Makam Misterius di Pinggir Jalan Kampung Teposanan Sriwedari Solo, Punya Siapa?
Makam di pinggir jalan Kampung Teposan, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. (Detik.com)

Solopos.com, SOLO – Keberadaan makam di pinggir jalan Kampung Teposanan, Kelurahan Sriwedari, Solo, mungkin terlihat biasa bagi warga sekitar. Namun, bagi yang belum pernah lewat tentu akan kaget jika melintas.

Makam tersebut berada di Jl Abiyoso, Kampung Teposanan, Kelurahan, Sriwedari, Laweyan, Solo. Makam tersebut dibatasi besi di bagian kiri dan kanannya dengan pusara berhias ubin bercorak merah.

Berapa Sih Biaya Perawatan Pasien Covid-19? Ini Jawabannya 

Makam tersebut menjadi misteri lantaran tidak ada nama yang tertulis di sana. Namun, dikabarkan Detik.com, Rabu (1/7/2020), terlihat ada sisa bunga yang hampir layu di atas makam.

Makam  itu berada di badan jalan yang lebarnya hanya sekitar tiga meter. Kuburan itu berbatasan dengan pagar GOR Sritex di sisi barat.

Walah, 30 ASN Pemprov Jateng Terpapar Covid-19

Bekas Permakaman

Ketua RT 002/RW002 Kampung Teposanan, Kardi, 46, mengatakan, makam itu milik tokoh bernama Mbah Precet. Dia mengatakan lokasi itu merupakan bekas permakaman.

Pada 1980-an, hampir semua makam dipindah. Namun, hanya satu yang tidak, yakni makam milik Kiai Precet atau Mbah Precet. Makam itu tidak dipindah berdasarkan pesan dari Kiai Precet.

“Sesuai pesan terakhir sebelum meninggal, Mbah Precet ingin dimakamkan di sini,” terang Kardi.

Konflik Perguruan Silat di Sragen, Ini Solusi Kapolres untuk Pendekar

Kemudian setelahnya pemerintah membangun daerah-daerah tersebut menjadi sekolahan, puskesmas, hingga rumah dinas lurah Sriwedari. Pernah suatu ketika ada mobil yang tak sengaja parkir di atas makam di pinggir jalan Kampung Teposanan tersebut. Akibatnya lampu di dalam GOR Bakti atau Sritex padam.

Meski demikian warga sekitar mengaku tak pernah mendapat gangguan supranatural atau lainnya akibat keberadaan makam itu. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan makam di pinggir jalan Kampung Teposanan itu.

Pemerintah Kelurahan Sriwedari pun tak berani memindah makam karena terganjal wasiat Mbah Precet. Menurut pengakuan warga sekitar, setiap malam Jumat makam itu selalu ditaburi bunga. Ada juga yang berziarah ke makam tersebut pada malam hari sekitar 22.00 WIB.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom