Tutup Iklan

MALAM 1 SURA : Jamas Pusaka, Kerbau Kiai Slamet, dan Aura Mistis

 Kirab 1 Sura Solo (JIBI/Solopos/Dok)

SOLOPOS.COM - Kirab 1 Sura Solo (JIBI/Solopos/Dok)

Malam 1 Sura dijalani dengan kirab Kerbau Kiai Slamet dan ritual jamas pusaka yang tak jarang diidentikkan dengan aura mistis.

Solopos.com, SOLO – Malam 1 Sura dalam penanggalan Jawa sering dipakai Keraton untuk melakukan hajatan sakral. Berbagai ritual yang sering dilakukan pada malam 1 Sura adalah kirab Kerbau Kiai Slamet dan jamas pusaka.

Sejarah ritual malam 1 sura muncul dalam beberapa literatur seperti di Babad Sala yang disusun Raden Mas Said. Jamas pusaka diiringi dengan ritual khusus lainnya seperti puasa, pati geni, menyiapkan sesaji lengkap dengan menyan, tumpeng, dan berbagai persiapan lainnya. Masyarakat Jawa percaya kalau ritual mencuci benda pusaka ketika malam 1 Sura akan mempertahankan kesaktian benda pusaka peninggalan leluhur.

Ritual ini sudah dilakukan sejak lama. Bulan Sura jadi satu waktu dimana keraton di Pulau Jawa mengadakan ritual memandikan pusaka. Karisma keraton sendiri yang membentuk stigma mistis akan bulan Suro.

Tradisi ini juga jadi satu bentuk aksi untuk memupuk kesetiaan warga pada keraton. Hingga kini, kepercayaan itu masih dipegang kuat oleh masyarakat Jawa.

Selain jamasan, kirab Kerbau Bule selalu jadi agenda utama. Kisah mitologis Kerbau Kiai Slamet dumulai sejak Raja Keraton Solo, PB II mencari lokasi pendirian Keraton. Diceritakan sang raja membawa membawa serta kawanan kebo bule berjumlah puluhan ekor untuk mencari tempat yang ditentukan.

Babad Sala tidak menjelaskan alasan kenapa PB II memberlakukan kebijakan demikian. Syair Macapat Babad Giyanti samara-samar menyebut Kerbau Bule punya kemampuan khusus yang melekat dari kebiasaannya kirab pusaka Kiai Slamet.

Seperti diketahui Kerbau Bule ini dipakai PB II untuk kirab pusaka bikinan Kiai Slamet. Karenanya kerbau ini sering disebut Kerbau Kiai Slamet. Masyarakat familiar pula dengan sebutan “Kebo Kiai Slamet”.

RM Said dalam riwayatnya menyebut “Karena PB II beranggapan, di mana kerbau bule berdiam di suatu tempat maka di situlah lokasi pendirian baru keraton.”

Setelah berjalan puluhan kilometer untuk mencari lokasi keraton, Raja PB II melihat si kerbau menghentikan langkah kakinya cukup lama di sebuah tempat. Setelah ditunggu beberapa hari tak kunjung berpindah tempat, sang raja berkeyakinan bahwa di tempat kebo bule berhenti itulah Keraton Surakarta bisa dibangun.

Alhasil, hingga sekarang lokasi pendirian Keraton Kasunanan Surakarta tetap berada di jantung kota. Karena berjasa atas penentuan lokasi pembangunan keraton, maka posisi kesakralan kerbau bule Kiai Slamet menjadi sangat penting bagi warga Solo. Kebo Kyai Slamet merupakan pepunden keramat bagi warga lokal.

Sebab, setiap Malam 1 Sura seluruh masyarakat Surakarta tumplek blek memadati jantung pusat kota untuk melihat dari dekat iring-iringan kawanan kebo Kiai Slamet.


Berita Terkait

Berita Terkini

Menkes: Vaksinasi Cara Penting Tekan Covid-19

Menteri Kesehatan menegaskan sebanyak 100 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Banyak Pelajar Sukoharjo Kena HIV/AIDS Jadi Sorotan Instansi Kemensos

Banyaknya pelajar yang terdeteksi positif mengidap HIV/AIDS di Kabupaten Sukoharjo mendapat sorotan, salah satunya dari BBRSPDF Prof Dr Soeharso Surakarta Kementerian Sosial (Kemensos).

WNI Selundupkan 800 Lembar Narkoba LSD Dalam Spare Part dari China

Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan sabu-sabu dan LSD yang disembunyikan dalam spare part dari China.

Kabar Terbaru Kucing Selamat dari Erupsi Semeru, Diberi Nama Semeru

Selain membagikan kabar si anak kucing yang selamat dari erupsi Gunung Semeru, Cak Saif juga mengumumkan namanya.

Kalung Bandul Rajamala yang Dipakai Gibran Ternyata Harganya Rp10.000

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjelaskan tentang kalung berbandul Rajamala yang belakangan ini kerap ia pakai dalam berbagai kesempatan.

Lantik Perwira Baru, KSAU Tekankan Sikap Adaptif dan Inovatif

KSAU menyatakan bahwa dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi global membuat tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara semakin kompleks dan unpredictable.

Sambut Harbolnas 12.12, Cek 5 Tips Hindari COD Fiktif Ala Ninja Xpress

Ninja Xpress membagikan tips menghindari barang kiriman dengan metode pembayaran di tempat atau Cash On Delivery (COD) dalam rangka menyambut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12.

E-LIC Presisi, Inovasi Polres Grobogan Bantu Pelaku Usaha

Polres Grobogan membuat gebrakan dengan meluncurkan program Bebasan diiringi pengenalan E-LIC Presisi melalui web service; www.e-licpresisi.com bagi pelaku usaha.

Wadahi 200 Penyandang Disabilitas Sragen, Yayasan Jaya Abadi Dibentuk

Yayasan Penyandang Disabilitas jaya Abadi Kecamatan Sambirejo, Sragen, dideklarasikan pada Rabu (8/12/2021). Yayasan ini mewadahi 200 difabel.

Polres Sukoharjo Kumpulkan Pengurus 13 Perguruan Silat, Ada Apa Ya?

Pengurus dari 13 perguruan silat yang ada di Kabupaten Sukoharjo diundang Polres setempat untuk mengikuti pertemuan di Hotel Tosan, Solo Baru.

Diyakini Bekas Lautan Purba, Air Sumur di Tawangrejo Klaten Terasa Asin

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan pasokan air dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Kasus Bunuh Diri Naik dalam Setahun, Polres Gunungkidul Lakukan Ini

Polres Gunungkidul melakukan sejumlah cara terkait kasus bunuh diri meningkat di Kabupaten Gunungkidul tahun 2021 apabila dibandingkan tahun 2020.

Jelang Nataru, Dai Kamtibmas Karanganyar Dapat Pembinaan

Dai Kamtibmas di Karanganyar diharapkan bisa mengambil peran dalam terciptanya iklim kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Tegal Darurat Kekerasan Seksual, Belasan Anak Dicabuli

Kota Tegal sedang darurat kasus kekerasan seksual dengan mayoritas anak-anak yang menjadi korban.

Kiper Persijap Perkuat Persis Solo di 8 Besar Liga 2

Akun media sosial milik Harlan pun telah mengikuti akun ofisial Persis Solo.