Kategori: Internasional

Makin "Gaul", Paus Fransiskus Jadi Cover Rolling Stone


Solopos.com/Adib M Asfar/JIBI/Solopos

Solopos.com, JAKARTA -- Paus Fransiskus kembali membuat sensasi. Setelah mendeklarasikan diri sebagai paus bagi kaum miskin, kini dia tampil “gaul”setelah wajahnya menghiasi sampul atau cover majalah musik Rolling Stone.

Dalam majalah Rolling Stone edisi terbaru tersebut, bukan hanya wajah Paus Fransiskus yang menjadi foto utama. Sebuah judul artikel Pope Fransiskus: The Times They are a-Changin juga ditonjolkan sebagai menu utama. Dalam artikel tersebut, sang penulis, Mark Binelli, mengupas kehidupan Fransiskus lebih dekat. Tulisan Binelli ini juga dipublikasikan di situs Rolling Stone sejak Selasa (28/1/2014).

Binelli mengawali artikelnya dengan gambaran tentang fenomena setiap Rabu di Alun-alun St. Peter di Roma. Sejak pria Argentina bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu resmi menjadi paus Maret 2013 lalu, kunjungan di St. Peter melonjak tiga kali hingga mencapai 6,6 juta orang. Bagi banyak orang termasuk Binelli, ini merupakan fenomena luar biasa. Satu hal yang menjadi alasannya, yaitu keberadaan paus baru.

Apa yang berbeda dari Paus Fransiskus? Itulah yang ingin dijawab Binelli. Dia melihat ada yang tidak biasa dengan Fransiskus dibandingkan pendahulunya, Paus Benedictus. Setidaknya, Binelli menunjukkannya dengan ribuan orang yang memenuhi St. Peter berebut mengangkat ponsel mereka untuk memotret Sang Paus. “Mungkin seluruh smartphone itu diangkat ke surga,” tulis Binelli.

Binelli menggambarkan Fransiskus yang menarik perhatian ribuan orang, mirip pengantin dalam acara pernikahan. “Seperti pernikahan saat Yesus dan orang-orang suci di surge menunggu dengan tangan terbuka,” tulisnya.

Sementara Benedictus digambarkan Binelli sebagai akademisi yang keras dan menjaga jarak dari masyarakat umum, Fransiskus justru sebaliknya. “Seperti Bill Clinton, maju mendekat secara personal dan menggunakan waktunya satu jam untuk bersama-sama dengan umatnya.

Fransiskus juga digambarkan sebagai paus yang memiliki pemikiran radikal tentang persoalan masa kini. Binelli mengutip sebuah momen saat Fransiskus menjawab pertanyaan soal isu perkawinan homoseksual atau gay. “Memangnya siapa aku bisa menghakimi?” tulis Binelli mengutip ucapan Fransiskus.

Ungkapan ini sekaligus sebagai gambaran sang paus sekarang yang lebih terbuka, termasuk isu-isu liberalisme. Bukan cuma soal gaya hidup, tapi juga pandangannya terhadap demokrasi dan ekonomi dunia. Fransiskus peduli terhadap isu populer, dan itulah yang menjadi pembedanya dalam pandangan Binelli.

Share