atau total lockdown secara nasional 1-14 Juni 2021. Pengumuman lockdown ini diunggah Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin sebagai representasi pemerintah melalui laman Twitternya.

“Semua sektor tidak dibenarkan beroperasi kecuali sektor ekonomi dan jasa yang penting yang akan diizinkan oleh Majlis Keselamatan Negara [untuk beroperasi],” tulis Muhyiddin dalam pengumumannya, Jumat (29/5/2021).

Baca Juga: Tak Henti Jubir Jelaskan Bipang Ambawang Presiden

Keputusan Malaysia menggelar lockdown ini setelah terjadi peningkatan jumlah kasus harian hingga lebih dari 8.000 kasus per hari. Secara kumulatif, masyarakat Malaysia yang terinfeksi telah mencapai 549.514.

Sudah 2.552 Meninggal

“Saat ini sebanyak 2.552 orang telah meninggal dunia akibat wabah ini dan jumlah kematian semakin meningkat,” ulas pengumuman lebih lanjut.

Dijelaskan juga, setelah periode lockdown 1-14 Juni 2021 berakhir, maka pemerintah Malaysia akan melakukan evaluasi. Saat kasus aktif menurun, maka akan dilakukan pelonggaran namun disebut dengan lockdown fase kedua.

Baca Juga: Ilmuwan AS Tuntut WHO Investigasi Ulang Covid-19

“Fase kedua ini akan dilaksanakan dalam tempo empat minggu selepas fase pertama berakhir,” ulasnya.

Malaysia akan menerapkan perintah kawalan pergerakan setelah periode fase kedua terbukti mengurangi kasus aktif harian.  “Kerajaan akan memastikan sistem kesehatan warga di negara kita tidak akan runtuh dan pelbagai sokongan dan bantuan akan diberikan kepada Kementerian Kesehatan Malaysia,” ulasnya lebih lanjut.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Irjen Napoleon Perintahkan "Pak RT Penjara" Mengganti Gembok

Penganiayaan yang dilakukan Napoleon terhadap Muhammad Kece ini terjadi di Rutan Bareskrim Polri.

Duh, Ada Bupati Pecat Sekda karena Akan Jadi Rival di Pilkada

Bupati Sula mencopot Sekda tanpa izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Ibu Mertua Mantan Presiden SBY Berpulang di Usia 91 Tahun

Kendati begitu tidak disebutkan secara detail sakit yang diderita almarhumah.

Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Kebajikan Hidup dari Kota Lama Semarang

Direktorat Informasi dan Kominikasi Publik menggelar dialog interaktif menggali nilai-nilai Pancasila dan pelestarian dari Kota Lama Semarang.

Pameran UVO 2021, Perajin : Lebih Praktis, Bisa Promosi dari Rumah

Para perajin usaha kecil menengah (UKM), merasa terbantu dengan gelaran UKM Virtual Expo (UVO) II 2021 yang diselenggarakan Pemprov Jateng.

Puan Maharani Terima Beasiswa PIP, Begini Kisahnya...

Rano Karno mengaku terkejut ketika ada pelajar bernama Puan Maharani dan masuk dalam program PIP.

Alhamdulillah...Tak Ada Lagi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan akan dilakukan uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi dan Taat Prokes Cara Menangani Pandemi

Menurut Airlangga, pemerintah juga menekankan agar vaksinasi Covid-19 dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Manfaatkan Posisi Jenderal, Napoleon Bonaparte Diduga Bisa Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Napoleon Bonaparte diduga kuat bisa menganiaya Muhammad Kece di balik jeruji besi karena merasa seorang atasan.

3 Petugas Jadi Tersangka Kebakaran LP Tangerang

Tiga tersangka tersebut merupakan pegawai LP Kelas I Tangerang berinisial RE, S, dan Y.

Jokowi Bubarkan 3 BUMN, Namanya Mungkin Anda Baru Dengar

Presiden Jokowi membubarkan tiga BUMN dan menggabungkannya dengan perusahaan pelat merah lain untuk efisiensi.

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Menpan RB Pastikan Tak Ada Perekrutan CPNS Tahun Depan, Hanya PPPK

Menpan RB, Tjahjo Kumolo, menyebutkan perekrutan CASN tahun depan hanya untuk PPPK tak ada CPNS.

Irjen Napoleon Berdalih Agama untuk Aniaya Muhammad Kece, Polisi: Caper!

Bareskrim Polri menilai yang dilakukan Irjen Napoleon menyebarkan surat terbuka yang menyebut aksinya menganiaya Muhammad Kece berdalih agama sekadar cari perhatian alias caper.

Terbukti Menyelundupkan Harley Davidson, Ari Ashkara Akhirnya Tak Dipenjara, Lho?

JPU mencabut banding atas vonis PN Tangerang terhadap mantan Dirut Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, yang membuatnya tak dipenjara.