Makam Nyah Rewel hingga Kereta Gaib, Ini Kisah Misteri di Kampus UNS Solo
Kampus UNS Solo. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO — Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memiliki sejumlah kisah misteri yang beredar sejak dulu sampai sekarang. Salah satunya disekitar ruang pentas terbuka Arga Budaya yang dikaitkan dengan sosok Nyah Rewel.

Ruang pentas tertua di Kota Solo itu  berada di sekitar Fakultas Pertanian (FP) dan Gedung Rektorat dr. Prakosa. Arga Budaya dan sekitarnya sering dikatakan angker. Sebagian mahasiswa bahkan tidak berani melintas sendirian di kawasan itu pada malam hari.

“Enggak berani [lewat dekat Arga Budaya] karena gelap dan banyak yang bilang kalau berhantu, jadi takut diweruhi dan diganggu,” ujar Sabrina, salah satu mahasiswa UNS, Kamis (31/12/2020).

Lirik Lagu Tanpa Batas Waktu - Cover Amanda Manopo OST Ikatan Cinta

Nyah Rewel

Keangkeran Arga Budaya ini dikaitkan dengan cerita tentang sosok “penunggu” yang disebut Nyah Rewel. Menurut cerita Nyah Rewel adalah seorang nenek tua di zaman dahulu yang kemudian meninggal dan dimakamkan di sekitar Arga Budaya.

Kabarnya lagi, makam ini hingga sekarang tidak bisa dipindah. Itulah sebabnya sampai saat ini Nyah Rewel menghantui kawasan tersebut.

Ketua Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Kajian Tradisi Jawa UNS, Sahid Teguh Widodo, mengatakan makam Nyah Rewel sudah dipindah sejak lama. Sehingga menurutnya tidak benar jika ada kabar makam itu  tidak bisa dipindah.

Awas! Solo, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar & Wonogiri Zona Merah Covid-19

Ia mengatakan pada zaman dahulu wilayah UNS memang merupakan area permakaman warga Tionghoa/keturunan dan lainnya. Selanjutnya permakaman ini direlokasi ke tempat lain sebelum dibangun gedung-gedung sebagai kampus pusat UNS.

“Semua wilayah di UNS itu dulu makam, ada makam China, Jawa, dan, umum. Dulu berupa belantara, banyak tumbuhan-tumbuhan. Tapi [makam] Nyah Rewel itu tempatnya saja dan sudah dibawa ke makam China yang di timur [Permakaman Mojo],” ujar Sahid, Rabu (30/12/2020) seperti dikutip dari keterangan pers humas UNS.

Selain Nyah Rewel dan makamnya, cerita misteri tentang sebuah kereta di dekat Agra Budaya juga sering dibicarakan mahasiswa UNS.

Garam Palsu Beredar di Wonogiri, Ini Ciri-Cirinya

Kereta Gaib

Sahid mengatakan, di Gunung Kendil yang terletak di sebelah Arga Budaya itu dulu memang terdapat sebuah kereta. Namun, tidak diketahui pasti jenis kereta apa, milik siapa, dan telah dipindah ke mana.

“Konon kabarnya di atasnya [Arga Budaya] pernah disimpan kereta tapi sekarang sudah diambil. Ada pohon bodhi yang sekarang sudah tidak ada,” tambahnya.

Sejarah Arga Budaya

Sementara itu, Arga Budaya sendiri berdiri sejak 1981. Sejak itu Arga Budaya sudah menjadi tempat pagelaran seni bagi mahasiswa UNS.

Nama Arga Budaya berasal dari dua kata, yaitu arga dan budaya. Arga artinya redi atau gunung yang diartikan sebagai tempat yang besar dan menyimpan berbagai macam mineral dan sebagai wahana untuk tumbuhnya berbagai tumbuhan dan kehidupan

Budaya artinya budi dan daya sebagai satu wahana yang terletak di sebelah barat Gunung Kendil. Menurut Sahid, Arga Budaya adalah salah satu saksi bisu kepopuleran pentas teater pada masanya. Bahkan, berdirinya Teater Wiswakarman pada tahun 1989 sebagai teater tertua di Kota Solo tidak terlepas dari Arga Budaya.

Plang Nama FPI di Telukan Sukoharjo Dirobohkan

“Waktu saya mahasiswa, saya menggunakan itu sejak 1988 sebagai tempat berlatih ketoprak. Lalu 1989 diresmikan Wiswakarman di Fakultas Sastra [sekarang Fakultas Ilmu Budaya/FIB], waktu itu saya sebagai pendirinya, dan sebagai pembina sudah 31 tahun,” terang Sahid.

Adanya Arga Budaya semakin mempertegas eksistensi UNS sebagai kantong kebudayaan Jawa. Bagi Sahid, Arga Budaya merupakan kesungguhan UNS Solo dalam mewujudkan sarana dan prasarana guna menunjang visi World Class University. Sehingga diharapkan Arga Budaya dapat memberikan akses  seluas-luasnya terhadap pusat kebudayaan yang representatif dan membanggakan.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom