MAKANAN RINGAN : Naik Rp30.000/Kg, Harga Kacang Mede Tembus Rp130.000/Kg
Toko menjual makanan ringan di Sukoharjo. (JIBI/Solopos/Rudi Hartono)

Makanan ringan menjadi kebutuhan yang diburu masyarakat saat Ramadan dan Lebaran.

Solopos.com, SUKOHARJO—Harga komoditas pangan menjelang dan selama Ramadan naik seiring meningkatnya permintaan. Hal yang sama terjadi pada berbagai jenis snack atau makanan ringan. Bahkan, ada harga makanan ringan yang naik hingga menyentuh Rp30.000/kg, yakni kacang mede.

Penjual kacang mede di dekat Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo, Wasiyah, 26, saat ditemui solopos.com, Rabu (24/6/2015), menginformasikan kenaikan harga kacang mede mentah terjadi pada awal Ramadan. Kala itu harga langsung naik tajam, yakni mencapai Rp30.000/kg. Dia memerinci semula harga kacang yang berasal dari buah jambu monyet itu dijual seharga Rp90.000/kg kini menjadi Rp120.000/kg. Harga kacang mede goreng lebih mahal, yakni Rp130.000/kg.

“Kondisi seperti ini tren setiap Ramadan. Hanya besaran kenaikannya yang berbeda,” kata Wasiyah.

Penjaga toko makanan ringan Abadi dekat toko penjual kacang mede, Ny. Martin, 25, menyampaikan kenaikan harga snack naik sejak sepekan sebelum Ramadan. Namun, tidak semua makanan ringan harganya naik. Dia memerinci kenaikan harga terjadi pada keripik belut, kacang kulit, dan berbagai roti baik dalam kemasan maupun kiloan. Harga komoditas tersebut naik rata-rata Rp5.000-Rp10.000/kg.

Keripik belut sebelum Ramadan dijual seharga Rp70.000/kg, kini menjadi Rp80.000/kg. Harga kacang kulit semula Rp25.000/kg, sekarang menjadi Rp30.000/kg. Roti Monde kaleng besar biasanya Rp90.000/kaleng kini menjadi Rp95.000/kaleng. Roti Kongguan kaleng besar semula Rp80.000/kaleng kini dijual seharga Rp83.000/kaleng. Kue nastar biasanya Rp40.000/kg kini menjadi Rp45.000-Rp48.000/kg. Sedangkan nastar bentuk hati atau cinta dari Rp55.000/kg sekarang Rp60.000/kg.

“Semua harga roti kaleng besar maupun kecil naik rata-rata Rp5.000/kaleng,” kata perempuan tersebut.
Menurut dia harga berbagai snack karena permintaan meningkat, tetapi persediaan tetap. Meningkatnya permintaan itu dirasakan juga dirasakan Toko Abadi. Pada hari biasa di luar Ramadan penjualan di toko itu berada di angka Rp3 juta-Rp4 juta/hari. Menjelang dan selama Ramadan ini penjualan meningkat 20-30 persen/hari.

“Harga makanan yang saat ini naik biasanya akan turun beberapa bulan setelah Lebaran. Namun, khusus harga roti dalam kemasan tidak bisa turun. Harga tersebut akan bertahan hingga Ramadan tahun depan,” imbuh dia.

Pemilik toko snack di kawasan Pasar Ir. Soekarno, Sutrisno, 38, mengatakan hal senada. Menurut dia harga makanan ringan naik sejak sebulan sebelum Ramadan. Berbeda dengan Toko Abadi yang menjual berbagai macam snack kiloan, Sutrisno menjual bungkusan. Kacang kulit sebelum Ramadan berada di harga Rp18.000/bungkus, kini menjadi Rp19.000/bungkus. Keripik belut yang biasanya Rp12.000/bungkus kini sekarang Rp13.000/bungkus.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom