Tutup Iklan
Mahathir Mohamad Mundur, Anwar Ibrahim Merasa Dikhianati
Anwar Ibrahim (Reuters)

Solopos.com, JAKARTA -- Mahathir Mohamad mengajukan pengunduran dirinya dari kursi Perdana Menteri Malaysia hari ini, Senin (24/2/2020). Spekulasi pun bermunculan soal penggantinya, terutama kemungkinan batalnya Anwar Ibrahim naik sebagai perdana menteri.

Menurut sebuah keterangan dari Kantor Perdana Menteri seperti dikutip ChannelNwsAsia.com, Senin (24/2/2020), surat pengunduran diri disampaikan kepada Raja Malaysia pada Senin siang. Akan tetapi, tidak ada perincian dalam keterangan tersebut.

Pengunduran diri Mahathir yang mengejutkan itu terjadi setelah spekulasi yang semakin kuat bahwa koalisi baru akan dibentuk yang terdiri dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan sejumlah parpol lainnya.

Jadi Tersangka Tragedi Sempor, Guru Olahraga SMPN 1 Turi Sleman Terancam 5 Tahun Penjara

Mahathir adalah perdana menteri keempat Malaysia dalam periode 1981-2003 ketika dia memimpin UMNO. Selanjutnya, dia keluar dari UMNO pada 2016.

Mahathir membentuk partai politik Bersatu pada tahun yang sama dan mengambil peran sebagai ketuanya. Dia kemudian memimpin Pakatan Harapan (PH) dan secara mengejutkan memenangkan pemilihan umum pada Mei 2018.

Mahathir berhasil menyingkirkan pemerintahan Barisan Nasional yang berkuasa selama 60 tahun atau sejak kemerdekaan negara itu.

Anwar Ibrahim, yang merupakan presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang berdasarkan perjanjian PH akan menggantikan Mahathir, mengakui bahwa dia telah dikhianati oleh mitra koalisi.

Pada Senin pagi, Anwar dan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail bertemu Mahathir di kediamannya bersama Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokrat (DAP) Lim Guan Eng dan Presiden Parti Amanah Negara Mohamad Sabu.

Beredar Pembicaraan Whatsapp: Diingatkan Warga, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Jawab Ketus

Anwar kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak akan tunduk pada kelompok yang ingin mengkhianati kepercayaan rakyat. Dengan demikian, tidak ada kepastian siapa yang akan menggantikan Mahathir setelah menyatakan mengundurkan diri seperti dikutip AsiaOne.com.

Disebutkan bahwa pembentukan koliais pemerintahan baru kemungkinan akan membuat Anwar terpental meski sebelumnya telah disiapkan sebagai pengganti Mahathir.

Belum diperoleh keterangan apakah Mahathir Mohamad mampu membentuk pemerintahan atas dukungan sejumlah parpol lain. Akan tetapi, partainya, Bersatu, juga telah keluar dari koalisi partai berkuasa. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum partai Muhyiddin Yassin yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman Ternyata Mendadak karena Tak Ada Kegiatan

Anwar menuding partai Mahathir berkhianat dan berupaya menggalang koalisi dan bersekongkol membentuk pemerintahan baru bersama United Malaysia National Organisation (UMNO), partai berkuasa yang tersingkir pada Pemilu 2018 di tengah merebaknya tuduhan korupsi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho