Makam Kerabat Mangkunegaran di Rumah Warga Bisa Jadi Destinasi Wisata

Pokdarwis Kestalan, Solo, menyebut keberadaan makam kerabat Mangkunegara IV di salah satu rumah warga di Kestalan bisa jadi destinasi wisata sejarah

 Rumah Sutadi, 73, di Jl. Sutan Syahrir, Kestalan, Banjarsari, Kota Solo, yang terdapat makam kerabat Mangkunegaran. (Solopos.com/Ika Yuniati)

SOLOPOS.COM - Rumah Sutadi, 73, di Jl. Sutan Syahrir, Kestalan, Banjarsari, Kota Solo, yang terdapat makam kerabat Mangkunegaran. (Solopos.com/Ika Yuniati)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah makam yang diyakini merupakan makam kerabat Mangkunegara IV terdapat di rumah seorang warga Kestalan, Banjarsari, Kota Solo. Pemiliknya adalah seorang nenek-nenek bernama Sutadi, 73, yang tinggal bersama putranya.

Terkait keberadaan makam tersebut, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kestalan yang juga Ketua Pokdarwis Solo, Mintorogo, mengatakan bahwa sejarah makam tersebut memang belum diketahui secara jelas. Namun yang pasti, itu memang anak-anak Mangkunegaran IV.

PromosiInsentif Fiskal untuk Mewujudkan Ambisi Penggunaan Kendaraan Listrik

makam kerabat mangkunegaran solo
Nenek Sutadi, 73, menunjukkan makam kerabat Mangkunegaran yang menyatu dengan bangunan rumahnya di Jalan Sutan Syahrir, Kestalan, Banjarsari, Solo. Sabtu (29/1/2022). (Solopos.com/Ika Yuniati)

“Peninggalan Mangkunegara IV berupa makam anak-anaknya. Tertutup rumah penduduk di sini [Kestalan]. Ada dua versi cerita, namanya adalah RA Supartinah, tapi ada juga yang mengatakan itu nama anak-anak yang belum ada namanya,” terangnya, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga: Hiii…Makam Kerabat Mangkunegaran Ini Ternyata Ada di Rumah Warga Solo

Mintorogo, yang masih kerabat Mangkunegaran ini mengatakan makam di kediaman Sutadi bisa menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang layak dikulik jika Kestalan ditetapkan sebagai destinasi wisata heritage nanti. Selain itu, masih banyak tinggalan Pura Mangkunegaran yang juga berpotensi untuk dieksplorasi di kampung tersebut.

Destinasi tersebut di antaranya rumah singgah Raden Mas Said atau Mangkunegara I yang saat ini dia tinggali di RT 003/RW 001, Kauman, Pasar Legi, Solo. Selanjutnya ada lokasi mandi cuci kakus (MCK) pertama Solo yang dibangun pada masa kolonial, yakni Ponten Ngebrusan.

Ada juga bekas Masjid Al Wustho di sisi barat Pasar Legi sebelum dipindah ke Kelurahan Ketelan. Al Wustho merupakan masjid bersejarah yang dibangun semasa Mangkunegara I. Ada juga Stasiun Balapan yang merupakan peninggalan Mangkunegara IV dan VII. Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) yang jadi tinggalan Mangkunegara VII.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

+ PLUS Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Berita Terkini

Lahan 20,1 Hektare di Sragen Dihibahkan ke Kemenparekraf, Ini Lokasinya

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk pembangunan Poltekpar Negeri, lokasi lahan itu tersebar di tiga kelurahan.

Pemkab Klaten Kembali Mendapatkan Opini WTP, Ini Komentar Bupati

Pemerintah Kabupaten Klaten sukses mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2021.

Pemkab Sragen Hibahkan Lahan 20,1 Hektare ke Kemenparekraf, Buat Apa?

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk lokasi pembangunan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri.

Kenapa Nama Sala Berubah Jadi Solo? Ternyata Ini Sejarahnya

Kira-kira kenapa nama Sala bisa berubah menjadi Solo, salah satu kota yang ada di Jawa Tengah? Ternyata begini sejarahnya.

Butuh 2 Crane Evakuasi 2 Truk Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Evakuasi kedua truk yang terlibat kecelakaan di Jl. Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) membutuhkan dua crane.

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Kecelakaan maut melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) diduga karena sopir mengantuk.

Dua Orang Meninggal Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Polisi menyebut dua orang meninggal dalam kecelakaan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Bluar! Dikira Truk BBM Terbakar di Jl. Solo-Semarang Boyolali, Ternyata

Salah seorang warga menyampaikan kesaksian saat kecelakaan melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Breaking News! Dua Truk Alami Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Dua unit truk terlibat kecelakaan di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (17/5/2022).

Mirip Punya Pemkot, Di Keraton Solo Juga Ada Wahana Kereta Listrik Lho

Di kawasan wisata Keraton Solo ada wahana baru kereta listrik yang bentuknya mirip kendaraan listrik wisata milik Pemkot Solo, mau coba?

Rudy Ikut Donor, DPC PDIP Solo Himpun 221 Kantong Darah

DPC PDIP Solo mengadakan aksi donor darah dan berhasil menghimpun 221 kantong dari pengurus dan kader. Aksi dipimpin langsung oleh FX Hadi Rudyatmo yang juga menjadi donor.

Libur Waisak Pasar Gede Solo Dipadati Pengunjung, Ini Yang Diburu

Pasar Gede Solo dipadati pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati kuliner khas atau membeli oleh-oleh pada libur Hari Raya Waisak, Senin (16/5/2022).

Beredar Surat PLN Solo Tertibkan Pemakaian Daya, 450 VA Jadi 1.300 VA

Surat berisi pemberitahuan dari PLN kepada pelanggan mengenai penertiban daya listrik dari 450 VA menjadi 1.300 VA beredar di Solo.

Antisipasi PMK, Pedagang Dan Peternak Sapi di Solo Diminta Lakukan Ini

Tim gabungan DKPP dan Polresta Solo memberikan sejumlah arahan kepada pedagang dan peternak kambing serta sapi untuk antisipasi wabah PMK.

Harga Tiket Bus di Terminal Wonogiri Mulai Turun, Jadi Berapa?

Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri mulai tampak normal dua pekan selepas Lebaran 1443 H/2022 M.