Makanan Khas Temanggung Ndas Borok, Kerap Dikaitkan Mitos di Gunung Sumbing

Salah satu kuliner atau makanan khas daerah Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), yang sudah cukup melegenda adalah Ndas Borok.

 Makanan khas Temanggung, Ndas Borok. (mediacenter.temanggungkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Makanan khas Temanggung, Ndas Borok. (mediacenter.temanggungkab.go.id)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memang kaya akan kuliner yang memiliki cita rasa maupun nama yang unik. Seperti nama kuliner atau makanan khas di salah satu daerah Jateng, Kabupaten Temanggung, yang diberi nama Ndas Borok.

Sepintas, jika kita mendengar kata-kata ndas borok, pikiran kita pasti akan tertuju dengan suatu penyakit kulit yang ada di kepala. Namun, jangan salah di Temanggung, ndas borok merupakan nama satu jenis makanan khas yang telah melegenda.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dikutip dari laman mediacenter.temanggungkab.go.id, Ndas Borok merupakan nama kuliner atau makanan khas daerah Temanggung yang memiliki cita rasa gurih dan manis. Makanan ini terbuat dari singkong, parutan kelapa dengan taburan gula aren. Oleh karena bentuknya yang unik itu, warga sekitar pun lebih populer menyebutnya dengan nama Ndas Borok.

Asal mula Ndas Borok ini pun kerap dikait-kaitkan dengan mitos yang selama ini dipercaya masyarakat Temanggung. Mitos yang melingkupi Ndas Borok berkaitan dengan Gunung Sumbing, gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa yang terletak di Temanggung, Magelang, dan Wonosobo.

Masyarakat Temanggung percaya dengan mitos terkait larangan membawa bekal nasi jika hendak naik atau mendaki Gunung Sumbing. Bekal yang disarankan pun terdiri dari singkong, gula, dan kelapa.

Baca juga: Srintil Sang Primadona, Mahal dan Satu-Satunya di Dunia

Penjelasan terkait mitos ini adalah jika bekal nasi yang dibawa, maka akan mudah terasa lapar lagi setelah satu hingga dua jam kemudian. Berbeda jika bekal yang dibawa berupa gula aren dan kelapa yang berguna bagi sertamina, serta singkong sebagai makanan yang mengandung karbohidrat pengganti nasi.

Populer

Melalui mitos yang sudah tersiar sejak zaman dulu dan secara turun temurun ini, akhirnya lahirlah Ndas Borok, yang kini disebut-sebut sebagai makanan khas Temanggung. Makanan ini dibuat dari singkong, gula aren, dan kelapa, yang dipadu jadi satu dan dikukus.

Lambat laun, keberadaan makanan Ndas Borok ini pun semakin berkembang dan bahkan menjadi kuliner khas daerah Temanggung. Tak hanya dimakan saat hendak mendaki Gunung Kuning, Ndas Borok juga dikonsumsi warga saat hari-hari biasa.

Baca juga: Terakhir Meletus 1730, Gunung Sumbing Ternyata Masih Aktif

Salah satu pembuat kuliner khas Temanggung, Ndas Borok, adalah Saryanto atau yang karib disapa Pak Itok. Pak Itok mengaku membuat Ndas Borok cukup mudah. Caranya, singkong dan kelapa diparut lebih dulu. Setelah itu, parutan singkong dan kelapa itu dicampur dan ditaburi gula aren yang telah disisir tipis.

Campuran adonan itu kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus selama kurang lebih 20-30 menit. Setelah itu, Ndas Borok pun siap disajikan.

“Setelah disajikan kerap ada kata-kata ‘Kok koyo Ndas Borok [seperti kepala berpenyakitan]’, sehingga diberi nama Ndas Borok,” terang Pak Itok.

Pak Itok mengaku awalnya memasarkan kuliner atau makanan khas Temanggung, Ndas Borok, di lingkungan Desa Pendowo, di antara para tetangga. Lambat laun ia mulai menjual di Pasar Tani KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) di daerah Kranggan dan Pasar Tani Pekarangan (Pastakara). Kini ia juga mulai merambah pasar media sosial untuk mempromosikan produknya itu.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bagikan Cokelat, Cara Polres Salatiga Sosialisasikan Nomor Layanan Aduan

      Brosur yang dibagikan kepada masyarakat bukan hanya tentang Layanan 110, namun juga berisi informasi layanan publik yang ada di Polres Salatiga berupa pembuatan SIM, SKCK, tata cara pelaporan di SPKT dan layanan sidik jari Sat Reskrim.

      Desa Conto Wonogiri Jadi Desa Wisata Terbaik Jateng 2022 untuk Kategori Ini

      Desa Wisata Conto di Kabupaten Wonogiri didapuk sebagai desa wisata terbaik Jateng 2022 untuk kategori Sapta Pesona dan CHSE.

      Lima Kata Khas Semarangan, Nomor Satu Kasar bin Agresif

      Berikut lima kata-kata yang menjadi ciri khas bahasa daerah Semarang atau Semarangan.

      Selamat! Desa di Banyumas Ini Raih Predikat Desa Wisata Terbaik Jateng 2022

      Desa Wisata Pekunden di Kabupaten Banyumas dinobatkan sebagai desa wisata terbaik atau meraih juara pertama dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah (Jateng) 2022.

      Solidaritas, Napi & Sipir Lapas Semarang Galang Dana bagi Korban Gempa Cianjur

      Napi dan sipir Lapas Kedungpane Semarang menggelar doa bersama dan menggalang dukungan bagi korban gempa Cianjur.

      225 Pemuda Jateng Ditempa Jadi Pebisnis di Salatiga

      Yayasan Plan Indonesia dan SPPQT memberikan pelatihan kewirausahaan kepada ratusan pebisnis muda asal Jateng di Salatiga.

      Miris, Gaji Guru Madrasah di Blora Rp50.000 per Bulan

      Gaji guru madrasah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), disebut masih jauh di bawah kesejahteraan yakni Rp50.000 per bulan.

      Kongres Ulama di Jepara Berakhir, Ini 8 Rekomendasi untuk Pemerintah Jokowi

      Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II yang digelar di Jepara, Jateng, telah resmi berakhir dengan menghasilkan 8 rekomendasi.

      Janjikan Bisa Lolos CPNS, Guru PNS di Grobogan Dilaporkan ke Polisi

      Dua PNS, di mana salah satunya guru SMP dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan penerimaan CPNS di Kabupaten Grobogan.

      Selamatkan Lahan Kritis, Pemprov Jateng Tanam Jutaan Pohon

      Pemprov Jateng telah melakukan penanaman jutaan pohon sebagai upaya menyelamatkan lahan kritis.

      Sopir Ambulans di Ambarawa Jadi Korban Pembunuhan, Pelaku Diduga Perempuan

      Seorang sopir ambulans di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, diduga menjadi korban pembunuhan seorang perempuan.

      Truk Salip Truk di Jalan Kudus-Pati, Pengendara Vario Jadi Korban

      Kecelakaan maut melibatkan truk tronton dengan pengendara sepeda motor Vario terjadi di Jalan Kudus-Pati, Kabupaten Kudus.

      Warga Belum Terima Ganti Rugi Tol Semarang-Demak, PPK: Tidak Ada Nama Suparwi

      Seorang warga Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Demak, mengeklaim belum mendapatkan uang ganti rugi atas tanah yang digunakan pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi II.

      Hilang Sejak Kamis, Kakek asal Grobogan Ditemukan Meninggal di Sawah

      Seorang kakek berusia 64 tahun asal Grobogan ditemukan meninggal dunia di area sawah dalam posisi tergeletak.

      Kebut Proyek Tol Semarang-Demak, Gubernur Ganjar Bentuk Tim Khusus

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membentuk tim khusus untuk mempercepat pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi I.