Mahfud MD yang Kritik Ikatan Cinta, Pakar Hukum Undip: Saat Corona Menggila Kok Malah Asik Nonton Sinetron

Seorang profesor Undip Semarang mengkritik Mahfud MD yang masih sempat nonton Sinetron Ikatan Cinta di tengah pandemi Covid-19 yang gawat.

 Tangkapan layar komentar pakar hukum Undip, Prof. Suteki, terkait cuitan Mahfud MD tentang sinetron Ikatan Cinta. (Instagram @prof_suteki)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar komentar pakar hukum Undip, Prof. Suteki, terkait cuitan Mahfud MD tentang sinetron Ikatan Cinta. (Instagram @prof_suteki)

Solopos.com, SEMARANG — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memberikan komentar terkait sinetron Ikatan Cinta di Twitter.

Melalui akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Mahfud MD mengaku selama PPKM Darurat memiliki kesempatan untuk menonton sinetron Ikatan Cinta yang diperankan Amanda Manopo dan Arya Saloka. Meski demikian, ia menilai sang penulis cerita tidak memahami hukum ketika membuat sinetron itu.

PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik jg sih, meski agak muter-muter. Tp pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yg mengaku dan minta dihukum krn membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dlm hukum pidana itu bkn bukti yg kuat,” tulis Mahfud MD dalam akun Twitter.

Pembunuh Roy adl Elsa. Sarah, ibu Elsa, mengaku sbg pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. Lah, dlm hukum pidana tak sembarang org mengaku lalu ditahan. Kalau bgt nanti bnyk org berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) org utk mengaku shg pelaku yg sebenarnya bebas,” lanjutnya.

Baca Juga: Cuitan Mahfud Md Asyik Nonton Ikatan Cinta saat PPKM Darurat Menuai Kritik

Cuitan Mahfud MD ini pun menuai reaksi beragam dari para netizen. Tak jarang banyak yang mengkritik komentar Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

Pemasalahan Bangsa

Salah satu yang mengkritik komentar Mahfud MD di Twitter itu tak lain adalah pakar hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Suteki.

Melalui akun Instagram, Suteki menyindir komentar Mahfud MD yang mengkritik proses hukum di sinetron. Ia juga meminta Mahfud MD tidak terlalu ambil pusing dengan alur cerita di sinetron dan lebih fokus dalam memikirkan permasalahan bangsa.

“Cacat hukum di sinetron dicatat negarawan. Cacat hukum di pemerintah negara disinetronkan,” tulis Suteki melalui akun Instagram @prof_suteki.

Pak Mahfud, bagaimana kalau “CORONA IS LIKE YOUR WIFE” disinetronkan? Mungkin bisa dibuat alur cerita yang sesuai dengan “LOGIKA HUKUM”. Lagian, kenapa sih di saat corona menggila kok malah asyik nonton sinetron yang “muter-muter”? Bisa bikin imun drop loh Pak. Bepannah Pyaar recommended Pak..! #SutraDaraMahBebas.”

Komentar Suteki ini pun mendapat respons dari netizen di Instagram. Ada beberapa yang juga mencibir kebiasaan Mahfud MD dalam menonton sinetron Ikatan Cinta.

Angel wis angel… Ternyata sekelas profesor tontonannya ikatan cinta… Pantes kalo yang lain bacaanya crayon Sinchan,” tulis akun kan****cint******.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Prof. Suteki (@prof_suteki)

Berita Terkait

Berita Terkini

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

Idza Priyanti, Mantan Dirut Perusahaan Transportasi Tegal yang Kini Jadi Bupati Brebes

Idza merupakan wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971. Dirinya merupakan Bupati petahana yang memimpin salah satu kabupaten di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah sejak 2012.

Ini Daftar Objek Wisata di Jateng yang Wajib Tunjukkan Aplikasi PeduliLindungi

Sudah ada 4 destinasi wisata di Jateng yang mewajibkan wisatawan yang berkunjung menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Bandel Buang Limbah di Bengawan Solo, 31 Perusahaan Kena Sanksi

Sanksi administrasi karena terbukti masih membuang limbah yang tidak memenuhi baku mutu di aliran Sungai Bengawan Solo.

Sakti! Bakul Gorengan di Magelang Ini Balik Masakannya Dengan Tangan

Seirabg penjual gorengan di Magelang mendadak viral setelah aksinya membalik masakannya dengan tangan kosong.

Baznas Banjarnegara Kembali Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Rp773 Juta

Pada penyaluran dana kali ini untuk bantuan fakir miskin, menyasar 58 desa yang masuk kategori tertinggal. Per desa dipilih 10 orang sehingga total 580 orang.

KA Kedungsepur dan KA Lokal Cepu Beroperasi Lagi, Ini Syarat Naiknya…

Beroperasinya KA Kedungsepur dan KA Ekonomi Lokal Cepu itu setelah mendapat izin dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA).

Kebakaran Kandang Ayam di Tegowanu Grobogan, 20.000 Ayam Terpanggang

Kebakaran kandang ayam milik Suparno, 59, warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, terjadi Rabu (22/9/2021).

Ketan Pencok, Berawal dari Coba-Coba hingga Jadi Ikon Kuliner Brebes

Ketan pencok merupakan makanan yang menjadi oleh-oleh khas Brebes saat melewati jalur tengah Jawa Tengah atau jalur Tegal-Purwokerto.

Vaksinasi Covid-19 di Jateng Dipercepat, Sepekan 1,6 Juta Orang Disuntik

Program vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah terus ditingkatkan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunal.

Muncul Klaster PTM di Purbalingga, Gubernur Ganjar Minta Semua Sekolah Lakukan Tes Acak

Gubernur Jateng meminta Bupati Purbalingga menyetop seluruh PTM menyusul adanya 90 siswa yang positif terpapar Covid-19.