Mak Bruk! Dapur Rumah Warga Karanganyar Roboh Setelah Pemiliknya Bikin Wedang
Anggota BPBD Karanganyar mengecek dan mendata dapur rumah warga Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, yang roboh pada Kamis (8/4/2021). (Istimewa/Rendan)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dapur rumah milik warga Dukuh Sintru Tengah, RT 002/RW 003, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Warsono, 54, roboh pada Kamis (8/4/2021) pukul 05.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta. Sekretaris Desa Doplang, Ade Irawan, menuturkan wilayah Doplang tidak diguyur hujan saat kejadian.

Hujan turun pada Rabu (7/4/2021) pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB kemudian hujan kembali pukul 19.30 WIB hingga Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.

Baca Juga: Tak Siapkan Tempat Karantina Pemudik, Bupati Karanganyar: Jangan Buat Segala Hal Jadi Ribet!

"Sebetulnya hujan tidak lebat, tetapi memang durasi lama. Dugaan kami kayu pada atap tidak sanggup menopang genting. Itu genting lama jadi kan air hujan meresap sehingga berat. Usuk dan reng pada atap terbuat dari bambu. Atap dapur roboh Kamis pagi pukul 05.00 WIB," tutur Ade saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Ade menuturkan sejumlah sukarelawan dari Karangpandan, yakni Rendan, dan BPBD Karanganyar sudah mengecek lokasi dapur rumah warga yang roboh dan memberikan logistik untuk warga bekerja bakti. Kerja bakti dilaksanakan Kamis pagi tadi.

Tak Ada Barang Yang Selamat

"Barang-barang di dapur rusak. Tempok dapur kan juga roboh. Sebagian tembok kamar mandi yang di dekat dapur juga roboh. Beruntung, kandang di belakang dapur enggak roboh. Di dalam kandang itu ada ternak," tuturnya.

Baca Juga: Harga Daging Ayam di Karanganyar Naik Jelang Ramadan, Jadi Rp37.000 per Kg

Ade menceritakan detik-detik sebelum atap dapur rumah warga Karanganyar, Warsono, itu roboh. Sesaat sebelum kejadian, Warsono sempat ke dapur untuk membuat minuman (wedang). Setelah itu, ia beranjak ke teras untuk duduk dan minum.

"Begitu duduk itu ceritanya dengar suara 'mak bruk'. Setelah dilihat ternyata atap dapurnya roboh. Rumah dihuni satu keluarga. Tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah berencana mengganti bangunan dapur karena memang tidak ada yang bisa diselamatkan," jelasnya.

Baca Juga: Awas! Bermesraan di Tempat Umum Karanganyar Bisa Dikurung 3 Bulan Atau Denda Rp50 Juta

Pada kesempatan itu, Ade mengingatkan warga agar tetap waspada dan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Selain bahaya rumah roboh, Ade juga mengingatkan potensi pohon roboh karena hujan deras disertai angin kencang.

Ade menyampaikan belum ada kejadian rumah tertimpa pohon hingga awal April ini. "Semoga tidak ada kejadian. Kami sudah mengimbau warga melalui Pak RT agar memangkas, merapikan pohon yang sudah tinggi, besar, apalagi sudah tua dan lapuk. Ada yang sudah melaksanakan, tetapi juga ada yang belum."



Berita Terkini Lainnya








Kolom