Tutup Iklan -->
Malam Minggu, 40 Rumah di Weru Sukoharjo Kebanjiran
Warga mengangkat perabotan rumah tangga saat banjir yang merendam rumah penduduk di Desa Karangtengah, Kecamatan Weru, Sabtu (29/2/2020. (Istimewa/Kades Karangtengah)

Solopos.com, SUKOHARJO – Sekitar 40 rumah penduduk di Dusun Karangtengah dan Pokakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, terendam banjir akibat luapan Kali Niten, Sabtu (29/2/2020). Meski demikian, mereka memilih berdiam diri di rumah sembari menunggu banjir surut.

Tingginya intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Weru mengakibatkan ketinggian air Kali Niten bertambah signifikan. Air sungai mulai meluap dan merendam rumah penduduk di dua dusun di Desa Karangtengah mulai pukul 16.00 WIB. Selain rumah penduduk, luapan air sungai juga merendam belasan hektare lahan pertanian.

Lulus Kuliah, Bakul Sayur Karanganyar Wisuda Bawa Bronjong Dagangan

Kepala Desa Karangtengah, Sugeng Darmanto, mengatakan luapan air Kali Niten merendam 30 rumah di Dusun Pokakan dan 10 rumah di Dusun Karangtengah. Saat air sungai meluap, sebagian warga tengah berada di rumah.

"Saat banjir, ketinggian banjir sepaha orang dewasa. Saat ini banjir sudah surut. Saya baru saja berkeliling ke lokasi banjir yang merendam rumah penduduk," kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu malam.

Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi ke masjid atau balai desa. Mereka memilih berdiam diri di rumah sembari menunggu air surut. Namun, ada sebagian warga mengungsi ke rumah tetangga yang tak terendam banjir.

Warga Korsel Bunuh Diri di Solo, Kapolresta: karena Depresi Merasa Kena Corona

Selama ini, air Kali Niten tak pernah meluap saat hujan lebat dengan intensitas tinggi. "Mungkin satu jam lagi banjir sudah surut. Bisa jadi ada tumpukan sampah atau kayu yang mengganggu aliran air sungai sehingga meluap ke rumah penduduk," ujar Sugeng Darmanto.

Sugeng Darmanto telah melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. Sejumlah sukarelawan bencana alam telah berada di lokasi banjir untuk memantau ketinggian air sungai.

"Mudah-mudahan nanti malam [Sabtu malam] tidak turun hujan. Jika turun hujan, saya khawatir air sungai kembali meluap," tutur dia.

Remaja di Surabaya Intip Emak-Emak Mandi Ternyata Hobi Nonton Bokep

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Weru dan Pemerintah Desa Karangtengah untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Saat ini, banjir berangsur-angsur surut.

Warga setempat mulai membersihkan berbagai perabotan rumah tangga yang terendam banjir. "Kami terus berkomunikasi dengan Pak Camat Weru untuk memantau kondisi terbaru banjir di Desa Karangtengah," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho