Ilustrasi minyak ganja. (Freepik)

Solopos.com, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia tengah membahas rencana melegalkan ganja sebagai obat. Jika disetujui, maka Malaysia menjadi negara Asia pertama yang melegalkan ganja.

Kabinet kerja Malaysia telah membahas manfaat medis dari ganja dalam pertemuan pada pertengahan September 2019. Pertemuan itu membalas ide mengamandemen undang-undang terkait ganja.

Menteri Sumber Daya Alam Malaysia, Xavier Jayakumar, mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus pada pembatalan hukuman mati kepada seorang pria yang memproduksi dan mendistribusikan minyak ganja untuk obat. Sementara itu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad, menyatakan segala keputusan undang-undang terkait ganja di negara tersebut harus ditinjau ulang. Apalagi lebih dari sepruh penduduk Malaysia beragama Islam.

Baca juga: Perseteruan Indonesia vs Malaysia Warnai Sejarah Hari Batik Nasional

“Mengumpulkan dukungan untuk melegalisasi ganja medis akan menjadi perjuangan yang berat. Menurut saya, jika itu memiliki manfaat medis, maka bisa menjadi bahan yang diatur dan dapat digunakan oleh Kementerian Kesehatan sebagai resep obat," terang Xavier Jayakumar seperti dilansir Bisnis.com dari Bloomberg yang dikutip Solopos.com, Senin (7/10/2019).

Di Asia Tenggara, perdagangan obat-obatan terlarang dapat diganjar hukuman mati. Sebab, hanya ada sedikit perbedaan antara mariyuana dan obat-obatan terlarang seperti kokain. Namun, Malaysia tidak sendirian mempertimbangkan industri ganja untuk keperluan medis.

Baca juga: Mahathir Mohamad Keluhkan Karhutla Indonesia di Forum Pemimpin Dunia

Organisasi Farmasi Pemerintah Thailand, sebuah unit dari Kementerian Kesehatan Masyarakat, diketahui sedang berupaya membujuk pemerintah militernya untuk menyetujui studi tentang bahan tersebut sehingga dapat memasarkannya untuk keperluan medis.

Tantangan bagi Malaysia, yang masih memberlakukan hukuman mati untuk beberapa pelanggaran perdagangan narkoba, adalah merumuskan undang-undang baru yang cukup spesifik untuk membedakan mariyuana demi keperluan medis yang berlawanan dengan tujuan rekreasi dan penggunaan lainnya.

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Indonesia Menyebar hingga Thailand dan Filipina

Kementerian Kesehatan Malaysia yang memiliki keputusan final terkait hal ini, tetap skeptis tentang manfaat medis dari ganja karena kurangnya hasil penelitian yang menguatkan.

“Ini sudah dilakukan di negara-negara tertentu. Jika digunakan untuk tujuan pengobatan, maka dapat dipertimbangkan. Bukan untuk tujuan sosial, tetapi untuk tujuan pengobatan,” tegas Xavier Jayakumar.

Malaysia,


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten