Mahasiswi UNS Jadi Korban Perampasan

SOLO—Mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Fadilah Nur Yunita, 21, menjadi korban perampasan dua lelaki tak dikenal di dekat tempat indekosnya di Gang Guruh Jl Guntur, Kentingan RT 001/RW 012, Jebres, Solo, Senin (29/4) pukul 23.30 WIB. Salah satu pelaku diketahui membawa senjata tajam berupa belati.

Akibat kejadian tersebut ponsel Samsung Galaxi SIII Mini milik mahasiswi semester VI Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS senilai Rp3,5 juta itu raib digondol pelaku.

Fadilah kepada solopos.com, Selasa (30/4/2013), menceritakan semula ia bersama dua temannya, Apriliana, 21 dan Rismaya, 20, pulang berjalan kaki dari menonton gelaran Solo Menari di kompleks Kampus ISI ke tempat indekosnya, Wisma Arokim, melalui Gang Guruh. Sebelum sampai di tempat indekos mahasiswi asal Kranggan RT 001/RW 003, Pati Kidul, Pati, itu melihat ada lelaki yang berjalan mengikutinya. Selain itu, Fadilah juga mengaku melihat lelaki seperti sedang menunggu seseorang berada di ujung gang duduk di motor.

“Kami sudah curiga saat melihat ada lelaki yang mengikuti. Benar saja, tiba-tiba lelaki itu memepet kami dari arah kanan. Lelaki itu seperti pura-pura menyenggol. Saat itu lah kedua teman saya lari. Mereka meminta pertolongan warga yang berada di poskamling tak jauh dari lokasi kejadian. Saya mau lari malah terjatuh,” urai Fadilah saat dihubungi solopos.com.

Ia melanjutkan, dalam posisi terjatuh tersebut lelaki itu tiba-tiba berusaha merampas ponsel miliknya yang ia pegang. Aksi tarik menarik pun sempat terjadi karena Fadilah berusaha mempertahankan barang berharga miliknya. Menurutnya, aksi tarik menarik itu berlangsung cukup lama, yakni sekitar tiga menit. Saat tarik menarik terjadi ia teriak minta tolong. Namun, Fadilah akhirnya tak kuasa mempertahankan ponsel miliknya. Pelaku kabur setelah menguasai ponsel rampasannya.

“Pelaku kabur ke arah lelaki yang sebelumnya berada di motor. Ternyata orang yang berada di motor itu rekan pelaku. Pelaku membonceng motor orang itu lalu mereka kabur,” ulas Fadilah.

Ia menginformasikan, pada saat kabur Fadilah melihat belati berukuran besar tergeletak di jalan.
Menurutnya, belati itu milik pelaku yang terjatuh saat berusaha merampas ponsel miliknya. Pasalnya, saat itu aksi tarik menarik ponsel antara Fadilah dan pelaku berlangsung sengit. Ia menduga, belati itu sudah dipersiapkap pelaku sebagai senjata.

“Panjang belati itu sekitar 30 cm. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Jebres. Belati itu juga sudah diamankan polisi. Saya berharap polisi segera menangkap pelaku,” imbuhnya.

Dikatakan Fadilah, pelaku yang merampas ponselnya mempunyai tinggi tubuh sekitar 170 cm, berperawakan kurus dan berambut gondrong. Saat kejadian pelaku tidak mengenakan penutup kepala dan mengenakan jaket berwarna abu-abu. Fadilah mengaku tidak mengetahui secara pasti ciri-ciri lelaki yang berada di motor.

Karena, posisi orang itu cukup jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Namun, kata Fadilah, menurut informasi dari warga yang sempat melintas orang itu mengendarai Yamaha Mio berwarna biru dan putih.
Sementara itu, Kapolsek Jebres, AKP Edison Panjaitan, saat dimintai konfirmasi solopos.com, mengungkapkan penyidik telah meminta keterangan korban dan saksi lain yang mengetahui kejadian perampasan itu. Petugas telah menyita belati yang diduga milik pelaku untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami belum mengetahui secara pasti jumlah pelakunya. Saat ini penyidik masih mendalami kasus itu,” terang Edison.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho