Makam Presiden Keempat Gus Dur Belum Bisa Dikunjungi Peziarah
Putri keempat almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid, menabur bunga ketika berziarah ke makam Gus Dur di Kompleks Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8/2015). (Antara-Zabur Karuru)

Solopos.com, JOMBANG - Para peziarah hingga saat ini masih belum bisa mengunjungi makam Gus Dur. Masyarakat yang hendak mengirim doa untuk Gus Dur diminta melakukannya dari rumah masing-masing.

Manajemen Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memutuskan menutup lokasi makam Presiden keempat RI, K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, untuk peziarah di masa pandemi Covid-19.

"Perlu kami tegaskan bahwa status penutupan akses makam untuk peziarah masih tetap berlaku, sesuai surat Pengasuh Pesantren Tebuireng Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 tanggal 14 Maret lalu," kata Sekretaris Pesantren Tebuireng, Abdul Ghofar, di Jombang, Sabtu (8/8/2020).

Wow! Karanganyar Nol Penambahan Kasus Positif Covid-19

Pihaknya mengakui sejumlah masyarakat menyangka lokasi wisata religi Makam Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, sudah dibuka untuk peziarah.

"Jadi status makam masih tetap ditutup untuk peziarah hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kami mohon masyarakat yang hendak mendoakan Gus Dur dan masyayikh Tebuireng cukup dilakukan dari rumah masing-masing," kata Abdul.

Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng, Nur Hidayat, menambahkan saat ini energi seluruh pengurus pesantren yang didirikan Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari itu masih fokus pada persiapan mengaktifkan kembali kegiatan di pesantren.

Sempat Dicuri Sampai Bogor, Patung Ganesha Miliaran Rupiah di Kepurun Klaten Cuma Jadi Pajangan Rumah Warga

"Santri yang diundang kembali ke pondok pada 20 Juli lalu telah selesai menjalani karantina dan memulai pembelajaran sejak awal Agustus. Jadi, saat ini kami sedang mempersiapkan kedatangan kloter kedua untuk memastikan kondisi mereka sehat dan prima saat memasuki pondok dan memulai kegiatan," kata Hidayat.

 

Persebaran Covid-19

Ia juga berharap masyarakat memahami kebijakan manajemen pesantren. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi persebaran Covid-19.

"Demi keselamatan dan kesehatan warga pesantren, kami berharap masyarakat memahami keputusan tersebut. Sebab, amanat pengasuh kepada seluruh pengurus adalah menjadikan keselamatan dan kesehatan santri sebagai prioritas utama," kata Hidayat.

Puluhan Mobil Antik Adu Molek di Karanganyar, Selfie Kuy!

Sementara itu, sejumlah aktivitas di lokasi pesantren juga sudah dibuka untuk umum. Pada akhir Juli, yang bertepatan dengan Iduladha, Pesantren Tebuireng untuk kali pertama memfungsikan Masjid Ulul Albab sebagai tempat salat Jumat.

Masjid Ulul Albab merupakan masjid kedua di Tebuireng, Jombang, yang diresmikan oleh Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie bertepatan dengan seabad usia pesantren tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom