Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan SK Remisi Kemerdekaan RI kepada dua napi dalam upacara di LP Kedungpane Semarang, Jateng, Sabtu (17/8/2019). (Antara-I.C. Senjaya)

Solopos.com, SEMARANG — Apa makna remisi Kemerdekaan bagi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah? Ternyata dengan memberikan remisi pada hari ulang tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia itu, Kemenkumham Jateng menghemat anggaran negara hingga Rp9,9 miliar.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Tengah Marasidin Siregar di Kota Semarang, Jateng, Jumat (16/8/2019), mengatakan rupiah yang dihemat itu ekuivalen dengan 6.556 napi yang memperoleh remisi dikalikan dengan masing-masing besaran pengurangan hukuman. "Jumlah tersebut dikalikan dengan indeks kebutuhan bahan makan tiap napi sebesar Rp19.000/hari," katannya.

Ia lalu mencontohkan napi dengan pengurangan masa hukuman satu bulan yang jumlahnya 1.823 orang, maka penghematan yang diperoleh mencapai Rp1,039 miliar. Dalam rangka HUT ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019), sebanyak 6.556 napi penghuni berbagai lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara di Jawa Tengah memperoleh pengurangan masa hukuman. Lamanya pengurangan masa hukuman tersebut bervariasi, antara satu hingga enam bulan. Dari jumlah sebanyak itu, 208 orang di antara mereka akan langsung bebas pada 17 Agustus 2019.

Pemberian remisi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara serta hak narapidana atas pencapaian positif selama menjalani hukuman. Adapun jumlah napi dan tahanan yang saat ini menghuni 44 LP dan rutan di berbagai daerah di Jawa Tengah mencapai 13.457 orang, yang terdiri atas 10.645 napi dan 2.812 tahanan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten