Mahfud MD: Emak-Emak Pemfitnah Jokowi Tak Langgar UU Pemilu, Tapi ITE

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengungkapkan dirinya mendukung pihak kepolisian mengusut kasus tiga emak-emak yang menyebar fitnah terhadap capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ketiga orang perempuan itu melakukan tindak pidana umum.

Sebelumnya, video terkait tiga ibu-ibu berbahasa Sunda tersebut viral di media sosial. Dalam video yang diambil di daerah Karawang, Jawa Barat, tersebut, ibu-ibu ini tampak sedang mempengaruhi orang lain dengan menyebut Jokowi akan melegalkan perkawinan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGB); serta tak ada lagi suara azan apabila terpilih kembali.

“Saya mendukung agar tindakan seperti itu dilakukan karena itu banyak sekali terjadi, dan masyarakat percaya kepada berita hoaks itu,” ungkap Mahfud ketika berkunjung ke kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (27/2/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun menjelaskan pendapatnya sesuai dasar hukum. Menurutnya, sudah benar bahwa kasus ini bukan kewenangan Bawaslu, tetapi kewenangan kepolisian. Sebab emak-emak tersebut telah melakukan tindak pidana di ruang publik.

“Jadi begini, tiga emak-emak di Karawang tidak melanggar UU Pemilu karena dia bukan caleg, dia bukan paslon, dia bukan tim pemenangan paslon manapun,” jelas Mahfud.

“Tetapi dia melanggar UU yang sifatnya umum, bukan pemilu yaitu undang undang ITE [Informasi dan Transaksi Elektronik]. Oleh sebab itu, itu urusan polisi, dan siapapun bisa melakukan itu, dan sudah banyak yang kena orang melakukan seperti itu kan, bukan karena pemilu juga,” tambahnya.

Dalam hal ini, Mahfud pun telah menjelaskan pendapat tersebut di akun Twitter resminya @mohmahfudmd. Pria kelahiran Sampang, Madura, 13 Mei 1957, ini pun menambahkan kasus riil bahwa fitnah semacam ini telah membuat gaduh di kalangan masyarakat.

“Coba saudara ke kampung-kampung sekarang, [warga] masih percaya bahwa pemilu ini main-main. Karena apa, [isunya] surat suaranya sudah dicoblos. Padahal, itu hoaks dulu, berita sudah lama,” ungkapnya.

“Pemilu ini main-main karena Ma’ruf Amin akan diganti Ahok, itu percayanya masyarakat, padahal itu sudah tidak mungkin. Nah, oleh sebab itu, yang gitu itu harus ditindak agar tidak mengacaukan pemilu,” tambah Mahfud.

Sementara itu, Bawaslu telah memutuskan bahwa tiga ibu-ibu dalam video tersebut tidak melanggar unsur pelanggaran pemilu. Tetapi, melalui Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Polda Jabar, tiga emak-emak yaitu ES, IP, dan CW ini dijerat tindak pidana.

Yaitu diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 UU 19/2016 tentang ITE mengenai kabar bohong melalui transaksi elektronik bermuatan SARA dengan ancaman 6 tahun penjara, dan Pasal 14 ayat 2 KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun penjara.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.