Makna dibalik nomor urut

Ada banyak makna yang terkandung dalam angka. Hal itu pulalah yang coba diterjemahkan oleh para kandidat Capres dan Cawapres serta pendukungnya usai pengundian nomor urut yang dilakukan kemarin.

Pada undian ini, pasangan Megawati dan Prabowo Subianto mendapat nomor urut 1. Sedangkan nomor urut 2 adalah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono serta nomor urut 3 adalah pasangan Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto.

Seperti diungkapkan Ketua Dewan Pembina PDIP Perjuangan yang mengusung Taufi q Kiemas, nomor urut 1 dimaknai sebagai tanda-tanda kemenangan. “Nomor 1 tanda-tanda kemenanganlah, kita senang,” katanya seperti dikutip detikcom, kemarin.

Suami Megawati tersebut juga mengaku, ribuan kader di tingkat daerah sudah siap mendukung pasangan Mega-Prabowo agar menjadi nomor satu. Lewat program kerakyatan yang selama ini diusung, Taufiq berharap mimpi untuk mencapai stabilitas ekonomi mampu dicapai.

Sementara Megawati sendiri mengaku nomor urut 1 bukan hal luar biasa baginya. Megawati mengaku sejak awal siap menerima nomor urut berapa pun. “Buat saya nomor urut berapapun tidak masalah, yang penting kerjanya,” ujarnya.

Sedangkan tim sukses pasangan SBY-Boediono tidak ingin ketinggalan mempromosikan nomor urut jagoan mereka. Menurut Ketua DPP Demokrat Anas Urbaningrum, nomor urut 2 berarti melanjutkan SBY untuk kedua kalinya. “Jika disambungkan, lanjutkan untuk periode ke dua,” kata Anas.

Menurut Anas, nantinya slogan tersebut akan disosialisasikan dalam masa kampanye. Seluruh jajaran partai pendukung SBY-Boediono akan diinformasikan juga tentang hal yang sama.

Meski selama ini dikenal menyukai nomor ganjil, SBY tetap berharap jalannya ke kursi RI 1 tetap mulus. “Politik itu harus rasional, saya minta berkah dari Tuhan agar perjuangan berhasil,” kata SBY.

Memperoleh nomor urut 3 bagi pasangan JK-Wiranto bukanlah sebuah bencana. Secara filosofi s, pasangan tersebut merasa lebih diuntungkan. “1 itu masa lalu, 2 itu presiden sekarang, 3 itu presiden yang akan datang,” ujar Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso.

Menurut Priyo, jargon itu akan digunakan untuk ‘jualan’ kampanye pasangan tersebut nantinya. Dengan nomor 3, pendukung JK-Wiranto siap bekerja keras untuk memperoleh kemenangan.

Pasukan pendukung Jusuf Kalla (JK)-Wiranto langsung membentangkan poster nomor 3 usai pengundian. Ternyata, para pendukung pasangan tersebut sudah mempersiapkannya sejak awal.

“Kami cuma bawa nomor 3 dari awal, kami sudah feeling,” katanya.

Jusuf Kalla optimistis bisa memenangi Pilpres 2009 lewat nomor urut tiga. Ia menilai nomor tiga paling baik. “Semua nomor itu pada dasarnya baik, apalagi nomor tiga. Itu lebih tinggi dari yang lain,” katanya.

BISNIS INDONESIA/JIBI

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom