Kategori: Leisure

Makananmu, Penyakitmu


Solopos.com/Ahmad Hartanto/JIBI/SOLOPOS

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)
Sarapan pagi hari ini, makanan apa yang Anda konsumsi? Dengan cara apa makanan tersebut diolah? Apakah digoreng, direbus, dikukus atau dipanggang? Bagaimana dengan makan siang dan makan malam? Ayo mulai lebih dicermati lagi, sebab jangan sampai makanan yang kita santap dengan penuh kenikmatan itu justru menjadi pemicu penyakit-penyakit berat yang membuat hidup tak lagi nikmat!

Hal ini dingatkan dalam seminar kesehatan yang digelar Surabaya New Life Health Centre di Hotel Ibis Solo belum lama ini. Pembicara tunggal pada Seminar Penyakit Jantung dan Penanganannya itu merupakan seorang dokter ahli jantung asal Taiwan, Lee Yen Ping.

Dalam kesempatan itu, Lee memaparkan bahaya penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang memasok kebutuhan ke otak dan menyumbat pembuluh darah di otak. Selain itu, tekanan darah tinggi juga akan mempercepat kerusakan pembuluh darah dan jantung itu sendiri.

“Pembuluh darah kalau dibenturkan dengan tekanan darah yang besar, akan rusak. Sama juga di jantung. Jantung makin lama makin besar. Jantung memompa dengan keras,” tutur Lee. Untuk itu, penderita penyakit tersebut harus mengontrol emosi dan mengubah gaya hidup dan pola makan. “Ganti garam halus ke garam kasar. Jangan stres, jangan begadang, setiap hari lakukan olahraga ringan. Bergembiralah, lepaskan tekanan, jangan ingat dendam, buang masalah kecil, hal itu jadi penyebab tekanan darah tinggi,” tegas Lee.

Dirinya menambahkan, di Amerika Serikat, satu dari tiga orang yang meninggal diakibatkan oleh serangan jantung. Hal ini karena faktor obesitas dan gaya hidup tidak sehat. Namun, orang kurus juga dapat terkena serangan jantung. Untuk itu, perlu dikenali faktor risiko, penyebab dan pencegahannya.

Untuk pembuluh darah jantung yang sebesar kelingking misalnya, risiko tersumbat juga bisa tinggi. Sumbatan itu sebagian besar diakibatkan bahan makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, kerupuk, tempe goreng, tahu goreng. Lee pun mengaku heran dengan kebiasaan orang Indonesia yang suka menggoreng segala macam bahan makanan, mulai dari nasi, daging, ikan hingga buah.

“Ayam, sapi, kambing, babi, semua digoreng. Ikan yang mati digoreng sampai berdiri, buah pisang juga digoreng. Siapa pun yang peduli dengan kesehatan jantungnya, hendaknya mengurangi makanan yang digoreng,” tegasnya. Makanan yang digoreng menurutnya merupakan urutan pertama penyebab penyumbatan pada pembuluh darah.

Lee juga meminta masyarakat lebih berhati-hati mengonsumsi makanan dari hewan berkaki empat seperti kambing, sapi dan babi. Khusus untuk babi, Lee memberi penekanan pada konsumsi daging, kaki dan lemaknya yang dapat menyebabkan kanker.
“Pepatah orang China, memakan sesuatu, akan menambah sesuatu. Makan kaki akan tambah kaki. Apa itu tongkat? Orang stroke pakai tongkat,” tukas dia sambil menirukan gaya berjalan orang yang memakai tongkat.

Lee lantas menceritakan pengalamannya saat menerima pasien berusia lima tahun yang terkena stroke. Setelah diselidiki, anak tersebut setiap hari diberi menu seperti hamburger, minuman ringan, kentang goreng dan ayam goreng. Dia juga menjumpai bocah lain yang juga terkena stroke meski baru berusia tujuh tahun. Ternyata, ayah ibunya penjual telur puyuh. Setiap hari ia makan telur puyuh yang diketahui berkolesterol tinggi, bahkan melampaui kandungan dalam daging hewan berkaki empat.

Nah, apa yang Anda makan bakal jadi penanda penyakit Anda bukan?

Share
Dipublikasikan oleh
Bambang Aris Sasangka