Malam Mencekam di Bumi Sukowati, Berondongan Tembakan Akhiri Hidup Orang PKI

Di Sragen terdapat beberapa tempat yang dipakai untuk mengeksekusi mati orang-orang yang dicap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan cara diberondong tembakan.

 Penampakan kuburan massal 11 orang yang dicap anggota PKI di depan rumah warga Dusun Dukuh, Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (25/9/2021). (Solopos-M Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Penampakan kuburan massal 11 orang yang dicap anggota PKI di depan rumah warga Dusun Dukuh, Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Sabtu (25/9/2021). (Solopos-M Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Sebuah kuburan massal dari 11 warga yang dicap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) berlokasi tepat di emperan rumah Darmin, 60, warga Dusun Dukuh RT 07, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah.

Kuburan massal PKI di Sragen itu awalnya berupa gundukan tanah. Pihak ahli waris kemudian membangun fondasi beton berbentuk persegi panjang pada 3 Juli 1993. Di bagian permukaan beton itu terdapat tulisan Bong-Tomo-DKK-11. Kuburan massa itu menandai peristiwa sejarah terkait akhir cerita dari para anggota PKI di Bumi Sukowati. Nyawa mereka dihabisi dengan berondongan tembakan tepat di tengah malam.

Bong atau Bung Tomo merupakan sebutan dari salah satu tokoh penting yang turut dieksekusi. DKK merupakan kependekan dari frasa dan kawan-kawan. Sementara angka 11 merujuk pada jumlah warga yang dieksekusi mati di lokasi tersebut.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Ketika Media Sosial Pengaruhi Kebiasaan Belanja Produk Lokal

Kampanye fesyen hingga produk kencantikan di media sosial (medsos) tak bisa dipungkiri sangat ampuh dalam membentuk presepsi, mendorong daya beli, dan menciptakan tren.

+ PLUS Produk Fesyen Lokal Tak Gentar, Media Sosial jadi Patokan

Produk fesyen lokal mulai digandrungi masyarakat, dengan media sosial yang menjadi ceruk promosi menarik konsumen baru.

+ PLUS Sakit Hati Berujung Pembunuhan

Rasa sakit hati, kecewa, dan amarah yang berlarut bisa berubah menjadi dendam hingga membuat seseorang mengambil tindakan keji, seperti membunuh.

+ PLUS Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

+ PLUS Potret Sukses Petani Muda, Kombinasi Ide dan Teknologi Jadi Kunci

Peningkatan kelompok usia milenial bahkan generasi Z (Gen Z) menjadi petani mulai terlihat, dimana mereka mengkombinasikan ide dan teknologi sebagai kunci meraih kesuksesan.

+ PLUS Alasan di Balik Usulan Provinsi Soloraya Sejak Dulu Selalu Gagal

Usulan membentuk Soloraya sebagai provinsi baru yang terlepas dari Jawa Tengah sejak dulu selalu hanya menjadi wacana.

+ PLUS Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian

Petani muda dari kalangan milenial menggeliat di tengah isu krisis pangan dan membagikan tips sukses menjadi petani, salah satunya memulai dengan niat, baru kemudian nekat.

+ PLUS Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi

Keberadaan aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Kemalang, Klaten, perlahan merusak ekosistem lereng Gunung Merapi.

+ PLUS Kenangan di Gereja-Gereja Tua Surakarta

Solo atau Surakarta memiliki sejumlah gereja yang berumur tua sebagai bekas Residen Belanda karena gereja merupakan sarana ibadah bagi komunitas Eropa.

+ PLUS Tambang Pasir Ilegal, Mbah Maridjan Ingatkan Empat Bupati Soal Merapi Nesu

Almarjum juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan pernah memperingatkan soal aktivitas tambang pasir kepada empat Bupati agar Merapi ora nesu

+ PLUS Wacana Provinsi Baru, Soloraya Pernah Jadi Pusat Kerajaan Mataram Kuno

Soloraya diduga pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno, sebelum pindah ke Jawa Timur.

+ PLUS Jika Solo Jadi Ibu Kota Provinsi Soloraya, Maka...

Jika Kota Solo menjadi ibu kota provinsi baru, yaitu Soloraya, sektor perekonomian akan terus bergerak maju yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

+ PLUS Pesona Girpasang Klaten, Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terbaik Se-Indonesia

Destinasi wisata Girpasang di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang meraih Juara I pada kategori dataran tinggi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022.

+ PLUS 30 Menit Kaos di Balik Tarif Parkir Konser Karanganyar Ugal-Ugalan

Kondisi arus lalu lintas yang padat, ramai, macet, ditambah pengendara egois menyebabkan situasi perparkiran saat konser Denny Caknan di Alun-Alun Karanganyar kacau hingga mengakibatkan tarif naik.

+ PLUS Indonesia Tua di Situs Megalitikum Gunung Padang Digoyang Gempa Cianjur

Situs Gunung Padang yang dikenal sebagai Indonesia Tua tak mengalami kerusakan akibat Gempa Cianjur, beberapa waktu lalu.

+ PLUS Jirat dan Nisan pada Makam, Potret Warisan Budaya Seni Bangunan Islam

Jirat dan nisan pada makam merupakan salah satu warisan budaya seni bangunan Islam.

+ PLUS Kontroversi Kohabitasi, Fenomena Kumpul Kebo yang Bakal Diatur Negara

Hidup bersama bagai suami istri tanpa ikatan perkawinan (kohabitasi) atau yang populer disebut kumpul kebo masuk ke dalam RUU KUHP.

+ PLUS Peradaban Kuno di Lembah Sungai Bengawan Solo

Lembah sungai terpanjang di Pulau Jawa, Bengawan Solo rekaman jejak peradaban kuno di lembahnya.

+ PLUS Ketika Jenama Tak Bisa Sembarangan Sebut Piala Dunia FIFA 2022

Jenama atau brand/merek tak bisa sembarangan menggunakan, menyebut, atau menulis Piala Dunia FIFA 2022 atau FIFA World Cup 2022 dalam setiap promosinya untuk tujuan komersial.

+ PLUS Kawin Kontrak di Balik Bisnis Mebel Jepara

Praktik kawin kontrak terjadi di Jepara antara wanita pribumi dengan pengusaha asing demi melanggengkan bisnis mebel.